September 24, 2016

SYUKUR YANG TAK TERUKUR

Waktu bergulir, kesempatan bergilir.
Kadang di atas, semoga memang diri sudah pantas.
Sesekali di bawah, pengingat untuk selalu berserah.
Agar syukur selalu tidak terukur.

Kata orang dunia ini panggung sandiwara.
Tempat yang terluka, masih bisa pura-pura tertawa.
Tempat yang sedang bersuka ria, lupa pernah mengaduh mengiba.

Jalani secukupnya saja.
Syukuri sebanyak-banyaknya.


 

September 12, 2016

MASIH MAU BERJUANG BERSAMA?

Kita saling mengisi kekurangan dengan tanpa sering mengandalkan. Sebab, kita sama-sama perlu belajar menambah kemampuan.
Kita sering menonjolkan kelebihan dengan tanpa saling menjatuhkan. Sebab, kita sama-sama berkewajiban mempertahankan keadaan.
Dan bila hanya sering mengandalkan. Lantas saling menjatuhkan. Bagaimana mungkin kita bisa sama-sama sampai satu tujuan?
Masih mau berjuang bersama?
 

Agustus 25, 2016

MAKA BERTERIMA KASIHLAH PADA DIRIMU

Hidup ini tentang : Bagaimana menghargai jerih payah diri sendiri. Dengan tidak mengeluh. Dengan tidak mudah menyerah.
Mengerti bahwa, bila kau tidak 'beranjak bangun' sampai sebegitunya. Tidak menempuh langkah sampai 'jatuh bangun' hingga sedemikian seringnya.
Boleh jadi kau tidak pernah beranjak ke mana-mana. Saat ini kau tidak memperoleh apa-apa.
Maka, berterima kasihlah pada dirimu. Sudah?
 

Agustus 22, 2016

MENUMPUK

Nak, hati-hati kesibukan kerap kali membuatmu menjadi manusia yang angkuh. Merasa banyak alasan untuk menunda bersujud. Lupa untuk sekedar menyapa sesama. Dan luput menghibur diri sendiri.
Nak, manusia itu tidak lebih dari sebuah penampungan. Segala hal secara sukarela ditimbun. Rumitnya pikiran, berbagai macam bentuk kegelisahan, tentang kecemasan-kecemasan. Tentang kesalahan-kesalahan yang berulang. Dan lain-lain yang seharusnya tidak perlu disimpan. Cukup sekedar dialami untuk kemudian dilewati. Lalu dilupakan.
Nak, manusia itu penampungan yang bisa berjalan. Tinggal kau pilih mau menampung lebih banyak kebaikan. Atau hanya menumpuk banyak sampah pikiran.
 

Agustus 20, 2016

HUJAN TURUN

Tidakkah Engkau turunkan hujan, selain untuk menumbuhkan. Tidakkah Engkau tinggikan harapan, selain untuk menambahkan kebaikan.
Tidakkah Engkau turunkan hujan untuk melegakan ke(te)nangan. Tidakkah Engkau menambahkan harapan untuk menguji lugunya penantian.