Mei 25, 2017

UNTUKMU (LAGI), RA

Ra, selamat datang. Aku menyambutmu di gerbang, dengan hati yang paling riang. Jangan heran, penampilanku memang sangatlah biasa, karena diri jauh dari taqwa. Untuk itu, semoga dengan hadirmu. Lebih banyak kesadaran untuk memperbaiki laku. Dengan sujud yang lebih bermutu.

Kau tahu, Ra. Sejujurnya aku malu, janji tahun lalu pun belum genap aku penuhi. Tentang sesumbar ibadah akan lebih giat lagi. Tentang lidah yang lebih basah dengan tilawah. Tentang bangun malam yang disegerakan. Dan tentang-tentang lain yang hanya sekedar ucapan, tapi tidak dibarengi dengan tindakan. Sungguh aku malu, kau temui aku lagi dengan lebih banyak cacat, daripada taat. Tapi sekali lagi aku berharap. Dengan hadirmu, terbukalah pintu rahmat. Agar senantiasa ada kesempatan bertaubat.

Ra, semoga tahun ini kau jauh lebih tabah. Menghadapiku yang banyak tingkah untuk mendulang berkah.

Semoga.
Bismillah.

Azura Zie

TAHU DIRI

Persilakan, untuk yang ingin berkemas. Semoga tidak ada yang tertinggal dan membekas. Meski butuh waktu. Pada akhirnya akan berlalu. Tahu diri, setiap cerita selalu memiliki penutup kisahnya sendiri.

Persilakan, untuk yang ingin lekas bebas. Semoga tidak ada sesal yang kadung membuat hati kebas. Meski butuh segala upaya. Pada akhirnya, ada hati yang berjuang keras untuk bisa merdeka.

Persilakan untuk yang ingin pamit. Meski kenyataan terkadang begitu pahit. Selayaknya obat, ada dosis yang tidak terlalu jahat. Alih-alih membuat lebih sehat.

Persilakan untuk yang hanya ingin singgah. Tidak benar-benar niat berlabuh. Meski ada hati yang terlanjur jatuh. Tahu diri, masing-masing diri cenderung mudah untuk patah.

#racauacakkadut

Azura Zie

Mei 16, 2017

MELEPASKAN GENGGAMAN

Melepaskan sesuatu yang pernah ada, bukan berarti tidak berharap akan memiliki selamanya. Terkadang, kita hanya perlu menjaga semampunya. Tahu diri, pada hakikatnya tidak pernah memiliki apa-apa.

Menggenggam erat sesuatu yang sudah ingin lepas, bukan berarti tidak pernah belajar untuk lebih ikhlas. Terkadang, kita hanya tidak ingin was-was. Tahu diri, hati berharap sesuatu itu tidak benar-benar pergi lekas.

April 23, 2017

KALA(M) ITU

Kala itu, di saat segala peluh bergemul dalam gundah kelelahan.
Di saat jenuh, tercampur aduk oleh cemas dan kebosanan.
Di saat curahan hati mendesak untuk segera di muntahkan.
Dan tidak ditemukan satupun bahu yang kokoh untuk sekedar bersandar dari beban. Terebah letih kesepian.

Kala itu, Kalam-Mu terngiang-ngiang dalam ingatan. Penegur bahwa tidak ada yang pernah benar-benar sendirian.


"Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

"Dan Dia tempat berkeluh kesah, tempat memohon pertolongan."

Dan Demi Kalam-Mu, serta apa-apa yang Engkau Ketahui setiap waktu.
Hanya satu yang aku mau, dan Engkau sudah tahu.