Oktober 18, 2018

CERITA TENTANG BLOG DI MASA ITU

Saya aktif ngeblog per november 2011. Sudah lama juga ya, dari zaman nama blognya agak 4lay. Sampai akhirnya memutuskan menggunakan jasa web berbayar kira-kira dari 5 tahun yang lalu. Hingga sampai hari ini beralamatkan azura-zie.com. Alhamdulillah.

Banyak hal menarik ternyata dari #ngeblog ini, salah satu di antaranya memiliki teman sehobi yang sama. Suka berbagi tulisan. Atau bisa dibilang suka curhat lewat tulisan. Dari berbagai macam daerah. Baik yang pernah bertemu di dunia nyata. Maupun sama sekali belum pernah kopidarat. Yang beberapa masih aktif berkomunikasi sampai hari ini. Lebih banyak lagi yang sudah tidak tahu bagaimana lagi kabarnya. Blognya pun sudah mirip goa yang lama tidak pernah dihuni. Horor. Sudah tidak ada update postingan bertahun-tahun. Saya berdoa di mana pun mereka berada semoga selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata'ala. Dari blog ini juga lah, pada akhirnya proses belajar menulis dengan baik itu berlanjut hingga hari ini. Alhamdulillah. Suka merasa heboh sendiri juga bila melihat jumlah postingan blog dari 2011-2018. Ternyata sudah sebanyak itu. Sambil mengingat-ingat apa aja yang sudah berhasil di tulis dengan baik. 

Apalagi kalau di baca ulang secara random, suka ke pingin ketawa sendiri. Ternyata pernah menuliskan itu. Ternyata pernah mengalami cerita itu. menarik kan, ternyata adalah benar kenangan itu bisa saja mengendap dalam tulisan. 

Dari blog ini juga lah saya menyadari satu hal, bila dulu sewaktu masih sekolah bisa dibilang menyepelekan pelajaran bahasa indonesia. Ternyata setelah menekuni dunia literasi, ejaan yang disempurnakan itu sangat penting. Bahwa yang namanya ilmu itu tidak bisa disepelekan. Suatu saat kita sangat butuhkan. Kita pasti pernah merasa gregetan ketika membaca sebuah buku, dan kita dapati banyak sekali typonya. Salah tulisnya. Iya kan?
Dan benar adanya, menulis pun bagi saya merupakan katarsis yang baik. Kita bisa menyalurkan unek-unek di kepala. Buah pikiran. Ganjalan di hati. Salah satunya bisa melalui tulisan. Segala bentuk ekspresi itu tumpah ruah dalam tulisan. Efeknya bisa merasa lebih lega setelah berhasil menuliskannya. Walaupun kasarnya tulisan itu pada akhirnya cuma kita sendiri yang membacanya. Yang suatu hari kita bisa merenungi sesuatu dari tulisan itu sendiri.

Makanya, saya selalu salut kepada penulis-penulis, yang dengan tulisan-tulisannya bisa membuka pikiran orang lain menjadi lebih baik. Membuka sudut pandang yang berbeda. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita mungkin bingung harus ke mana mencari jawabannya. Tulisan yang menginspirasi untuk menjadi lebih baik. Terbuka dan berlapang dada. Salut! Semoga kebaikan-kebaikan itu terus mengalir kepada mereka.  

Suatu hari tiba-tiba terbersit kesadaran itu. Bahwa setiap sesuatu ada umur-umurnya. Ada masa-masanya. Seperti masa-masa #ngeblog itu. Barangkali untuk #blogger yang pernah saya kenal dulu, sudah tidak menjadi prioritas utama mereka untuk mengisi blog. Suka tiba-tiba sedih rumah tetangga di dunia maya itu sudah lama ditinggalkan pemiliknya.

Segala sesuatu ada umur-umurnya. Tidak menutup kemungkinan masa-masa blog itu pun ada batasnya. Ada sudahnya. Entah aplikasinya yang sudah tidak bisa di akses. Seperti para pendahulunya : #friendster atau yang baru baru ini #path. Makanya sebelum itu terjadi ingin rasanya mem-backup tulisan-tulisan di blog itu. Agar suatu saat ketika ingin dibaca. Masih bisa. Tercetuslah ide untuk membukukan nya dalam buku #Lakaranminda dan #titiktemu. Kedua buku itu adalah tulisan-tulisan di blog yang dibukukan.
Seperti kedua buku pendahulunya #tjintayangbercerita itu pun sama. Berisi tulisan-tulisan yang pernah dimuat di blog, yang diperbaharui agar lebih 'enak' dibaca. Ada beberapa judul juga yang belum pernah diposting di mana-mana. Ada kurang lebih 41 judul tulisan. Yang random sekali. Yang diurut sesuai abjad. Dari A hingga Z.

Sebagai seseorang yang cukup hobi membaca dan mengkoleksi buku. Rasanya ingin di antara jejeran buku koleksi itu ada buku tulisan sendiri. Alhamdulillah terwujud. Dua novel #NafAs2Masa dan #KampusHijaiah sudah ada dalam versi cetaknya.
Dengan harapan, semoga apa-apa yang pernah ditulis selalu bisa menjadi pelajaran berharga untuk diri sendiri. Minimal belajar mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif. Contohnya menulis.

Demikian cerita blog kali ini. Apa ceritamu wahal #blogger tanah air? :) #blogger
 


@azurazie_

Oktober 14, 2018

TANPA TENDENSI

Seringnya kita, menuntut lebih untuk mendapatkan sesuatu. Alih-alih setelah mengeluarkan lebih banyak dari biasanya. Begitulah, fase memberi kita masih banyak mempertimbangkan untung rugi. Masih menitikberatkan timbal balik. Baik yang berhubungan dengan manusia dan bumi. Maupun yang berhubungan dengan langit dalam doa. 

Ingat-ingat, dalam berdoa pun kita seringnya menuntutnya lebih. Dalam bersedekah kita mengharapkan sesuatu yang lebih berlipat ganda. Selalu ada yang merasa, setelah mengeluarkan lebih banyak, harus kembali pun berkali lipat. Memang penting sih untuk berharap yang demikian. Itu namanya motivasi agar doa dan sedekah lebih bersungguh-sungguh lagi. Tentu dalam catatan hanya diri sendiri yang tahu ritual itu. Jauh dari kata riya dan keinginan dipuji-puji setelahnya.

Akan tetapi, tak bisakah kita sekali-sekali memberi, ya, memberi saja. Berdoa, ya, berdoa saja. Tanpa tendensi apa-apa. Memberi yang tulus, berdoa yang tulus. Dengan tidak memikirkan tuntutan apa setelah yang kita lakukan. Bukankah janji Allah adalah benar. Tanpa menuntut pun, doa itu akan dikabulkan. Sedekah itu akan dilipatgandakan. Maka, cukuplah kita hanya memberi. Cukuplah kita hanya melakukan. Untuk kebaikan-kebaikan setelahnya, biar dipercayakan kepada Allah saja. Toh, sejauh ini kita hidup memang sudah benar-benar dirawat oleh Tuhan Yang Maha Baik dan Mengatur Kehidupan kita di masa depan. Bijaknya, kita cukup hidup dalam aturan-aturan yang telah ditetapkan. Itu saja.

@azurazie_