Juni 23, 2018

MENANTI APA MENUNGGU?

Pada suatu senja.

"Putri, lagi apa?"

"Menanti suami aku pulang."

"Menanti apa menunggu?"

"Memang beda, ya?"

"Beda atuh, menunggu itu untuk sesuatu yang pasti datang. Baik waktu atau kabarnya. Sedangkan menanti untuk sesuatu yang belum tentu pasti datangnya."

"Oke di ralat. Berarti menunggu. Suami aku lagi apa?"

"Menanti."

"Menanti apa?"

"Menanti, dapat kejutan bahagia apalagi yang Allah kasih, sampai rumah."

"Bukannya menunggu?"

"Nggak perlu menunggu lagi, kan sudah merasa bahagia."

"Terus kenapa bahasanya menanti? Berarti belum pasti dong sifatnya."

"Karena kita nggak pernah tahu bentuk kejutannya seperti apa. Meskipun belum pasti, a nggak masalah. Karena tanpa kejutan pun bahagia itu selalu dirasa apa adanya."

"😙 Menunggu sambil menanti ini mah jadinya."

23 Juni 2018
@azurazie_
@sekitar_putri

DE UTUN?

"Putri, kalau utun artinya apa ya?" Pada suatu malam. Sambil menunggu waktu isya.

"Utun?" Putri mengkonfirmasi.

"Iya, kalau a perhatikan, pasangan-pasangan yang baru hamil manggilnya De Utun. Emang itu bahasa apaan?" Sambil sibuk lihat-lihat status di whatsapp.

"Aku juga nggak tahu, panggilan umum buat jabang bayi kali, ya?"

"Oooh..  macam tu. A juga mau ikutan cari nama khusus, ah. Tapi jangan ikut-ikutan 'utun'. Ada ide?"

"Umm... apa ya?" Ia berpikir sejenak. "De Kaffah?"

"Kaffah? Sempurna maksudnya?"

"Kaffah alias... kinanti dan fauzi." Putri tersenyum manis.

"Lho? H nya punya siapa? Kepikiran aja lagian haha..." sambil menjawil hidungnya.

"Ya, kan cuma saran." Wajahnya sedikit cemberut.

"Kaffah, kaffah, umm..... gimana kalau Futuh, aja?"

"Setujuuu, 😍"

"Yes, De Futuh. Biar beda dari yang lain." Sambil mengusap-usap perut. "Assalamu'alaikum De Futuh."

Begitulah cerita Futuh ini dimulai. Sambil berdoa sepenuh harap, ia bertumbuh dengan baik.

23 Juni 2018
@azurazie_
@sekirar_putri

Juni 16, 2018

SELEPAS HARI RAYA

Sobat, satu hari selepas ritual ramah-tamah hari raya. Setelah terasa 'kenyang' mendapati pertanyaan 'kapan' dan tentu saja dibersamai dengan bisikkan doa-doa kebaikan juga. Maka, hari ini adalah langkah berikutnya.

Yang kebagian ditanya, 'kapan nikah?' Kebagian doa, 'semoga segera ketemu jodoh'. Itu artinya selepas ini, ada azam yang lebih kuat dari sebelumnya. Lebih giat menabungnya, lebih giat ikhtiar menemukan jodohnya. Lebih giat memperbaiki kualitas dirinya. Lebih sungguh-sungguh untuk segera menghalalkannya. Ayo, lekas jangan ditunda lagi.

Pun demikian, yang kebagian ditanya, 'Udah isi belum?' Kebagian doa, 'semoga segera punya momongan, ya'. Itu artinya selepas ini, harus lebih harmonis hubungan dengan pasangannya. Lebih saling mendukung dalam ikhtiarnya. Saling menguatkan satu sama lain. Lebih giat lagi nabung untuk masa depannya. Lebih giat memperbaiki kualitas diri untuk keduanya. Kualitas waktu luang. Kualitas perhatian dan kasih sayang. Kualitas kebersamaan.

Begitu juga yang kebagian ditanya, 'kapan wisuda?' Dan kebagian doa 'semoga cepat lulus ya' selepas ini, harus lebih giat lagi menyelesaikan skripsweetnya, lebih giat membaca dan mengumpulkan bahan-bahan pendukungnya. Lebih giat lagi bimbingan dengan dosennya. Lebih giat lagi menabung untuk biayanya. Lebih giat memperbaiki kualitas diri. Untuk lebih rajin. Lebih ulet. Pantang menyerah dan tidak mudah untuk mengeluh.

Dan begitu juga yang kebagian pertanyaan-pertanyaan lainnya. Baik yang serupa ataupun yang tak sama. Tentu saja selain lebih giat dari yang disebutkan di atas. Ada yang lebih penting lagi. Lebih giat memperbanyak doa. Dengan begitu semoga Allah mudahkan jalannya

Kenapa harus begitu?Sebab, apalah arti banyak 'menelan' pertanyaan-pertanyaan itu. Apalah arti menampung banyak sekali doa-doa dari saudara, orang tua, sahabat-sahabat kita. Bila kita sendiri tidak lebih tergerak untuk merealisasikannya. Pertanyaan dan doa-doa itu hanya sekadar rutinitas ceremonial tahunan. Bila sedang bertemu dan berkumpul. Padahal jauh di lubuk hati kita, semua itu adalah yang paling kita harapkan. Yang sejauh ini sedang kita perjuangkan.

Selamat menjadi lebih giat dari biasanya. Ganbatte kudasai yoo.

@azurazie_

Juni 15, 2018

IDUL FITRI 1439H

Dear pembaca Lakaran Minda  yang bijaksana. Barangkali banyak kata-kata yang terlanjur tertulis, menyinggung hingga menyakiti hati. Dan menjadi tabungan tuntutan di yaumil kiamah nanti. Besar harapan kami selagi masih ada di dunia, sudilah kiranya kau bantu hapus kesalahan itu dengan kata yang lebih bijak darimu. Maaf dari setulusnya hatimu.

salam dari kami yang sedang membuka pintu hati.
@azurazie_
@sekitar_putri