Februari 12, 2019

BERHARAP BERLEBIHAN

Suatu hari
"Kita mah gimana Allah saja, ya." Kataku, di beberapa keadaan yang ternyata di luar ekspektasi sebelumnya. Harapan kami sedang tidak sejalan dengan yang terjadi.

"Iya, mungkin berharap memang tidak boleh berlebihan, ya." Masih ada raut sedih di wajahnya. Aku menggeggam tangannya lebih erat.

"Boleh. Berharap boleh berlebihan. Tapi..." sengaja aku menggantung kalimat itu. Di beberapa keadaan, tiba-tiba membuatnya antusias dengan sesuatu yang lain, bisa membalikan keadaan. Dari murung menjadi penasaran.

"Tapi apa?"

"Tapi, di saat mulai memupuk harapan itu, di ingat-ingat juga akan konsekwensinya. Harus mengukur juga kadar akibat setelahnya. Berharap perlu berlebihan, lebihnya bisa jadi doa, bisa jadi tambahan semangat. Pun bisa jadi nilai kesungguhan dalam usaha."

"Umm... berharap boleh berlebihan, tapi kecewanya jangan." Ia mengangguk menyimpulkan sesuatu.

"Nah. Berharap boleh berlebihan, tapi harus berlebihan juga keyakinan itu kepada-Nya. Bahwa sesuatu yang akan ditakdirkan untuk kita adalah yang terbaik."

"Harus berlebihan juga keyakinan kita bahwa Allah tidak pernah mengecewakan hambanya."

"Dalam berharap, dalam berusaha dan dalam berdoa." Percakapan itu membuat perasaan kami menjadi lebih baik.

@azurazie_

Februari 04, 2019

MELIBATKAN ALLAH

Suatu hari, pasti ada saja moment yang membuatmu begitu bersyukur atas keputusan yang dulu pernah kamu buat. Tentang pilihan Plan A atau Plan B yang dulu pernah menjadi pertimbangan yang berat. Saat itu kamu bersyukur telah menjalani keputusan yang benar. Kamu menemukan hikmah yang menambah dirimu untuk selalu sadar. Selalu melibatkan Allah atas tiap-tiap perkara yang baik adalah memang keputusan yang paling bijak.

Pernahkah kamu tiba-tiba mendengarkan cerita tentang seseorang yang baru saja ditimpa kemalangan karena akibat pilihan yang pernah  ia buat di masa lalu. Ibarat nasi telah menjadi bubur, ia begitu mengeluh dengan apa yang sedang dialaminya. Di sisi lain, dengan tanpa mengurangi rasa empati, dirimu justru begitu bersyukur tidak mengalami yang demikian. Bersyukur, karena kisahnya itu ada kemiripan dengan apa yang dulu pernah menjadi pertimbanganmu. 

Istikharah pernah memanggilmu untuk menyakinkan hatimu itu. Agar langkah-langkah berikutnya seiring dengan kebaikan dari keputusan yang dibuat. Langkah-langkah berikutnya menjadi ringan atas akibat dari hikmah yang didapat.

Maka, melibatkan Allah atas perkara-perkara yang belum kita ketahui adalah pilihan yang bijak. Untuk setiap skenario-Nya yang terbaik.

@azurazie_