Juli 14, 2018

TEPAT TETAP

Pada ketetapan rasa. Ada harap yang mengutuh. Ada bait-bait doa yang mengukuh. Tangan-tangan yang menengadah ke langit, meminta qabul angan-angan yang sering terbesit. Kening yang menyentuh sujud, mengetuk fayakun, yang kadung ingin disegerakan.

Pada ketepatan rasa. Ada cinta yang terasa lebih berharga. Kehadiran seseorang yang ditunggu. Mengundang rindu bila ia tak kunjung bertamu. Menjamu dengan perasaan suka. Untuk sosok yang dalam pikiran, sudah terasa sebagai jodoh yang nyata. Menyempurna separuh. Untuk qabul yang terucap di ujung lidah.

Pada ketetapan-Mu. Seseorang malu-malu merayu. Ingin menyegera, dipertemukan sebilah rusuk yang hilang darinya. Sebuah nama sudah cukup lama menjadi rahasia kecilnya. Diam-diam mendoakan kebaikan. Dalam-dalam berharap memang itu nama yang dicatatkan. Bersama ketetapan rezeki, jatah usia dan lain-lain.

Pada ketepatan-Mu. Seseorang mau-mau menunggu. Karena yakin dan percaya, ketepatan-Mu ada dalam ketepatan waktu.

@azurazie_




Juli 12, 2018

YANG SELALU MEMBERSAMAIMU

Tidur terebah, memandang langit-langit kamar. Sejauh mata memandang, memang hanya binar lampu yang berpijar. Sejauh pikiran membayang, ada semraut persoalan yang lalu lalang,   hulu tentang anu, hingga hilir tentang itu.

Terbesit merenung, bila saat-saat dirimu dimanja oleh lelah. Dilanda jenuh yang datang tak hiraukan keadaan. Ternyata, memang ia yang sejauh ini masih setia membersamaimu dalam sukanya harapan. Hingga dukanya kenyataan yang tak terlalu diinginkan. Kiranya dirinya pula yang sekuat tenanga mendorong dirimu untuk tetap dalam pendirian. Bertahan sampai tetes keringat penghabisan.

Kiranya wajahnya lah yang senantiasa memperlihatkan senyum tanpa beban. Tegar dengan raut yang dibungkus dengan kenyakinan. Dirinya yang mengukuhkan kamu, untuk senantiasa utuh menjadi dirimu sendiri. Menerima apa adanya dirimu sendiri. Kedigjayaan dan ketidakberdayaan dirimu sendiri.

Kiranya dirinya lah yang membersamai langkah-langkahmu hingga saat ini. Yang ikut tertatih berperih-perih. Ikut berjuang berpeluh-peluh. Sosok yang keberadaanya itu pun sangat berperan penting, bahwa nyawa semangat itu masih tetap ada. Meski separuh lepas sudah mengudara.

Kiranya dirinya lah yang selalu berbisik, ayo sebentar lagi, bertahanlah, tidak akan sampai menghabiskan sisa usiamu, ayolah masa cuma segitu saja usahanya, yakin tidak mau lanjut dan blablabla orasi lainnya. Terus-terusan berusaha meyakinkanmu, bahwa sejauh ini segala upayamu ada yang menemani. Ada yang setia membersamai sepanjang waktu. Dan sangat bersedih hati bila hanya karena kerikil kecil, dirimu menyerah. Hanya karena merasa lelah dan jenuh dirimu berhenti melangkah.

Langit-langit kamar kini menjadi kanvas yang lebih luas. Melukiskan wajah sumringah sosok yang senantiasa membersamaimu hingga detik ini kamu mengingatnya. Ia tersenyum tulus dan bertanya : sudahkah kamu merasa lebih baik sekarang?

Dan alam bawah sadar kamu refleks ikut tersenyum penuh arti. Kenapa baru sadar sekarang, kalau ternyata akan selalu ada sosok yang selalu membersamaimu sepanjang waktu. Kamu sudah ingat sekarang siapa dia?
Dirimu sendiri.


Maka, berterima kasihlah padanya.

@azurazie_

Juli 10, 2018

ALAT PERMAINAN EDUKATIF - RODA BUAH



Alat Permainan Edukatif (APE) 
yang bertujuan dalam meningkatkan kognitif anak

Melatih kemampuan dan meningkatkan kognitif pada anak usia dini, dengan bermain sambil belajar agar terasa menyenangkan, yuuk kita berkreasi kita bisa bikin sendiri dengan memanfaatkan barang - barang yang ada di rumah, 😄


Permainan ini kami beri nama “Roda Buah”, dalam permainan ini terdiri dari sebuah lingkaran yang seperti roda yang harus diputar, papan yang bertuliskan angka yang memiliki isi gambar buah, dan beberapa batang kayu untuk mengelompokan gambar gambar buah.

Tujuan dari permainan ini melatih tentang mengenal dan mengingat nama buah dan angka. Meningkatkan kemampuan anak dalam berhitung serta meningkatkan sensori dan motorik anak dengan cara memutar roda, membuka kotak, dan meningkatkan ketelitian dan kesabaran anak dalam memasukan kertas buah berlubang kecil ke dalam batang kayu kecil.

Permainan ini untuk anak berusia 4-5 tahun yaitu untuk anak TK A dan TK B, dan dapat dimainkan secara bersama sama dengan anak-anak lainnya secara bergantian dan berlomba mendapatkan point bila apa yang mereka lakukan benar dalam tahap 1, 2, dan 3.

Bahan yang diperlukan dalam membuat mainan:
1. Kardus

2. Karton

3. Kertas warna

4. Kertas kilap

5. Stereofoam

6. Pins

7. Kawat

8. Sumpit

9. Gambar buah - buahan

10. Gunting

11. Lem kertas

12. Pembolong kertas



Cara membuat :

Tahap 1 :

· Gunting kardus ukuran 60x60 cm membentuk papan persegi, yang kemudian dilapisi karton berwarna

· Buatlah lingkaran dengan ukuran lebih kecil dari ukuran kardus 60x60 cm

· Bagi lingkaran menjadi 10 bagian yang dibedakan dengan kertas warna dan kemudian diberi angka 1 – 10

· Lubangi bagian tengah lingkaran kemudian di beri kawat dan ditempelkan pada papan persegi ukuran 60 x 60 cm, pastikan lingkaran tidak menempel pada papan kardus sehingga bisa di putar

· Buatlah simbol anak panah pada papan persegi untuk menunjukkan angka pada lingkaran itu berhenti


Tahap 2 :

· Bentuk styrofoam dengan ukuran 40 x 60 cm dengan dilapisi kertas kilap

· Buatlah lubang tidak tembus berbentuk kotak kecil di dalam styrofoam sebanyak 10 kotak, potongan kotak tidak dibuang, namun dilapisi dengan kertas warna dan ditempel angka 1 – 10 pada kotak yang berbeda kemudian diberi pins sebagai pegangan penutup kotak

· 10 kotak yang sudah dilubangi ditempel gambar buah dengan jumlah buah sesuai pada potongan angka dikotaknya





Tahap 3 :

· Buatlah 3 buah kotak kubus dari styrofoam

· Sediakan kardus yang di potong persegi berukuran lebih besar dari kotak kubus styrofoam yang kemudian potongan kardus tersebut ditempelkan pada kotak kubus sebagai alas

· Kemudian tancapkan sumpit pada atas kotak kubus styrofoam

· Sekitar kotak kubus dan kardus bisa ditempeli dengan gambar buah – buahan yang berbeda

· Sediakan gambar buah yang berbeda yang digunting menyerupai buah, kemudian diberi lubang dengan pembolong kertas. Lubang ini yang disesuaikan dengan sumpit agar bisa dimasukkan. (pada alat permainan kami, kami membuat 3 buah berbeda, yaitu : stroberry, pisang, mangga).







Cara Memainkannya:

1. Tahap 1, Anak diminta untuk memutar roda

Pada papan diatas roda berhenti pada anak panah warna merah yang menunjukkan angka 4.

2. Tahap 2, Anak menunjuk kotak yang sesuai dengan nomor yang mereka dapatkan, lalu membuka kotak tersebut, Kotak yang dibuka kotak angka 4

*dibalik kotak 4 terdapat gambar 8 buah mangga

3. Tahap 3, Setelah anak menemukan buah didalam kotak mereka harus menebak buah apakah yang tertera di dalam gambar. Lalu mereka diminta memasukkan gambar buah berlubang berdasarkan jumlah angka yang tertera pada kotak tadi di batang kayu kecil yang telah kami sediakan.



Walaupun terbagi dalam 3 tahapan, alat permainan ini merupakan 1 kesatuan alat permainan yang menyenangkan.

Demikian alat permainan edukatif yang kami sajikan, semoga bermanfaat 😉

@sekitar_putri
#sekitar_putri #APE #AlatPermainanEdukatif #Kognitif #PAUD #Psikologi
Kinanti,
Sahara,
Olivia

Juli 08, 2018

YANG PALING UTAMA

"Ingat ya, putri. Ini semua tentang prioritas."

"Siap Kapten. Judulnya : Skripsweet yang memanggil. hehe.."

"Menurutmu apa coba bedanya : yang paling utama dan yang diutamakan?"

"Mulai lagi nih ceritanya membandingkan kalimat aktif dengan kalimat pasif?"

"Biar obrolannya selalu seru. Siapa tahu bisa membuka pemikiran baru."

"Dan pemahaman yang baik, ya. Jadi apa bedanya? Emm... mungkin begini : kalau yang paling utama itu bisa jadi sesuatu itu ada di deretan paling teratas. Sedangkan yang diutamakan, bisa jadi bukan lagi tentang urutan. Tapi yang perlu diperioritaskan."

"Nah, masuk akal. Sama seperti : yang paling utama adalah selalu berdoa dan meminta kepada Allah sebanyak yang kita inginkan. Karena ada garansi akan dikabulkan. Sedangkan yang diutamakan itu sudah urusan Allah, doa yang mana dulu yang Allah pertimbangkan sesuai yang menurut-Nya paling sedang kita butuhkan. Itu versi Allah."

"Lalu?"

"Kalau versi a. Yang paling utama adalah mendoakanmu agar selalu diberi kemudahan untuk menyelesaikan sesuatu. Sedangkan yang diutamakan, semoga Allah melindungimu dengan nikmat afiatnya."

"Apa?"

"Bersamamu saat ini pun sudah merasa yang paling utama sekaligus yang diutamakan."

@azurazie_
@sekitar_putri

Juli 06, 2018

YANG TERKADANG TIDAK DIPEDULIKAN

Yang terkadang tidak dipedulikan, adalah kenyataan bahwa kemudahan-kemudahan yang sedang kamu rasa saat ini. Lebih banyak karena campur tangan orang lain. Tidak mulus dari hasil jerih payahmu sendiri. Hasil dari bantuan mereka yang tanpa pamrih. Tanpa memperhitungkan untung-rugi. Karena memang berniat sekadar berperan sebaik mungkin. Sebagai manusia yang keberadaannya ingin bermanfaat untuk sekitarnya. Dan dirimu hanyalah dampak kecil dari kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan. Sekadar kecipratan dari manfaat kebaikan mereka yang luar biasa faedahnya.

Yang terkadang tidak dipedulikan adalah kenyataan bahwa pencapaian kamu saat ini. Lebih dominan hasil dari doa-doa tulus orang-orang di sekitarmu. Mereka yang tanpa sepengetahuanmu, bersedia menengadahkan tangan, sambil merapal harap bahwa kapanpun dan di manapun dirimu berada, selalu dalam keadaan paling baik. Mereka yang senantiasa khawatir dengan keadaanmu ketika berada di luar. Jauh dari jangkauan mata. Siapa yang tahu doa tulus siapa yang telah didengar untuk memuluskan setiap langkah-langkahmu hingga di detik ini kamu mengingatnya.

Mengingat bahwa tanpa bantuan dan doa orang lain, tidaklah ada daya dan upaya. Apalagi bila menyadari dirimu sendiri menjadi orang yang paling malas berdoa. Malas tunduk dan beribadah atas kuasa-Nya. Menyadari bahwa doa-doamu yang alakadarnya itu belum tentu 'berat' tulusnya untuk segera dikabulkan.

Lalu kau tiba-tiba terpikirkan. Terkadang itu yang benar-benar tidak kamu pedulikan. Acuh saja tanpa mau berupaya untuk ikut membantu meringankan beban mereka. Bukankah mereka juga butuh sokongan? Bukankah mereka jua penuh kekurangan. Bukankah mereka jua jauh dari kata layak untuk di doakan dalam kebaikan-kebaikan.

Bukankah kita juga inginnya keberadaan ini menjadi manfaat untuk orang lain. Bukan malah menyusahkan. Bukan kah kita sering tidak memedulikan hal yang demikian?

@azurazie_