Desember 04, 2020

TERBALIK TERBAIK

Kita selalu inginnya yang terbaik, bukan justru yang terbalik.

Terbaik sesuai keinginan. Terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan. 

Dan ketika realitanya justru terbalik, bisa langsung murung, berkecil hati.

Kadang kala bermuram hanya karena hal-hal sederhana. Yang kalau di situasi normal hal itu mudah saja kita lalui. Tapi karena kadung kecewa dengan ekspektasi sendiri, justru yang sederhana itu bisa memberatkan langkah kita berikutnya.

Tiba-tiba turun hujan, misalnya.
Membuat kita terlambat ke suatu tempat.

Padahal tidak selalu yang menurut kita terbalik, itu bukan hal yang terbaik yang telah Allah pilihkan. Jangan-jangan sebab terlambat itu, Allah menyelamatkan kita dari bahaya yang lebih besar. Terbalik menurut kita, menjadi terbaik untuk kehidupan kita sendiri.

Kita suka sebal bila sesuatu menjadi terbalik, padahal berharapnya selalu ingin yang terbaik.

Maka, penting mendidik hati sendiri untuk selalu mengedepankan prasangka baik dalam setiap suasana. Agar hati tidak mudah begitu saja kecewa. Pikirkan dulu kira-kira apa hikmahnya. Koreksi juga kenapa sebabnya. Setelah itu bisa memutuskan langkah berikutnya.

Semoga dengan begitu, baik terbalik maupun dapat yang terbaik. Kita selalu terbiasa bersyukur dan bersabar dalam melaluinya.

Semoga!
@azurazie_

MENUMPANG HIDUP

Sama seperti kita, manusia yang menumpang hidup di dunia.


Makhluk-makhluk hidup lain pun demikian. Seolah menumpang hidup di sekitar kita. Seperti sekelompok semut yang berbaris di tembok rumah atau mengerumun sisa-sisa makanan di meja dapur. Seperti kucing-kucing liar yang kalau kita buka pintu langsung mengeong meminta makan. Seperti cicak-cicak yang bertengger di plafon di kala malam. Dan makhluk lainnya. Mereka semua seolah menumpang hidup di sekiataran kita sebagai manusia.


Yang kadang kala tingkah laku mereka membuat jengkel kita. Karena merasa terganggu. Karena sudah membuat kotor. Atau bahkan bisa berujung merugikan.


Sebagai yang punya hobi merawat tanaman pun begitu. Ulat-ulat yang menumpang hidup dengan memakan daun-daun #caladium kita. Atau keong racun yang sedang asik makan dedaunan. Sampai rumput-rumput liar yang suka ikut tumbuh di dalam pot tanaman hias kita. Mereka semua seolah menumpang hidup di sekitaran kita. Sedikit banyak mengusik keseharian kita.


Tapi, kalau direnungi ulang. Allah Maha begitu baik kepada kita semua. Sebagai manusia yang menumpang hidup di dunia, tentu manusia ini memiliki tingkah laku yang lebih beragam dari mahkluk-makhluk lain. Karena kita diberi akal dan pikiran.


Boleh jadi Allah pun suka jengkel melihat tingkah laku kita yang cenderung berlebihan. Yang suka keluar dari aturan.

Tapi, kitanya masih merasa aman-aman saja. Karena Allah lebih bijak menunda balasan itu. Tidak seperti kita yang serta merta langsung menghardik kucing-kucing liar yang tidak sengaja menyenggol pot tanaman kita hingga pecah. Tidak seperti kita yang langsung menyapu/menyiram semut-semut yang bergerayang di salah satu buah kita.


Bukankah begitu?

@azurazie