September 26, 2014

asa & doa jilid 2

lagi-lagi secara tidak sengaja aku mendengar asa & doa berbisik-bisik tentangmu, tidak jauh dari sajadah yang aku bentangkan.

mereka mendebatkan satu hal, kamu lebih senang di doakan atau diharapkan.

doa memiliki pandangan yang tulus sekali, katanya kamu harus selalu menjadi inti dari doa-doa yang baik. doa yang mampu mewujudkan semua harapanmu. sesuai dengan yang kamu butuhkan.

asa tidak mau kalah berargumen, katanya kamu lebih senang diharapkan. menjadi pusat perhatian dan tempat berlabuhnya semua tujuan. kamu harus selalu menjadi doa yang menghangatkan semua harapan.

aku tertawa kecil sambil mengusap kepala. seberapa pun gigihnya mereka mempertahankan pendapat masing-masing. mereka tidak pernah tahu, bahwa kamu lebih butuh diperjuangkan. bukan sekedar menjadi harapan.
bukankah begitu?

di lain kesempatan aku melihat asa dan doa berjabat erat. suasananya menjadi lebih hangat, lebih bersahabat. tidak ada lagi jeda tujuan di antara keduanya. sudah terbentuk satu pandangan yang sama.
mereka sepakat, apapun harapannya dan apapun doanya semoga selalu membawa kebaikan untukmu. kebaikan yang mewarnai perjalanan masa depan yang lebih nyata.

aku mengerutkan dahi, semakin menerka-nerka dalam tanya. sebenarnya selama ini yang mereka maksud dengan kamu itu siapa?
mungkinkah aku mengenalnya?











biarkan

biarkan. biarkan waktu malam ini terasa lebih lambat dari biasanya. seperti waktunya seseorang yang tengah menunggu. meskipun aku tidak sedang menanti datangnya sesuatu.

biarkan. biarkan malam ini menjadi malam yang lebih panjang. seperti malam-malamnya seseorang yang selalu sendirian. meskipun aku tidak sedang kesepian.

menjadi waktu yang efektif untuk melepaskan semua beban pikiran. menjadi malam yang menghangatkan suasana ketenangan.

menjadi waktu yang membuat jeda sejenak carut-marutnya rutinitas dunia. menjadi malam yang menyepikan hingar-bingar masalah-masalah yang ada.

biarkan. biarkan malam ini menjadi lebih segar udaranya. lebih lega menghela napasnya.

biarkan. biarkan malam ini terasa begitu berbeda. darah di kepala tidak menggumpal penat. hati tidak dirundung gelisah kuat. pikiran tidak diserang kebingungan akut.

biarkan. biarkan malam ini di nikmati dengan begini adanya. sebab tidak menutup kemungkinan ketika pagi menjelang, segala macam 'beban' akan kembali sedia kala.

biarkan. biarkan malam ini terasa lebih panjang dari biasanya. dan ketika pagi kembali datang semoga harapan baru akan ikut menyapa kita.







kamu pernah?

kamu pernah membaca tulisan yang seolah-olah kamu sedang bercermin ketika membacanya?
aku pernah.

aku pernah tiba-tiba tertohok oleh 'pantulan bayangan' tulisan itu, seakan-seakan di depan mataku sendiri tengah berdiri si tua bijak yang sedang memarahiku karena satu kesalahan fatal. ia berkotbah asam garam kehidupan dan aku tidak bisa berkutik dibuatnya. itu tulisanmu yang berisi sindiran dan teguran.

kamu pernah?

aku pernah melihat wajahku di rundung pilu, seakan ingin menangis, terenyuh, tersentuh ketika membaca tulisan itu. seakan tiap kalimat yang terurai, tertulis rapi di atas sebuah air yang bening. dan aku bisa melihat ekspresi wajahku ketika membacanya. itu salah satu tulisan terbaikmu yang memuat remah-remah hikmah kehidupan.

kamu pernah?

aku pernah merasa hatiku tiba-tiba sejuk, damai, tenang sekali. perlahan-lahan mulai tumbuh tunas-tunas harapan. mulai menyala bara-bara semangat. oleh sebuah nasihat-nasihat bijak, kata-kata motivasi. seakan aku sedang berkaca untuk melihat kekuranganku sendiri. bercermin pada kealfaan yang aku buat. tulisan itu seperti kaca yang ternoda. ada harapan aku bisa membersihkannya dengan memperbaiki laku dan etika. kamu ingat tidak pernah menulis tentang nasihat-nasihat bijak?

kamu pernah?

aku pernah menikmati suasana hati yang tiba-tiba hangat akan harapan. mata yang berbinar akan impian. oleh sebab membaca tulisan. suatu waktu ketika aku membaca tulisan yang memuat tentang perasaanmu. ya meskipun di sana tidak tertera nama yang dituju. itu tidak mengurangi kehangatannya.

aku hanya ingin bercermin sejenak di sana. melihat bayangan wajahku yang merasakan hal yang sama dengan yang kamu rasa. sekalipun tulisan itu kamu tunjukan untuk seseorang yang entah siapa di luaran sana. sedangkan kamu tidak akan tahu, rasa versiku itu untukmu sang penulisnya.

kamu pernah?
sungguh aku pernah!








September 16, 2014

tempat menemukanmu

orang tua bilang mencari teman hidup tidak hanya sekedar baik orangnya, tapi asal-usul dan di mana awal kamu menemukannya juga penting.

lingkungannya baikkah? bertemu di tempat yang baikkah?

umm... perihal ini membuat aku ikut berpikir. tepatnya menerka-nerka. benar juga, pada akhirnya di manakah aku menemukan keberadaanmu?

di perjalanan sepanjang jakarta-bogor kah? tempat di mana aku lebih sering lewati. atau di beberapa titik tempat aku singgah.

ya, perjalanan pulang mengharuskanku singgah sebentar untuk menunaikan kewajiban magrib-isya. di waktu-waktu itukah kita bertemu? di salah satu masjid/mushola yang aku datangi? barangkali kamu ikut bagian menjadi makmum di barisan jamaah sholat. atau kita tidak sengaja berpapasan sewaktu mengambil wudhu?

rahasia kecilnya, aku sangat menghargai perempuan yang mau menyempatkan diri menunaikan ibadahnya ketika dalam perjalanan. kamu pun demikian bukan?

atau kita akan bertemu di salah satu toko buku di kota ini. ya, sedikitnya dua kali dalam sebulan aku akan mengunjungi toko buku. entah di kota depok ataupun bogor. barangkali kita bertemu di sana? di antara rak-rak berisi buku baru dengan aroma khasnya yang sangat menenangkan. jarak kita hanya sepelemparan batu. aku membaca di rak bagian novel, kamu sedang asyik senyum-senyum sendiri membaca komik.

rahasia kecilnya, aku suka dengan perempuan yang gemar membaca. mungkinkah aku akan menemukanmu di sana?

atau secara tidak sengaja kita bertemu di tempat yang tidak terduga sama sekali. kalau kamu tipe 'si pejalan kaki'. tipe yang suka ngebolang menyisir jalan keramaian sendirian. barangkali kita ada kesempatan berpapasan di sana.

ketika kamu melihat ada laki-laki kurus kerempeng dengan rambut tidak pernah di sisir sedang jalan kaki ke sembarang arah dengan menyoren tas kecil. sapa saja. kalau kamu sedang beruntung, lelaki itu bisa jadi aku. haha... akankah justru kita akan bertemu di suasana yang seperti itu?

ah, aku semakin penasaran di manakah tempat yang baik, sekiranya kita akan dipertemukan? atau begini saja. saat aku belum juga berhasil menemukanmu. mari kita berharap kamu bisa menemukanku lebih dulu di tempat yang baik.

bisa bekerja sama dengan selalu berada di tempat yang baik?








sedang lupa ingatan

kau dan aku sebelumnya pernah dipertemukan di alam sebelum dunia ini terbentuk. kedua nama kita tertulis di buku takdir yang sama. di lembar yang berdekatan. untuk itulah ada jaminan setiap makhluk adalah berpasangan.

barangkali saat itu kita sudah saling mengenal satu sama lain. dan bisa dikatakan, ketika kita mulai singgah hidup di dunia yang sementara ini, kita seakan lupa ingatan.

kau dan aku kembali menjadi orang asing. menjadi orang yang berjuang keras menemukan kembali ingatannya. mengingat catatan penting sebuah takdir yang hilang.

kau dan aku tidak begitu paham bagaimana cara mengembalikan ingatan itu. hanya memiliki petunjuk sedikit, ketika hati ini merespon getar rasa yang sama, ada kemungkinan ingatan berharga itu akan kembali. meskipun tidak seketika mulus 100%.

ada petunjuk bahwa rasa yang orang lain sebut cinta itulah kunci dari semua ingatan yang pernah ada.

seperti itulah cara kau dan aku mengumpulkan ingatan-ingatan. sembari berharap ingatan tentangmu memanglah baik. pun demikian, tentang aku dalam ingatanmu juga baik.

sebab kita semua ingin berpasangan dengan yang baik bukan? dengan seseorang yang namanya memang tertera di buku takdir yang sama.

bisakah kau mengingatku dengan lebih cepat?






tulisan yang mengendapkan harapan

dulu seingatku, pernah menulis tentang fungsi kata-kata selain sebagai bacaan. kata-kata punya sifat unik, ia pandai menyerap ingatan. mengendapkannya menjadi sesuatu yang sangat berharga. menyimpan kenangan salah satunya.

kau tahu, kata-kata yang pernah ku tulis dulu, menyimpan begitu banyak harapan. mengendapkan perasaan-perasaan yang dulu aku utarakan melalui sebuah tulisan. aku tahu kau suka membaca, karena itu aku belajar menuliskan rasa itu dengan sedemikian rupa.

berharap kau mengerti, meski di waktu yang bersamaan aku takut jika kau mulai bisa memahami maksud hati.

harapan dalam tulisan itu kini dingin membeku karena tidak pernah lagi kau baca. memang bukan sepenuhnya salahmu, karena aku yang berhenti menuliskannya.

kini, tiba-tiba saja kau datang menanyakan lagi tulisan-tulisan itu. dan harapan-harapan itu masih tetap sama, tidak berkurang sedikitpun kadarnya.

layaknya es yang membeku akan perlahan mencair oleh hangatnya matahari pagi. endapan harapan itu pun perlahan mulai terurai ketika kau 'menghangatkan' tulisanku lagi.

kau masih suka membaca kan? bolehkah aku menulis lebih banyak lagi tentang harapan perasaan?






September 11, 2014

mari ceritakan semua

mari ceritakan semuanya. tentang letihnya setelah bepergian. tentang perut yang sedang keroncongan. tentang mata yang mulai mengantuk. tentang tenggorokan yang sedikit gatal, sesekali batuk.

mari ceritakan semuanya. tentang ikan-ikan kecil yang tetap asyik berenang di antara arwana yang siap kapan saja menyerang. tentang delapan ekor marmut yang selalu bunyi ketika melihat kelebatan orang. tentang rembulan yang sedang bertengger di langit terang.

mari ceritakan semuanya. tentang jangkrik yang sibuk mengerik. tentang nyamuk-nyamuk yang sedikit-sedikit mengusik.

mari ceritakan semuanya. tentang angin dingin yang leluasa berhembus dari daun pintu yang terbuka lebar. tentang seekor kucing tetangga yang selonong boy ke dapur.

mari ceritakan semuanya. duduk istirahat sejenak. perhatikan semua hal yang selalu bergerak. bukankah bukan kau saja yang selalu terlihat sibuk?






percakapan asa & doa

suatu ketika asa dan doa tengah duduk bersama dalam sebuah perbincangan yang menarik.

"doa apa yang sering kau dengar dari lidah anak muda itu tentang jodohnya?" asa berujar.

"kebaikan. ia lebih banyak meminta Tuhan agar selalu mencurahkan kebaikan-kebaikan untuk seseorang yang wajahnya saja ia belum kenali." doa menanggapi dengan antusias.

"waaah ini menarik." kata asa tak kalah antusias.

"lalu harapan apa yang kau rasakan tulus dalam hati pemuda itu?" doa ingin sekali tahu.

"ia sangat berharap bisa menjadi bagian dari kebaikan itu sendiri."






ini tentang rindu

ini tentang rindu yang sesekali datang tiba-tiba.

tentang ia, sosok seseorang tanpa nama yang selalu terselip dalam doa-doa.

tentang ia, yang nantinya ditakdirkan sebagai pelengkap masa tua.

tentang ia, yang keberadaannya masih misteri, perangai, sifat, tutur kata, kebiasaan-kebiasaan dan hatinya masih tersembunyi. diam-diam asanya mengikuti takdir ilahi.

tentang ia, satu-satunya sosok yang akan menjadi jodoh kita. untuk masa depan yang berbahagia.

ini tentang rindu yang sesekali datang tiba-tiba.

lalu apakabar imanmu? baik-baikkah di sana?








September 03, 2014

kemarilah. duduk di sini. ceritalah.

kemarilah. duduk di sini. ceritalah. tentang apa saja. tentang apa-apa yang sedang kau pikirkan. tentang isi kepala yang minta segera di muntahkan.

kemarilah. duduk bersandar. ceritalah. tak perlu ragu. sampaikan kepadaku. semuanya. semua yang kau rasa perlu aku tahu. semua yang kau tahu tidak ada ruang yang cukup lagi di kepalamu.

kemarilah. mendekat ke sini. ceritalah. ceritakan semampumu. sesuatu yang sedang menjadi bebanmu. aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu. pendengar yang hanya perlu mendengar, tidak turut mencerewetimu.

kemarilah. rebahkan kepalamu. ceritalah. selama apapun yang kau mau. selama waktu yang kau butuhkan untuk kenyamanan perasaanmu.

kemarilah. duduk di sini. ceritalah.






teman seperjalanan

perjalanan yang baik akan mempertemukan teman-teman seperjalanan.

itu katamu, setiap hendak melakukan petualangan baru.
awalnya kamu adalah tipikal orang yang lebih suka berjalan sendirian. alasannya sederhana. ketika berjalan sendirian, kita tidak perlu ikut membawa beban orang lain. bebas, sebebas-bebasnya tanpa ada aturan yang mengikat dengan hak mereka.

katamu itu teori yang sederhana, meskipun aku setengah pusing memahaminya.

ya dengan berjalan sendirian kita bebas menentukan langkah awal, dan sampai mana akan berpetualang.

tidak perlu merasa tidak enak karena barangkali orang lain akan merasa bosan, mulai jenuh, mulai lelah dan sebagainya. hingga memutuskan pulang.

bukankah perjalanan yang seru adalah perjalanan yang kita tentukan sendiri batasnya, bukan karena keterbat
asan orang lain. katamu panjang lebar.

aku mengangguk saja, sembari melihatmu mulai menggendong tas besar itu di punggung. entah ke mana lagi kakimu itu melangkah.

perjalanan sendirian yang mempertemukan teman seperjalan ya? sepertinya menarik.

waktu berlalu menghapus jejak-jejak sebelumnya.

ternyata kamu benar-benar membuktikan teori itu. setelah sepulanganmu, kamu tak lagi sendirian. rupanya kamu berhasil menemukan teman seperjalanmu itu, seseorang yang memiliki teori yang kurang lebih sam
a denganmu.

hingga teori baru pun lahir. bukankah lebih menyenangkan berpetualang dengan orang yang memiliki hobi yang sama, memiliki prinsip dan pandangan hidup yang sama?

aku tercengang, ini hal yang menarik. seseorang yang kukenal selalu bepergian ke mana saja sendirian, kini mulai diiringi langkahnya oleh orang asing. seseorang yang kamu kenalkan sebagai teman seperjalanan.

aku sampai bertanya-tanya, bagaimana rasanya memiliki teman seperjalanan? seseru itukah petualanganmu itu?
 

 




selamat telah menjadi seorang ibuk

menjadi sehangat-hangatnya pelukan untuk buah hatimu. menjadi senyaman-nyamannya tempat perlindungan titipan Rabbmu.

selamat telah menjadi seorang ibuk.

menjadi syurga untuk mereka di bawah telapak kakimu. menjadi taman didik terbaik mengenal tuhannya, untuk anakmu.

selamat telah menjadi seorang ibuk.

seorang ibuk yang dimuliakan anakmu, anak-anak yang tumbuh menjadi peribadi yang baik, soleh dan mengharap ridho Allah, melalui bakti kepadamu.

selamat menjadi sebaik-baiknya ibuk untuk mereka. bersama-sama bahagia dalam suka cita.