Maret 22, 2023

TITIK AMAN

Titik aman bagi seorang manusia kepada manusia lain adalah: ketika lisan dan perbuatannya terjaga. Tidak sampai menyakiti atau bahkan merugikan orang lain. Hak-hak sesamanya terjaga dengan baik. Menjadi pribadi yang lebih banyak memberikan manfaat untuk sesama. Hingga mendatangkan kebaikan-kebaikan berikutnya. 

Titik nyaman bagi seorang manusia kepada manusia lain adalah: ketika keberadaannya itu bisa menenangkan atau bahkan sampai menyenangkan. Seolah dengan keberadaannya segalanya jadi terasa lebih mudah. Jadi terasa lebih indah. Hadirnya saja mampu menambah rasa syukur, pun kita juga bisa jadi lebih sabar. Karena dengan keberadaanya kita tak lagi merasa berjuang sendirian. Apalagi perannya yang jadi memudahkan banyak hal. 

Maka, jadilah pribadi yang lebih baik, yang kelak tidak akan dituntut karena lisannya yang tak terjaga. Tidak akan dituntut karena perbuatannya yang tak dapat diterima. Jangan sampai menjadi muflis. Kehabisan tabungan amal baik karena harus membayar ketidakterimaan orang lain atas perbuatannya selama di dunia. 

@azurazie_

Maret 18, 2023

YANG TIDAK PUNYA APA-APA

Kita yang tidak punya apa-apa ini, sebenarnya beruntung. Sejauh ini Allah masih menutupi aib-aib kita, sehingga orang lain masih mau mengenal, menyapa, berbaur dan hidup berdampingan dengan kita. Orang masih merasa aman dan nyaman atas keberadaan kita. Seandainya sewaktu-waktu dibuka aib-aib itu, ke mana hendak kita palingkan muka?
Kita yang bukan siapa-siapa ini, sebenarnya beruntung. Karena nama baik dan keberadaan orang tua kita, orang lain masih mau respect kepada kita. Atas nama baik orang tua itu, yang dihormati karena akhlakul karimahnya, yang dihormati karena keteladanannya. Yang dihormati karena kesederhanannya. Yang dihormati karena sifat-sifat baiknya. Kita sebagai anaknya secara tidak langsung ikut dihargai karenanya. Seandainya tidak memiliki orang tua yang seperti itu, di mana hendaknya kita bisa hidup rukun bertetangga? 
Kita yang tidak memilki apa-apa dan bukan siapa-siapa ini, sebenarnya beruntung. Atas keberkahan ilmu dan keikhlasan guru-guru kita, kita bisa jadi pribadi yang lebih beradab. Menjadi pribadi yang lebih berakhlak baik. Lebih bisa memilah-milah mana yang sebaiknya dilakukan, mana yang tidak. Seandainya tidak ada keberkahan dan keikhlasan itu, sampai kapan kita menjadi bodoh dan tidak tahu apa-apa? 

@azurazie_

Maret 13, 2023

SEBERAPA SERING

Seberapa sering kita meminta didatangkan rezeki dari sumber yang tidak disangka-sangka dan di waktu yang bersamaan kita tidak sadar sedang menyangka Allah kurang memenuhi tiap-tiap kebutuhan kita? 

Seberapa sering kita terlalu erat menggenggam sesuatu yang sedang kita punya dan di waktu yang bersamaan kita tidak sadar bahwa yang digenggam itu ada masanya akan terlepas juga? 

Seberapa sering kita menggerutu tentang doa-doa yang belum juga dikabulkan dan di waktu yang bersamaan kita tidak sadar sudah meragukan kalau janji Allah itu pasti akan datang pada waktu-waktu terbaiknya? 

#Qum! 
#azurazie_ 

EPISODE HIDUP

Ada episode hidup yang tidak begitu kita sepakati akan tetapi tetap kita jalani,itulah takdir. Karena kita mampu untuk melaluinya dengan kadar sabar yang benar dan syukur yang tak terukur, sampai dengan titik akhir. Karena percaya, apabila tetap tabah mengikuti alur yang sudah Allah atur, segalanya akan terasa lebih    terjamin. Karena episode hidup yang terjadi dan akan dilalui, sudah diatur sesuai dengan kemampuan. Untuk menjalaninya, untuk melaluinya. Serta kemauan kita untuk selalu bisa bersyukur atas segala sesuatunya. Tetap bersabar atas segala situasinya. 


@azurazie_

Maret 12, 2023

Buku Qum!

Bismillah...

Untuk manusia yang tidak bisa lepas dari yang namanya keresahan-keresahan, adalah tulisan yang bisa menjadi katarsis yang baik. Sebagai penetrasi untuk lebih menyederhanakan pikiran yang rumit. Berasal dari keresahan itu pula, pada akhirnya buku Qum! ini bisa selesai disusun dengan baik. Keresahan yang menimbulkan pertanyaan, bagaimana bila suatu hari nanti yang namanya social media tiba-tiba tutup, tidak lagi bisa diakses? Lalu bagaimana nasib tulisan-tulisan yang pernah berserakan di beranda seperti Instagram, tumblr dan blog itu? Sayang sekali kan kalau tulisan-tulisan itu tidak bisa lagi untuk sekadar dibaca ulang. 

Buku Qum! Ini berisi kumpulan-kumpulan tulisan dan cerpen yang mudah-mudahan bisa untuk sekadar meredakan keresahan-keresahan lain, untuk sama-sama berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. Qum! bangunlah...

Buku Qum! Bisa dipesan di pesan via Shopee  dan whatsapp ya.