Mei 14, 2022

CERITA HAYYIN & OYEN : KENAPA HARUS BELAJAR?

"Ayah, ayah kenapa sih kita harus belajar?" Tanya Hayyin tiba-tiba. Dia bosan, karena ditinggal tidur siang oleh Si Oyen, kucing kesayangannya.

"Hmm... kalau menurut Hayyin kenapa?" Ayah malahan balik bertanya.

"Biar tambah pintar." Jawab Hayyin yang kurang puas dengan jawabannya sendiri. Kalau cuma untuk itu dia sudah tahu.

"Itu benar. Tapi bukan yang utama."

"Maksudnya, Yah?" Hayyin penasaran.

"Belajar itu. Selain karena memang kewajiban bagi kita sebagai muslim. Belajar juga agar kita bisa jadi lebih baik dari hari kemarin. Kita bisa jadi lebih tahu setiap harinya."

"Terus kenapa jadi pintar bukan yang utama, Yah?" Hayyin memastikan.

"Jadi pintar itu cuma bonus, Nak. Jadi lebih baik itu yang lebih utama. Karena banyak yang jadi pintar. Tapi kepintarannya tidak membuat dia jadi lebih baik dari hari kemarin. Kepintarannya justru menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik."

"Makanya kita belajar, agar kita jadi lebih tahu. Dengan lebih tahu, kita akan lebih berusaha menjadikan diri kita hari ini, jadi lebih baik dari hari kemarin."

Hayyin mengangguk mulai paham.

"Tuh, Oyen. Belajar. Jangan bobo terus." Hayyin menjawil perut Oyen.


#kisahhayyindanoyen
#azurazie_
#kolabo_id

Mei 02, 2022

IDUL FITRI 1443 H

Wahai jiwa-jiwa yang lulus akan titah Tuhannya. Untuk sepenuh patuh menjalankan perintah dalam rukun islam. Berpuasa di bulan Ramadhan. Semoga jiwa-jiwa itu pun pada akhirnya akan lolos, sebagai hamba yang muttaqin.

Mari merayakan kelulusan di hari lebaran. Semoga kita semua pun bisa lolos dalam pemakluman. Dari segala khilaf atas lisan dan perbuatan. Dalam ikhlas memohon maaf. Dan ridho dalam memaafkan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

*تَقَبَّلَ اللّهُ مِناَّ وَ مِنْكُمْ صِيَامَنَا وَ 
صِيَامَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ*

@azurazie_
@sekitar_putri
@khansatazkiyahayyin

April 27, 2022

TERUSKAN


Teruslah berjuang, hingga pada akhirnya syukur yang akan kau ucap lebih dulu. Bukan lelahnya.

Tetaplah bertahan, sampai syukur yang akan kau rasa. Bukan putus asanya.

Dan menunggulah, ketika kau yakin itu memang milikmu. Bukan ragunya.

Dan yakinilah, selepas berjuang, selepas bertahan, selepas menunggu. Kau berhak mendapatkan lebih. Rasa syukur karena tidak menyerah. Dan tentu terima kasihnya.

@azurazie_

April 25, 2022

CERITA HAYYIN & OYEN - BERANI BERTERUS TERANG


"Anak ayah kenapa nih sepanjang jalan cemberut aja?" 

Hayyin dan Ayah berjalan beriringan. Baru selesai berbelanja di warung dekat rumah. Masing-masing menenteng tas belanja yang sengaja dibawa dari rumah. Ayah membeli sembako pesanan ibu. Hayyin membeli jajanan.

"Aku sebal, Yah. Aku kan sudah besar sekarang. Tapi masih aja ada yang suka cubit pipi kalau ketemu di jalan." Hayyin menjelaskan protesnya.

"Iya, ya. Kenapa gitu ya." Ayah pura-pura mencari tahu penyebabnya. "Mungkin karena anak ayah imut-imut dannmenggemaskan kali nih. Alhamdulillah."  Ayah ikutan menjawil pipi Hayyin.

"Tapi kan, Yah. Aku nggak suka."

"Iya iya, ayah paham. Nanti kalau ada yang begitu lagi. Ayah tegur baik-baik ya orangnya."

"Jangan, Yah. Nanti aku malu." 

"Oh iya, anak ayah kan sudah besar, ya. Jadi harus bisa bilang sendiri. Harus berani menolak sesuatu yang kamu nggak suka. Tentu dengan cara yang santun dan nggak menyinggung orang lain. Ayah yakin nanti mereka ngerti kok." Ayah mencoba membesarkan hati. "Jangan lupa ketika mendapat pujian dari orang lain. Kita harus mengucap Alhamdulillah."

Hayyin mengangguk.
Meong.... meong...
Sesampainya di rumah. Oyen langsung menyambut antusias. Karena sudah dijanjiin sosis.
"Aduh... duh... sebentar Oyen. Sosisnya di kupas dulu."

Meong... meong...

@azurazie_

April 23, 2022

ALLAH YANG MENCUKUPI

Sebagian orang berharap segala sesuatunya akan mendapatkan lebih.

Semoga kita menjadi sebagian lain yang lebih berharap segala sesuatunya menjadi berkah.

Meski mungkin tidak selalu mendapatkan lebih.

Setelah berletih-letih mengupayakan sesuatu yang dibutuhkan. Kita terlanjur berharap akan mendapatkan lebih dari apa yang diharapan.

Sampai lupa, yang bisa menutupi kebutuhan itu. Yang bisa memuaskan harapan itu. Adalah nilai keberkahan. Berkah yang membuat segala sesuatunya menjadi terasa cukup.

Maka, sungguh beruntung bila sudah diberi nikmat rasa cukup.
Sebab, Allah jualah yang mencukupi.


@azurazie_

April 22, 2022

CERITA HAYYIN & OYEN - DUH, HAUS RASANYA

Pukul : 11.00 

"Ayah, ayah." Panggil Hayyin ketika melihat ayahnya selesai tadarus.

"Kenapa, Sayang?" 

"Ummm.... nggak jadi deh." Hayyin terlihat ragu-ragu dan beralih ke kucing kesayangannya. "Oyen, jangan minum terus dong. Mentang-mentang nggak puasa. Huuh.." 

Meong-meong. Oyen protes yang sedang asik minum merasa diganggu.

"Anak ayah kenapa sih, dari tadi cemberut aja." Tanya Ayah melihat gelagat putrinya yang menggemaskan.

Hayyin menggeleng. Oyen melendot manja. Ingin diajak main.

"Gimana puasanya, masih kuat nggak?"

"Nggak kerasa lapar sih, yah. Tapi haus. Nggak tahan."

"Tahan ya sayang, sebentar lagi dzuhur. Hayyin, boleh buka dulu kok. Boleh minum." Ayah mengusap-usap kepala putrinya.

"Kan puasa nggak boleh makan dan minum, yah. Batal dong." Hayyin mengonfirmasi.

"Hayyin kan lagi belajar puasanya, jadi nggak apa-apa kalau nggak kuat. Nanti jam satu lanjut lagi deh puasanya sampai maghrib." Ayah menjelaskan.

"Tapi, Yah. Temanku katanya bisa puasa seharian nggak batal."

"Alhamdulillah kalau gitu. Nanti juga kamu bisa kalau sudah terbiasa. Ayah yakin. Jadi makin disayang Allah deh kalau puasanya lancar."

Allahu akbar.. allahu akbar...

"Allahu akbar... Alhamdulillah... Tuh.. sudah adzan dzuhur, jadi mau buka nggak nih?" 

"Nggak deh, Yah. Aku mau disayang Allah."

"Kamu yakin?"

Hayyin mengganguk.

"Alhamdulillah."

Ayah tersenyum.


@azurazie_



CERITA HAYYIN & OYEN - MEMBANTU IBU

"Oyen, oyen, makannya pelan-pelan dong. Jangan sampai berantakan." Ujar Hayyin sambil bisik-bisik. "Duh, kebiasaan nih kamu mah. Ibu kan sudah nyapu tadi." Lanjutnya sambil melirik ibu yang sedang mencuci piring. Takut ketahuan.


Meong.... meong....
Yang ditegor asik aja melanjutkan makannnya.

"Jangan kemana-mana! Jangan masuk dulu! Aku cuma mau ambil sapu." Kata hayyin tegas. Karena tahu ruangan dalam sudah dipel sama ibu.

"Ibu-ibu, sapu aku dimana ya?" Hayyin bertanya, karena yang ia cari tidak ada di tempatnya.

"Bukannya tadi ada di teras, sayang." Kata ibu memberitahu.

"Oh, iya."

"Makanya, kalau habis pakai disimpan lagi dong." Ibu meningatkan.

Hayyin pun bergegas membersihkan sisa makanan Oyen yang berantakan kemana-mana. Sebelum ibu tahu.

Meong.. meong...
Oyen malah antusias melihat gerakan sapu, dikira diajak main.

"Duuuh Oyen. Diam dulu dong." Protes Hayyin. Kerjaannya hampir selesai.

"Akhirnya... Beres juga." Hayyin merasa lega. Melirik ibu yang masih sibuk di dapur. Untung nggak ketahuan. Batinnya.

°°°°
"Duh, nggak nyampe." Hayyin ngedumel sendiri. Berusaha mengambil air di dispenser.

"Apanya sayang yang nggak nyampe." Ibu menoleh melihat anak perempuannya yang baru lima tahun. Dari tadi ikutan sibuk wara-wiri.

"Ini bu mau ambil minum." Hayyin menjelaskan.

"Loh, botol minum kamu kan ada di ruang tamu." Kata ibu mengingatkan.

"Bukan buat aku. Ini minum buat ibu."

Ibu pun tersenyum merasa terharu. Memeluk anak perempuannya.

Meong.. meong..
Sedangkan Oyen mulai risih karena sedari tadi ditinggal di luar. Tidak boleh masuk.


Membantu ibu membersihkan rumah, bukan untuk mendapatkan hadiah.
Bantu ibu, adalah bentuk terima kasih. Karena ibu sudah lebih dahulu mempersipkan tiap-tiap kebutuhan kita tanpa pamrih. 

@azurazie_

April 21, 2022

CERITA HAYYIN & OYEN - MENABUNG

"Ayah, ayah, celengan aku udah berat dong." Hayyin menghampiri ayah yang sedang merapikan tumpukan buku. Memamerkan celengan berwarna pinknya. "Adu-duh Oyen, pelan-pelan dong nanti celenganku bisa jatuh."


Oyen menyusul dengan berlari, dikira akan dibagi makan lagi.

Meong... meong...
Terus melendot di kaki Hayyin.

"Mana coba ayah lihat." Ayah memastikan celengan anak perempuannya. Yang dua bulan lagi genap 5 tahun. "Oh iya udah hampir penuh nih. Masya Allah pintar nih anak ayah sudah bisa menabung." Kata ayah sambil mengusap rambut Hayyin. "Kalau ayah boleh tahu, Hayyin mau buat apa uang tabungannya?"

"Mau beli tas baru dong, yah. Boleh, kan?" Hayyin memastikan.

"Ummm... coba nanti kamu tanya ibu ya boleh apa nggaknya. Sebab kalau ayah lihat tasmu masih bagus."

"Oh iya, aku lupa. Kata Ibu kan kita harus belajar menghemat." Hayyin tiba-tiba ingat pesan ibunya.

"Iya betul. Menghemat bukan berarti nggak mampu membeli lagi. Tapi, memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang sudah ada. Apa yang masih bisa dipakai. Apa yang masih bisa dimanfaatkan."

"Iya, Yah. Aduh-duh, sebentar dong Oyen. Aku simpan celenganku dulu. Dasar bul-bul si gembul."

Meong... meong...
Oyen sudah nggak sabar ingin makan lagi.


Rajin menabung bukans sekadar mencari untung. Belajar menabung untuk mempersiapkan sesuatu yang esok atau lusa bisa jadi penting.

@azurazie_

April 10, 2022

CATATAN EMPAT TAHUN


Dear Putri

Putri, empat tahun bisa dibilang waktu yang masih sebentar. Dibanding bila kita harus menghitung sisanya. Karena harus menghabiskan jatah hidup kita berdua. Perihal itu hanya Allah yang tahu. Karena ketetapan-Nya selalu ada dalam ketepatan waktu. Yang kutahu, empat tahun bersamamu itu menyenangkan. Merasa cukup denganmu itu menenangkan.

Tapi, empat tahun rasanya cukup untuk kita belajar arti syukur yang sebenarnya. Syukur yang tak terukur. Berbanding lurus dengan sabar, yang kita yakini kelak pada waktunya akan berbayar. Maka, seiring berjalannya waktu. Kita terus sepakati bahwa syukur dan sabar harus selalu sepaket. Dengan menerima tiap-tiap kekurangan. Dengan menuntun apa yang lebih menjadi nilai keberkahaan.

Maka, terima kasih putri.
Empat tahun membersamaimu menambah syukur menjadi lebih bermakna. Menumbuh sabar menjadi lebih bertenaga.

Salam
Kapten
08.04.18 - 08.04.22

@azurazie_

April 07, 2022

KUKIRA


Ya Rabb,
Kukira aku sudah benar-benar berserah pada-Mu. Tentang jalannya takdir yang telah tertulis. Akan tetapi masih saja aku khawatir. Tentang masa depan yang belum jelas tergambar. Padahal tugasku hanyalah sebatas ikhtiar. Hasil akhir pada-Mu lah yang paling benar.

Ya Rabb,
Kukira aku sudah benar-benar yakin. Bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar. Sepanjang napas masih ada diraga. Rezeki itu masih akan selalu ada. Akan tetapi aku masih saja was-was. Takut segala sesuatunya hanya sekadar nge-pas. Padahal tugasku hanya perlu selalu mawas diri. Darimana 
Rezeki itu ada, dan kemana harusnya bermuara. Karena itu yang akan diadili nanti.

Ya Rabb,
Kukira aku sudah benar-benar terserah pada-Mu. Setelah panjang-panjang berdoa meminta ini-itu. Akan tetapi selalu mudah kecewa, ketika belum diqabul dengan segera.

Ya Rabb,
Bila La Haula Walaquwwata illabillah sudah ada dalam deru napasku, lalu apa yang masih membuatku risau? 
Atau jangan-jangan yang kukira sudah ada itu semua. Sudah merasa berserah pada-Mu. Sudah merasa yakin akan ketetapan-Mu. Sudah bisa mengaku terserah Allah saja atas nasibku. Semua itu hanya sekadar baru ada di ujung lidah? Belum benar-benar ada di dalam hati.
@azurazie_

April 05, 2022

YANG BUGAR TIDAK PUASA, YANG SAKIT RINDU PUASA

Ya, sobat. Bagaimana kabar imanmu? Masihkah teguh mengikuti titah Rabbmu? Masihkah menghidupi sunnah-sunnah Rasulmu?

Puasa itu panggilan untuk orang-orang yang ada iman dalam hatinya. Iman yang kaffah. Utuh. Sempurna. Sepenuh tunduk. Langsung bertindak. Yang bukan sekadar tahu dan hafal rukun islam. Akan tetapi menunaikannya. Dalam hal ini puasa wajib pada bulan Ramadhan.

So, bagi muslim yang beriman. Yang merasa sehat bugar. Tidak dalam gangguan jiwa. Sudah lebih dari aqil baligh. Tidak ada alasan untuk meninggalkan rukun yang satu ini. Betul tidak?

Malu sama umur. Malu sama anak 5-6 tahun yang lagi semangat mulai belajar ikut puasa. 

Kok tulisannya pedas, ya? Menyindir? Biarin! Biar mikir. Jadi nggak banyak mangkir.

Hmm, kalau rasa malu masih kalah sama nafsu.
Coba renungi dalam-dalam sesuatu yang di bawah ini : 

Seberapa banyak orang yang dalam hatinya berkeinginan berpuasa penuh pada bulan Ramadhan. Akan tetapi, takdir tidak sedang bersahabat. Diuji sakit menahun. Struk. Gangguan lambung yang kronis. Bergantung dengan obat. Dan kondisi lain yang tidak memungkinkan untuknya berpuasa. Karena tidak kuat lagi tubuhnya.

Banyak. Tengok kanan-kiri. Boleh jadi mereka ada di sekitaran kita.

Tahukah kita bagaimana perasaannya? Seberapa sedih hatinya? Ketika melihat orang lain berlomba-lomba mencari keberkahan dalam bulan Ramadhan. Sedangkan ia masih harus berjibaku dengan kesehatannya sendiri. Tentu berjuang juga untuk kewajiban lain seperti shalat.
Padahal di waktu sehatnya dulu, paling istiqomah puasanya. Selalu mengkhatamkan Al-qur'an lebih dari tiga. Sekarang sekadar menopang tubuhnya untuk berjalan pun sudah ngos-ngosan.

Seandaikata nikmat sehat itu bisa ditukar. Organ dalam tubuh manusia bisa digadai. Tentu mereka mau meminjamnya barang sebulan selama Ramadhan, kepada orang-orang yang sehat secara fisik. Tapi berat untuk sekadar menahan haus dan lapar dalam berpuasa. Yang santai aja makan-minum di siang hari.

Tapi kan tidak bisa begitu.
Sudah jalan takdirnya masing-masing. 
Alhamdulillah-nya Allah Maha baik, ada rukshah untuk mereka. Ada keringanan. Bisa menggodo di hari yang lain bagi yang mampu. Atau fidyah untuk yang tidak mampu.
Catat : syarat berlaku hanya untuk yang kondisi sakit ya.

Sedangkan bagi yang sehat. Tak ada belas kasih. Wajib. Titik. Sengaja berbuka tanpa unsur syar'i. HARAM hukumnya.

Kuy lah sama-sama intropeksi dan berbenah diri.
Saling mengingatkan, tidak untuk menjatuhkan.
Tapi, sekadar memberi peringatan.
Karena kita sesama muslim wajib untuk saling mengingatkan.

@azurazie_

GENERASI TARAWIH

Hi, sobat. Bagaimana tarawih malam kedua? Shafnya sudah maju berapa baris? Hmm, mari berazam jangan sampai jadi golongan yang cuma mencicipi tarawih malam pertama aja. Malam sisanya berkeliaran di mana-mana. Hehe...Yang tersisa tinggal generasi orang-orang tempo doelou. Seperti yang udah-udah.

Sobat, sadarkah kamu. Tarawih itu, bisa jadi renungan betapa cepatnya melesat waktu. Generasi-generasi silih berganti. Generasi kakek kita udah lewat jauh. Tinggal satu-dua yang masih diberi umur panjang. Yang masih diberi kemampuan shalat berjamaah.

Generasi bapak-paman kita pun mungkin tinggal setengahnya. Sampai generasi kita sendiri sudah jadi orangtua. Generasi sudah mulai gendong anak sendiri buat ikutan ke masjid. Saking melesatnya waktu sampai bocah-bocah yang gaduh lari-larian di belakang pun udah kita nggak tahu lagi itu bocah anak siapa.

Coba deh, tengok kanan-kiri.  Depan-belakang. Generasi kita sendiri pun sudah banyak berkurang. Apalagi generasi di atas umur kita.Tidak adalagi bapak fulan bin fulan yang paling semangat menjawab bacaan bilal tarawih. Tidak adalagi bapak fulan bin fulan yang jadi tukang ngomelin bocah yang berisik. Dan fulan bin fulan lain yang pada masanya ikut meramaikan masjid.Lebih sedihnya, fulan bin fulan yang sudah nggak ada itu, bukan sekadar orang lain yang kita kenal. Mereka saudara-saudara kita sendiri. Guru kita sendiri. Atau bahkan orang tua kita sendiri.

Kalau diingat-ingat soal itu kan jadi rada sedih ya. Tahun ini, alhamdulillah kita masih di izinkan bertemu Ramadhan. Tahun depan bisa jadi kita yang dicariin sama orang lain karena udah nggak keliatan ada di masjid lagi.Makanya, getolin lagi deh tarawihnya. Sempatkan diri ya.

Realeted nih dengan tulisan @irmaliswt di bawah ini :

"Bagi sebagian orang bulan Ramadhan menjadi bulan yang menyenangkan sekaligus menyedihkan.Menyenangkan karena begitu banyak rahmat dan ampunan Allah. Menyedihkan karena orang yang ia cintai telah tiada."

@azurazie_

April 03, 2022

KEBAIKAN, PERBAIKAN, KEBALIKAN

Selamat mendulang berkah saudaraku. Di bulan penuh Rahman dan Ampunan. 

Mumpung masih hari pertama, di ingat-ingat lagi tiga point ini ya :

- Kebaikan
- Perbaikan
- Kebalikan

1. Kebaikan
Ramadhan itu bulan berlipatgandanya kebaikan. Yakin deh, semua orang, baik yang sedang punya maupun sekadar cukup untuk dirinya sendiri sekalipun, ingin rasanya di bulan ini untuk tambah berbagi. Tetangga berbagi makanan untuk berbuka. Pun untuk saudara yang dekat maupun yang jauh. Ingin rasanya ikut andil berbagi takjil di mana-mana. 
Dan bentuk kebaikan-kebaikan lain.

Nah, jangan lupa sedekah subuhnya jangan sampai ketinggalan.

2. Perbaikan
Ramadhan itu, jadikan aji mumpung untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Baik untuk perkara ibadah maupun perkara yang lain. Baik yang hubungannya sama Allah. Maupun kepada sesama manusia.

Banyakin deh perbaikan-perbaikan. Yang tadinya masih bolong-bolong bangun shalat malam. Jadi istiqomah sebelum santap sahur dua-empat-enam-delapan rakaat tahajudnya. Yang tadinya ketinggalan terus shalat sunnah qoblia subuh, jadi lebih gercep deh melangkahkan kakinya ke masjid. Biar nggak masbuk terus. Dan bentuk perbaikan-perbaikan lain.

3. Kebalikan

Nah, Ramadhan itu, bisa jadi momentum untuk membalik kebiasaan yang kurang baik.

Yang biasa suka kepo sama urusan orang lain. Dibalik deh jadi makin rajin mendoakan diam-diam. Yang suka koment ghibahan orang, REM! Ingat kalau sedang puasa. Sayangkan pahala puasanya.

Kebaikan, Perbaikan, Kebalikan.

Semoga dengan begitu Ramadhan kita tahun ini jadi  jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 

Berlomba-lomba dalam kebaikan itu boleh. Riya dalam beribadah itu yang jangan.

Minimal kita berlomba dengan diri kita sendiri versi yang kemarin. Jadi versi yang berpuasa dengan penuh kesadaran dan juga kesabaran.

Aamiin..
Mudah-mudahan jadi berkah untuk kita semua.

@azurazie_

April 01, 2022

MARHABAN RAMADHAN

Adakah yang lebih menggembirakan hati dari : di doakan diam-diam oleh orang lain? Boleh jadi ada, ketika : di maafkan dalam-dalam.

Maka, mari sambut Ramadhan dengan lebih dulu mendoakan diam-diam : Doakan agar sehat dan berkah untuk semua. Lebih mudah untuk beribadah. Murah rezeki untuk bersedekah.

Dan sempurnakan dengan memaafkan dalam-dalam. Siapapun. Karena apapun. Agar langkah lebih ringan. Agar hati lebih lapang.

Agar urusan lain ditanggalkan.

Ramadhan ini untuk Allah kita tunggalkan.


@azurazie_

Maret 12, 2022

USIL

Berhentilah usil untuk mengomentari atau mencibir kebiasaan orang lain. Dalam mengerjakan atau pun membeli sesuatu. Yang dalam kacamatamu mungkin berlebihan atau terkesan mubadzir dan buang-buang waktu. Kenapa itu-itu terus? Kenapa nggak mentingin yang ini dulu? 

Selain karena prioritas masing-masing orang berbeda-beda. Selagi tidak merugikanmu. Selagi tidak juga membuat buruk lingkunganmu. Selain tidak mengabaikan ibadahnya. Selain tidak sampai melupakan Tuhannya.
Sah-sah saja.

Karena, boleh jadi yang mereka lakukan adalah cara untuk mengusir penatnya rutinitas. Menjadi katarsis yang baik bagi mereka. Sebagai media healing untuk menghibur hatinya. Dan lain sebagainya yang menjadi kebutuhan.
Kita tidak pernah tahu.

@azurazie_

Maret 03, 2022

UKURAN CINTA

Suatu ketika aku termenung sendiri. Bertanya-tanya? Bisakah cinta diukur hanya sebab rutinnya kehadiran seseorang? Diukur dengan sebatas jumlah pertemuan. Sebab terlihat oleh mata. 

Lalu, bagaimana dengan ia yang rasanya masih tak sanggup untuk sekadar hadir. Berdiri di sana untuk berusaha tegar. Atas rasa kehilangan yang dirasa terlalu. 

Apakah karena sikapnya itu, mereka yang tak tahu tentang isi hati. Menganggap tidak lagi ada cinta? Sedang rindu di hati seseorang siapa yang tahu.

@azurazie_

Maret 01, 2022

BUAH TUTUR YANG BAIK

Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian." QS. 26:84

Sungguh, alangkah beruntungnya bila kita dikenang dengan label-label yang baik.

Yang ketika mengingat diri ini, yang terbayang bagaimana kebaikannya. Meskipun kita sendiri sudah lupa kebaikan apa itu yang pernah dilakukan di masa dulu.

Yang diingat adalah sifat diamnya, ketika tidak menyakiti hati orang lain.

Yang diingat adalah sikap ringan tangannya, ketika mengulurkan bantuan-bantuan kecil.

Yang diingat itu terangkum dengan rasa syukur, pernah mengenalmu. Pernah berada di sisimu. Pernah bercanda-ria denganmu. Pernah berjuang mencari kebaikan bersamamu.

Dan label-label positif yang lain. Hingga terlukis senyum di wajah mereka ketika mengingat kita. Kemudian ringan mendoakan keselamatan kita.

@azurazie_

Februari 17, 2022

ASET

Apapun propesi/jabatannya, perlakukan orang lain sebagai 'aset' yang baik, untuk menambah kebaikanmu, mempermudah segala urusanmu. Bukan seolah-olah hanya dijadikan 'keset' ketika hendak membersihkan/menutupi kekuranganmu. Sebab, tanpa peran mereka, kita tak mungkin bisa melangkah sejauh ini, tak mungkin bisa menikmati posisi ini. Semoga dengan begitu, akan lebih bisa menghargai/memperlakukan orang lain dengan lebih baik.

@azurazie_

Februari 09, 2022

BATAS WAKTU

Segala sesuatu ada batas waktunya. Memiliki kadaluarsanya. Entah rusak. Pun hilang. Pun pergi. Tidak ada yang bisa selamanya digenggam. Hati-hati.

Pun begitu, ada sesuatu yang ditakdirkan untuk kita miliki cuma bisa sekali. Tidak untuk berulang kali. Sekali habis. Tidak berganti. Tidak terganti.

Maka, genggam sesuatu itu, tidak sampai terlalu erat. Tapi pastikan selama ada kesempatan harus selalu terikat. Agar lebih bisa bertanggung jawab saat menjaganya. Agar bisa lebih lama waktunya.

Sambil tetap memupuk hati, membesarkan hati. Seiring berjalannya waktu. Berjalannya kepemilikan itu. Tetap sadar, tidak ada yang abadi. Sewaktu-waktu, bisa hilang, bila rusak, bisa pergi.

Berharap besar, agar pada waktunya, semua itu tidak ada lagi. Kita bersedih boleh, tapi tidak sesedih itu. Merasa kehilangan boleh, tapi tidak senelangsanya itu.

Karena kita sudah lebih dahulu untuk belajar berlapang dada, saat masih dalam kepemilikan.

Semoga.

 

@azurazie_

Februari 01, 2022

YANG TERBAIK DARI YANG BAIK

    Pada akhirnya yang terbaik dari hal yang baik adalah melupakan kebaikan yang pernah dilakukan.

    Untuk lebih men-kualitas-kan rasa ikhlas.

    Dan terus mengingat kebaikan orang lain yang pernah kita rasakan. Untuk lebih men-kuantitas-kan rasa syukur yang berkelas.

    Pada akhirnya dua hal itu yang masih sering kali tertukar. Merasa jumawa atas apa yang sudah kita lakukan untuk kebaikan orang lain. Dan merasa masih saja 'kurang', padahal sudah terlalu sering mengandalkan kebaikan-kebaikan orang lain.

    Dan sesungguhnya nikmat-nikmat Allah masih saja tak bisa tertakar.

Januari 27, 2022

MALU

Terkadang aku ingin tertawa, melihat langkah kaki yang gontai karena menopang lelah. Padahal tak lebih lelah dari perjuangan orang lain. Keringat tak sampai bercucuran. Kulit telapak tangan tak pernah sampai terkelupas. Deru napas tak sampai ngos-ngos.

Terkadang aku menatap sinis, melihat kecutnya senyum yang tak lagi sumringah, karena kecewa atas ekspektasi sendiri. Sedangkan orang lain masih tetap menebar senyum. Meski hidupnya lebih getir. Meski harapannya tak melulu bersinar. Meski tak memiliki banyak kesempatan.

Terkadang aku menatap pilu, yang tiba-tiba malu, masih kalah syukur daripada keluh. Masih suka merutuk keadaan. Padahal tak harusnya demikian. Karena lebih banyak yang masih berjuang dengan kekurangannya. Aku masih lebih baik. Tapi suka sekali dibuat-buat seolah tidak lagi siap.

Begitulah aku. Merasa malu.

@azurazie_

Januari 21, 2022

MALANG

Tak perlu mudah berkecil hati atas kemalangan yang tiba-tiba datang. Karena kita sejatinya tidak tahu, dibalik kemalangan itu, allah sedang menunda sesuatu yang boleh jadi lebih buruk dari yang sedang kita alami saat ini.

Karena kita sejatinya tidak tahu, selepas kemalangan itu, hikmah apa yang akan datang setelahnya. Yang boleh jadi diri kita akan berbalik bersyukur karenanya.

Karena kita sejatinya tidak tahu, di balik kemalangan itu, adalah satu di antara cara Allah memberikan rezeki kepada orang lain, melalui tangan kita.

Karena sejatinya kita tidak tahu, dibalik kemalangan itulah cara Allah memperpanjang tali silaturrahmi di antara kita.
Untuk saling membantu. Untuk saling mendoakan.

Karena sejatinya kita tidak tahu, dibalik kemalangan itu, adalah cara allah mendidik rasa sabar kita agar jadi lebih subur.

Maka, jangan mudah berkecil hati atas kemalangan yang tiba-tiba kita alami.

Agar bebannya tidak terasa berat. Agar lebih mudah keadaan itu kita lewat. Agar kita selalu berada dalam jalur hamba yang taat. Yang ketika diberi kemudahan senantiasa bersyukur. Dan ketika datang kemalangan senantiasa bersabar.

Contoh sederhana kemalangan itu adalah : motor mogok di jalan, misalnya.

@azurazie_

Januari 02, 2022

CANDU UNTUK CANDA

Menulis itu candu,
Bagi canda yang terkadang ingin bersembunyi,
tidak ingin terdengung kencang di dengar orang. Menjadi keluhan.
Menulis menjadi terapy
Untuk melepaskan bara-bara emosi dalam hati.
Maka, aku ingin menulis,
Untuk menenangkan,
Upaya mengutarakan,
Diam-diam,
Dalam-dalam.

Meski tak ada yang membaca,
Hati itu merdeka,
Dari perasaan yang ingin didengarkan,
Walaupun hanya dirimu yang tahu sendirian.

@30haribercerita 
#30haribercerita 
#30hbc22 
#30hbc2202
#azurazie_ 

Januari 01, 2022

PADA UJUNG BISMILLAH

Pada ujung kalimat Bismillah, 
Aku berserah dengan sepenuh patuh.
Kepada Allah Sang Maha Kasih,
Aku terserah secara utuh.
Dan Maha Penyayang dengan menyeluruh,
Aku menyerah-kan segala butuh.

Ikhtiarku dalam usaha.
Sepenuh yakin, akan dijasa untuk tiap-tiap upayanya.
Ikhtiarku dengan doa.
Sepenuh yakin, akan diijabah untuk tiap-tiap butuh.

Kepada-Mu yang Maha Segala.
Kugadaikan segala pinta.
Pada pijakan langkah kaki yang pertama.
Menelusuri remah-remah kebaikan yang telah tersedia.
Untuk tiap-tiap makhluk-makhluk-Mu yang berupaya dan berdoa.

Kepada-Mu bermuara segala butuh.
Dengan cinta yang akan selalu utuh.
Dan kebaikan yang terus bertumbuh.
Dengan keberkahan hidup yang semoga terus bertambah.

Segalanya terasa menyeluruh.

@30haribercerita 
#30haribercerita 
#30hbc22 
#30hbc2201 
#azurazie_