Maret 30, 2012

Pilihanku 3

Cerita sebelumnya :
Jantungku kadang masih saja berdegup kencang, apalagi kalau sedang teringat masa dua minggu yang lalu, yah masa itu rasanya sedetikpun tidak bisa aku lupa, seolah-olah tiap jengkalnya sudah terekam dimemori kenanganku dan selalu ingin aku putar. Saat-saat bersejarah dalam hidupku, yang menjadi jembatan penghubung selanjutnya, hingga waktu akad nikah pun telah ditentukan, masa itu adalah saat meminangmu Kanwa.

Maret 28, 2012

Bahagia itu apa sih bunda ??

Hangat terasa hangat, dalam pelukan bunda yang aku cinta, ditambah teriknya sang surya, menembus langsung ke kulit tipisku, dalam keramaian itu, dari mereka-mereka yang berlalu lalang dihadapanku, aku hanya duduk tersipu dipangkuan bunda, entah mereka sedang apa, ingin apa, hendak kemana, aku tak mau ambil pusing, karena aku pun tak tau kenapa aku ada disini,  yang aku tau, ini bukan hari pertama, ku habiskan hariku bersama bunda disini, dan yang aku tau aku bahagia dalam pelukannya, bahagia karena tak jauh darinya, tunggu dulu apa itu bahagia?? sejak kecil rasanya aku tak pernah diajarkan mengeja hurup itu oleh bunda..

Maret 25, 2012

Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung Part 4

Sebelumnya :

Parangtritis, Jogjakarta 

Sesuai rencana dari dua bulan yang lalu, akhirnya Zihny pun ikut , mengiyakan ajakan Funy, untuk ikut Pak Denya, ke Jogjakarta, kebetulan daerah yang dituju, tempat dinas Pak Denya Funy, adalah daerah kampung kelahiran Juni, Parangtritis, dan rencana hanya tiga hari disana. di hari yang kedua, Funy minta izin ke Pak Denya untuk sekedar jalan-jalan sebelum kembali ke Bandung, tentunya untuk menemui Salah satu Sahabatnya itu, siapa lagi kalau bukan Juni, sang Pangeran berkuda. 

Maret 24, 2012

Coba lihat 2

" Kamu sedang apa nak?? " tanya sang kakek melihat cucunya masih pagi sudah mulai murung dan tak bersemangat. 

" Kek cari kerja susah yah?? hmph.. " curhat cucunya yang baru menyelesaikan jenjang pendidikan D3, sudah mulai panik mencari pekerjaan.. 

" Mudah nak, kalau kamu mau sedikit bersabar dan bekerja keras!! " 

" Caranya??"

Tuhan Rasa Sayang itu Seperti Apa??

" Bangun Nak, bangun!!, ayo ikut Emak!! "

Dengan malas-malas, aku membuka mata, pikirku "ah, paling ke tempat kemarin, seperti biasa ", oh Tuhan sampai kapan semua ini berlangsung, 

" Mau kemana Mak?? masih pagi!! " aku bersuara, yang padahal aku sudah bisa tebak akan dapat jawaban apa.

Maret 21, 2012

Menjadi Seorang Kakak

Untuk kali ini, gw cuma mau sedikit curhat, so, kalau memang pada males bacanya, monggo ditinggal saja yah, tapi Insya Allah meski curhatan, ada pelajaran yang bisa dipetik, semoga!!

Maret 20, 2012

Semanggi, 180312

Perjalanan ini singkat, tapi mungkin akan bermakna =)

Parung 05:30

Status di Jejaring Sosial itu mengawali hari ini, mungkin memang sebuah kata sederhana, tapi berjiwa sebuah Do’a bermanis harapan. bukan kah sebuah perjalanan itu memang selalu membawa harapan dan Doa??

“ Tam, jadi kumpul jam berapa?? “ satu message delivered, lirik jam baru berputar tepat jam setengah enam, “ 

“ Jam ½ delapan Zay “ satu pesan masuk. lumayan, masih ada waktu menjelajah dunia maya.

******

Maret 19, 2012

Ia akan kembali

" aa "

" Iyaaaah " 

" Coba kamu perhatikan Kupu-kupu yang terbang itu!! " Yokina menunjuk kearah taman bunga, yang sedang di hinggapi beberapa kupu-kupu.

" Iyaaaah kenapa dengannya dek?? " Tanya Tsuki yang sedang membaca Novel 

" Cantik yah??, kalau aku di ibaratkan seekor hewan, menurut mu aku seperti hewan apa?? "

" Dia bukan sekedar Cantik, tapi menarik untuk dimiliki!!, " tersenyum sambil memandang kearah taman. " Kamu?? Ehmmm apa yah?? kutu kali hehehe...  " satu jitakan mendarat di kepala Tsuki. " Aww sakiiit dek!! "

Maret 16, 2012

Coba lihat ^.^

" Sedang apa sayang ?? " tanya seorang Ibu ketika melihat anak gadisnya yang masih duduk di Sekolah Dasar, seperti sedang berpikir keras, di depannya ada secarik kertas kosong 

" Aku sedang bingung mah, mau nulis apa ?? hmph.. " terlihat hanya menggoyang - goyang kan sebuah pena.

" Lho kok bingung?? " lalu menghampiri sang Anak, melihat lebih dekat.

" Iyaaah aku dapat tugas dari Ibu Guru, untuk membuat sebuah puisi tentang kejujuran, aku bingung harus mulai nulis dengan kata apa mah, uuuh.... "

Maret 15, 2012

Cerita Dana & Dini < Cemas yang bikin Keki >

Namanya Dana, cowo mungil 21 tahun, Mandiri, sudah bekerja di salah satu perusahaan Jakarta, punya sifat jelek yang kadang bener-bener bisa bikin keki sendiri, dia itu orangnya khawatiran, apalagi kalau menyangkut yang ada hubungannya dengan orang yang bener-bener dia sayang, pokoknya kronis tingkat UGD, tepat samping kamar mayat deh, ada rasa cemas, tegang dan takut-takut gimanaa gituuu... #abaikan... kadang nyampe liat kucing tetangga manjat pohon aja, dia udah berasa kejang-kejang, takut hewan imut itu kepeletot (translate mana translate??) jatoh, langsung meluncur bareng paus akrobatis #STOP masih zaman ya korban iklan??

Katanya sih Dana punya penyakit itu, dapet warisan dari bapaknya, yang jadi super mister ribet, bikin riwet, kalau lagi nyebrang di jalan raya aja ributnya bikin emosi tujuh keliling senayan, harus jarak sepuluh meter baru mau nyebrang, gara-gara takut di sengool body mobil..  parrah double ‘r’

Dini, cewe manis umur 21 tahun kurang lima bulan, Mahasiswi tingkat akhir di salah satu Univ. di Depok dan ngekos di dekat stasiun UI Depok, smart, rada tomboy, manja tapi cuek abis, sempet pernah ngalahin rekor muri, seekor cicak yang baru saja berhasil mendaratkan senjatanya di lapangan golep lokal dalam negeri ( pitak ), lalu berlalu dengan cuek tanpa dosa, sambil berkata “ Maaf bung bukan gw, kepala bootak pegang – peegang, umm tapi bau kaaaan?? ” cicak medan nyengir kuda,

Maret 14, 2012

Kisah Dion & Edel < Sesal Yang Tertunda >

Kisah Dion & Edel sebelumnya :

Setelah Pemakaman Nenek usai, yang tempatnya tidak terlalu jauh dengan makam ibunya Dion, Dion mengajak Edel untuk mencari tau siapa sebenarnya sang Nenek, dan darimana asalnya, terlihat Edel masih sangat terpukul oleh kepergian Nenek yang tidak pernah dia duga sebelumnya, karena tidak ada tanda-tanda gejala sakit, atau keluhan lain, hanya terlihat murung, memang kematian itu sebuah misteri, yang baru bisa terungkap setelah kejadian.

Rupanya agak susah untuk Dion, membujuk Edel untuk melangkah meninggalkan makan Sang Nenek yang sangat mereka sayangi itu, Dion akui, dirinya juga berat dan merasa kehilangan, seperti beberapa minggu lalu saat dia kehilangan Sang Ibu, tapi Dion berusaha untuk tetap terlihat tegar dimata Edel, untuk memberi dorongan semangat moral. cause kalau bukan dirinya siapa lagi, apalagi kini mereka hanya tinggal berdua.

“ Udah ayo Del, katanya mau ke tempat alamat yang ada di kertas, siapa tau kita dapat keterangan, mungkin Nenek masih punya keluarga, dan kita juga harus kasih kabar duka ini ke mereka, udaaaah ngga ada gunanya nangis terus disini… “ sambil menepuk pundak Edel dan mengajak nya berdiri. Meskipun dia sendiri ngga percaya, kenapa bisa keluar kata-kata sedewasa itu.

Maret 13, 2012

“Tengok aku, tolong TENGOK aku,..”

Dalam senyap malam yang panjang, terasa panjang karena di bayangi sebuah penantian, akan kah esok hari mentari kembali ceria, dengan angkuh sinar perkasanya, ataukah dalam panjang malam ini, aku akan mati, mati dalam ke egoisan, mati dalam pencarian arti, dari sebuah kata ke egoisan diri, yang aku sendiri sebagai penyandang kata itu, tak kuasa untuk berbagi ke orang lain, meski hanya sebatas membuka hati untuk terima kata lain, dan bertanya-tanya untuk apa aku Egois?? untuk siapa semua ego ini??...

Maret 11, 2012

Apa ini cara manis bertemu dengan mu Tuhan??

Aku benci waktu pagi, entah terakhir kali kapan aku tersenyum saat pagi itu tiba, selebihnya aku hanya menangis, menjerit, merengut, memaki, ketakutan, dan tersudut di sela-sela bongkahan bangunan rumah ku, ingin rasanya aku mendengarkan lagu-lagu kesukaan ku semasa kecil, saat suara emas ibu memandikan ku pagi hari, tapi lagu itu hanya terkubur dalam kenangan,

Maret 09, 2012

Si Kembar '' Gika & Giki ''

Kali ini gw mau ceritain hal yang ngga penting untuk di simak tapi lumayan buat bacaan, dan penting bagi hidup gw, alah.. ini sejarah gimana gw punya Gingsul dua, pasti langsung bilang ngga penting banget. Hahaha. Tapi seru loh.. ( sedikit ngerayu ). Awalnya gw punya Gingsul itu waktu gw masih kelas enam SD, dan saat itu masih pagi – pagi banget, pas gw bangun tidur rasanya ada rada- rada aneh sama mulut gw, jadi kerasa lebih gede ada yang ngeganjel, ya mungkin gw sariawan, pikir gw waktu itu maklum masih ingusan jadi ngga mikir yang aneh – aneh.


“ Mah mulutnya ngga enak, “ sambil manyun ngucek – ngucek mata baru melek.

“ Kenapa sayang?? giginya sakit?? ”  ( Asyiiik gw di sayang  ) jingkrak – jingkrak

“ Ngga tapi kaya ada yang ngeganjel maah.. makannya jadi ngga enak “  banyak kaca di sekeliling gw.

Maret 08, 2012

MACET!!

Apa di benak kalian kalau denger ibu kota itu?? Ya pastinya panas, dan paling popular karena macetnya, itu udah harga mati, udah ngga bisa di tutupin lagi dah kalau masalah yang satu itu, berapa banyak keluhan – keluhan, atau sekedar narik napas panjang kaya hari ini teman- teman senasib gw, ekspresi pertama mereka saat masuk keruangan pada kompak semua berlomba- lomba menghembuskan napas panjang, Huaaah. Dan lucunya belum di tanya aja semua udah teriak- teriak “ MACEEEEETT GILAAAA“ dengan mimik muka yang kaga enak banget diliat, ya seperti itulah kalau udah kejebak ama rutinitas yang paling membosankan, alias MACET,

Maret 07, 2012

Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung Part 3

Sebelumnya : Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung

VERSI DUA KURCACI: Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung Part 2 

Selepas kepergian ketiga sahabat nya, yang merantau demi mewujudkan cita-cita besar, Juni, Funy, terlebih Basith yang terbang ke bumi belahan lain, Zihny merasa sangat kesepian, Siang itu Zihny sepulang dari kampus, mampir dulu ke Rumah Pohon yang menjadi sejarah besar tumbuhnya persahabatan itu, ada rasa yang berbeda tanpa kehadiran mereka, hmph yang biasanya setiap sepulang sekolah, berkumpul, bercanda ria, saling ledek – ledekan, kini semua hanya sebatas kenangan masa lalu, yang sudah mulai menggoreskan tinta Rindu. Rindu yang kadang begitu menyakitkan, ketika mata sudah terbuka, bayangan kebersamaan itu hanya sebatas hayal.
sini

Pohon tua itu kini terlihat mati, seperti hal nya manusia, dia pun sudah terlihat keriput, sudah banyak dedaun tua yang berguguran di bawahnya, padahal tidak lebih dari dua bulan yang lalu, pohon itu masih melihatkan senyuman nya, selalu tersenyum menanti ke empat sahabat itu bertamu, membiarkan tubuh tua nya tergores catatan – catatan kecil yang merangkum persahabatan ke empat sahabat itu. Pohon tua itu Selalu menjadi peneduh di kala terik surya sedang berada diatas kepala.

Zihny terduduk sendiri di bale – balean tepat di bawah Rumah pohon itu, sepintas tergambar kenangan saat berlarian dua anak kurcaci yang tidak pernah akur, tapi selalu kompak membawa sarung kesayangan mereka, tingkah mereka yang selalu nyaris mengocok perut, karena kejahilannya. “ Funy, Basith sedang apa kalian sekarang ?? “ Zihny tersenyum, “ Aw “ tiba-tiba sebuah dahan pohon, jatuh tepat mengenai kening nya, “ Sakiiiit “ dia merengut, “ Hmph biasanya Juni nih, yang suka kasih perhatian kalau lagi kaya gini!! “ Zihny kembali tersenyum, lalu tertunduk “ Aduuuh kenapa aku sebut nama dia, dung dung dung “ sambil mentoel toel kepalanya sendiri. Memang tidak ada yang salah dengan nama sahabat nya itu, tapi semenjak kepergian juni, perpisahan di stasiun kereta, sebelum Juni berangkat ke kampung halaman, seolah-olah nama itu selalu berputar-putar tanpa arah di kepala Zihny. Ada sebuah kerinduan yang tersembunyi, yang sulit untuk Zihny mengerti.

Maret 03, 2012

Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung Part 2

Sebelumnya : Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung

DUA KURCACI < Versi Basith, &  Versi Funy >

Sudah hampir dua bulan Basith, menginjakan kakinya disini, pertama kali singgah di Negeri orang, Freiberg, Sachsen, Germany . Rasanya salju benar-benar makhluk aneh yang menarik. Putih dan lembut. Bertebaran menutupi permukaan bumi, sebuah percikan kristal dari langit, membuat takjub memandangnya. Pastinya udara alam disana jauh berbeda ketika di tempat kelahirannya. Seolah Basith bermimpi bisa menginjakan kaki nya disini, tapi Basith bertekad ini semua tidak boleh hanya sekedar mimpi, dan dia pulang harus bisa membawa mimpi besarnya, salah satunya yaitu menjadi seorang penulis suatu saat nanti.. Pasti!! tekadnya..

Setelah pulang kuliah, dengan tugas makalah yang menumpuk, Basith merebahkan sejenak tubuhnya diatas matras, belum begitu banyak orang yang dia kenal disini, selain orang tua dan teman sekampusnya, masih butuh waktu banyak untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan, dingin, kadang tubuh mungilnya, harus ekstra menyesuaikan diri, apalagi sekarang ini memang sedang musim dingin bersalju,  sudah turun 3 hari, dan di satu hari kemarin, dimana salju turun dengan lebat dari pagi hingga malam,

Berharap & Menanti

Suatu sore di bawah pohon rindang, sekelompok abg menatap langit dengan beraneka suasana, ntah itu tatapan kosong, hampa, terbuai lamunan bahkan ada yang sampai tertidur dan mendengkur, Di tengah kesunyian satu suara angkat bicara.

sini
“Hei kalian tau ngga bedanya berharap & menanti??? “

Seketika 4 sosok abg itu spontan menatap tanda tanya di kepala mereka masing-masing yang sudah mulai berputar-putar mencari makna dari pertanyaan yang dilontarkan temannya tadi,

Maret 02, 2012

Aku & Peran

Hari itu sepi, terasa sendiri, kemana? Dimana? Entahlah yang aku tau tak ada aku di cerita itu, Mungkin karena aku yang terlalu sibuk, aku yang cuek, atau karena aku yang harus mulai bertanya-tanya lebih dulu tentang apa yang ada saat hari itu, Atau aku yang merasa sudah tak ada, sudah tak berperan dalam kisah ini, atau aku yang tak peduli lagi dengan sekeliling ku, kepada mereka yang mencintaiku, yang pernah memberi goresan tinta warna dalam diary hariku.