April 27, 2013

Alarm

Ada manusia yang hanya bisa menjadi 'alarm' untuk orang lain. Padahal ia sendiri hanya diam di tempat, tak banyak berperan. Hanya sebatas itu, menjadi alarm.

Perihal di atas jika saja sedikit luang untuk kita pikirkan, sedikit banyak akan ada hal yang menggelitik sekali. Membuat gatal hati. Banyak yang akan terkuak akan rahasia kecilnya.

Lihat saja, berapa banyak orang yang hanya bisa mengatur ini itu dengan kuasanya, cerewet sekali tentang banyak hal seperti alarm, bilang harus tepat waktu, harus segera selesai bla...bla...bla... tapi dirinya sendiri hanya uncang-uncang kaki, mengepulkan asap rokok atau sibuk dengan telpon gengamnya.

April 24, 2013

Parsial | Hati yang baru

Yang dibutuhkan bukan hanya soal waktu, adanya kesiapan hati untuk menerima pemahaman yang baru. Mulai bergegaslah, kadang ada langkah yang harus dipacu lebih tegas.

Kau tahu kelemahan jarak? ia tak kuasa memperpendek langkah dikala sesuatu ada yang terdesak. Rasa khawatir misalnya.

Dua Sisi - Satu Arah



S
aat gerimis sore itu, kedua bersaudara kakak dan adik bercakap-capak riang.  Sambil menikmati rintik air turun dari balik jendela kamar. Di waktu yang bersamaan, di tempat lain juga ada dua anak yang sedang bersiap-siap melakukan perannya sebagai pengojeg payung.
"Kak aku suka hujan!" tutur Salsa sang adik.
"Alhamdulillah! sudah mulai hujan nih. Lumayan buat tambahan penghasilan, ayo berangkat!" Ajak Andi salah satu dari pengojek payung tersebut.

April 22, 2013

Jangan ikut merusaknya

Ada banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menambah sedikit demi sedikit luasnya medan perubahan. Jika pun masih tidak merasa perlu hal yang kecil itu, setidaknya berlaku bijaklah dengan tidak ikut merusaknya.

Ada banyak hal baik yang bisa kita usahakan, perbuat untuk memperkuat, mendorong dan memperlengkap apa yang sudah orang lain usahakan untuk menuju perubahan. Jika pun masih merasa tenagamu belum dibutuhkan, setidaknya berlaku sportif lah dengan tidak ikut merusaknya.

Kita selalu memiliki kewajiban berlaku bijak untuk hal apa saja, sekalipun kita tentu mempunyai hak untuk tidak melakukan apa-apa. Meskipun sebenarnya peran kecilmu akan banyak berarti untuk memperbaharui perubahan. Setidaknya diam lebih baik daripada menambah kerusakan.

(Berlaku bagi mereka yang masih merasa kepedulian itu adalah haknya, bukan kebutuhannya.)

Kita hidup bukan hanya menjadi benalu di sini, kita ada sebagai tuan rumah yang baik untuk bumi. Tuan rumah yang selalu berusaha agar tetap nyaman di tempat tinggalnya sendiri. 

April 20, 2013

Muara (Tak) Berujung

Membicarakan orang dalam satu paket, yakni sahabat dan.... Apa kamu tahu satu paket itu apa? Setidaknya ini kognitif yang aku bangun untuk mendeskripsikan kamu yang tak semu. Meski terpisah jarak. Dia tak hanya membawa tawa ke dalam harimu. Tapi juga datang bersama rindu, rindu yang kadang kamu tak pernah tahu. Entah itu rindu ingin bertemu, sekedar ingin menyapa atau yang lainnya. Ada hati yang tanpa sadar menerimanya. Membukakan jalan untuknya, masuk. Bersama rindu yang mulai bersemayam.

Bukan hanya bahagia yang kamu bawa (sekarang), tapi juga bersama kata yang terpatri tanpa janji. Ia tulus tanpa berkeinginan untuk mengakhiri. SAHABAT, ya kita saat ini menyebutnya sahabat, apa itu juga akan berlaku nanti? Jika suatu waktu beralih ingin menjadi lebih. Apa itu mungkin?

Perihal label Lakaran Minda [2]

Apa yang sudah kita perbuat, katakan di saat ini boleh jadi akan menjadi bumerang untuk kehidupan yang akan datang. Bukankah hidup ini seperti sebuah rantai panjang yang saling bersinggungan? Makanya celaka lah bagi orang-orang yang hanya sibuk membuat kerusakan, hanya sibuk memperkeruh kesalahan. Karena pada hakikatnya sebuah keburukan akan berdampak sendiri bagi yang melakukannya. 

Hal ini berlaku juga dengan sebuah tulisan. Sebagai blogger yang baik dan tahu artinya tanggung jawab apa yang sudah dan akan ia tulis pastinya akan berpikir dua kali untuk menulis yang tidak-tidak. Menulis yang hanya mencemari jagad dunia maya. Sebaliknya ia akan menulis hal-hal yang baik yang sedkit banyak berperan untuk penghijauan dunia maya yang luas ini. Melalui blog misalnya. 

Perihal label di Lakaran Minda [1]


Selalu ada keluarga baru dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang berarti, mereka yang pernah peduli. Selalu ada keluarga baru dalam hidup kita, mereka yang saling mengenal meski belum pernah bertatap muka.

Keluarga ini berlaku juga dengan aktivitas blogging. Pernah kah sesekali kalian merasa ngeblog sendirian? Sepanjang ada yang mau membaca, mau sekedar singgah ke rumah maya ini -apalagi sampai mengapresiasikan tulisan dengan berkomentar, kita tidaklah merasa kegiatan ngeblog ini sendirian bukan? Tentu saja secara tidak langsung mereka ini, sahabat-sahabat blogger adalah keluarga baru untuk kita. Sahabat yang terjalin erat karena memiliki satu hobi yang sama, berbagi dengan tulisan.

Ada rindu dalam perjalanan rasa

Ada yang bilang sebuah rasa adalah perjalanan panjang menuju muara tak berujung. Berkelok-kelok mencari arah yang tepat. Menghalau tingkah-tingkah kejemuan yang menggoda. Dan tentu saja dari perjalanan panjang itu ada komponen yang istimewa. Rindu, bulir-bulir murni sebagai bumbu penyedap rasanya.

Lalu apakah kau tahu rindu itu sebenarnya berasal dari mana? terbuat dari apa? Apakah ia terbuat dari sumber mata air dari dasar hati yang paling murni. Jernih karena ketulusannya. Terbuat dari putik-putik rasa yang paling setia menunggu. Percaya kepada benang sari yang akan menjemputnya. Entahlah aku tak tahu tepat asal muasalnya. Satu yang pasti, rindu akan selalu menjadi bumbu yang paling istimewa untuk menyedapkan rasa.

April 19, 2013

Lelaki yang berjalan mencari perubahan

Hutan rimba yang lebih angker itu jalan raya, banyak kendaraan-kendaraan buasnya. Aku bergumam sendiri sepanjang jalan. Tersungut-sungut sebal, bagaimana tidak sudah berapa kali bunyi klakson usil meneriaki pejalan kaki -trotoarnya itu sudah penuh pedagang. Banyak orang terburu-buru tanpa peduli lagi keselamatan diri apalagi orang lain. Prihatin.

Sepanjang jalan ciputat raya tak pernah lengang. Ada antrian mesin-mesin peminum bensin di jalan, panjang mengular. Aku menggerutu pada kemacetan yang kadang entah apa penyebabnya, tidakkah kalian lelah berkeliaran di jalan raya? Aku tertawa membayangkan bagaimana kalau masuk dalam antrian panjang itu. Sudah pasti bosan, kalau jalan kaki begini toh siapa yang peduli kalau mau berhenti sembarangan.

Berasumsi dengan perasaan


Kau tahu di dalam dunia imaji seseorang itu, semua hal terasa begitu nyata. Permukaannya luas sekali, bahkan sejauh mata memandang masih ada lorong misterius yang amat menarik untuk disinggahi. Tentang tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi, tentang hal-hal ajaib yang belum pernah membelalakan matanya, membungahkan hatinya. –meskipun tetap ada bagian-bagian yang menakutkan.

Tak lepas pula tentang bayang seseorang yang sama sekali belum pernah ia temui. Nah untuk soal yang satu ini aku lebih suka menyebutnya berasumsi dengan perasaan. Menebak-nebak bagaimana alur cerita ini akan berlanjut ke depan. Menerka-nerka bagaimana jika suatu hari ada kesempatan yang membawa mereka bersua lebih nyata. Atau hanya akan begini-begini saja? Terlepas dari jarak yang masih saja bersikukuh menghalangi sebuah pertemuan. Ah, bagaimanapun menebak-nebak soal perasaan akan selalu menggelitik bukan? Membuat hati sedikit gatal.

April 18, 2013

LAWAN PELECEHAN SEKSUAL - JANGAN MEPET-MEPET YA!


Kalau menilik judul artikel di atas miris sekali bukan? sejenak menelan ludah dari kondisi zaman yang semakin melambung modern, tapi sayangnya tidak dilandasi dengan kokohnya benteng diri, perilaku sikap terpuji dari segelintir penghuninya. Mirisnya yang tadinya segelintir itu semakin hari bukannya semakin punah tapi semakin merebak bagai benalu yang merambat terus di pohon induknya. Kehilangan rasa malu, rasa takut dan rasa hormat. Siapa lagi kalau bukan kaum perempuan yang lebih banyak menjadi korban nafsu-nafsu kebinatangan yang liar itu. PELECEHAN SEKSUAL menjadi sorotan media di mana-mana.

April 16, 2013

Merasa tidak pantas

Ada satu hari seolah-olah kita tinggallah sendiri, ketika tidak ada lagi yang mau mendengarkan. ketika tidak ada lagi yang sekedar perhatian. Kita duduk merunduk di tengah-tengah kubangan kepedihan. Atau yang terjadi sebaliknya, bukan mereka yang sudah tidak mau lagi mendengarkan, bukan mereka yang tidak lagi perhatian. Tapi diri kita lah yang menutup diri untuk berbagi.

Ketika takut dengan manusia, kita sebisa mungkin akan menghindar atau sebisa mungkin menghilang. Lain hal dengan Allah, semakin kita takut, kita akan bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya. Sebab ke mana lagi harus minta perlindungan?

Ketika kita sedang merasa tidak pantas di hadapan manusia, kita akan mundur, minder, bahkan sembunyi agar tidak malu. Lain hal ketika kita merasa tidak pantas di hadapan Allah, sebisa mungkin kita memperbaiki diri, berserah diri. Sebab ke mana tempat untuk bersembunyi?

Sesungguhnya adalah benar Allah Maha Penyayang dan Maha memberi perlindungan. Hanya saja kita yang tidak benar-benar kembali.

postingan sebelumnya [Katalog Kata] : pura-pura tidak berharap

Pura-pura tidak berharap

Sudah lama tidak menyapa kamu. Apa kabarnya kah? Umm... kok menoleh? iya kamu, maksud aku kamu, kamu yang masih saja berpura-pura tidak merindukanku, kamu yang masih menyangkal hati untuk tidak lagi membutuhkanku, kamu yang masih bersikeras mengatakan sedang tidak menunggu kehadiranku. Kamu yang masih berteman sepi, sejak kamu memutuskan ingin sendiri. Lagi pula siapa lagi kalau bukan kamu. Bukan, bukan aku terlalu percaya diri. Hanya saja saat ini aku sedang membaca hatiku sendiri yang ternyata sedang berpura-pura tidak lagi berharap kepadamu.

postingan sebelumnya [Untuk Diri] : Tunas-tunas seperti apa? 

Tunas-tunas seperti apa?

1. Biji kecambah yang tumbuh menjadi tunas toge atau bahkan tidak pernah berkembang lebih jauh lagi. (singkat sekali waktu mereka.)

2. Tunas pisang yang tumbuh di sekitar pembuangan sampah, setiap hari meninggi beberapa senti, semakin tinggi, tinggi, menjulang ke langit dengan gagahnya, lalu merunduk karena tengah berkembang, semakin merunduk karena berbuah, masak. Hingga pada akhirnya kembali terebah kalau sudah selesai berbuah.

Bukankah seperti itu fase sebuah hidup? ada yang memiliki kesempatan hanya seperti biji kecambah, teramat singkat bernapas di dunia. Ada yang memiliki kesempatan lebih panjang, seperti kita yang masih bisa bernapas. Orang-orang tua yang sudah lebih lama lagi menjejak dunia.

Pertanyaannya : apa manfaat yang sudah kita hasilkan ketika berada di dunia? pertumbuhan seperti apa yang mendukung untuk perbekalan akhirat? dan seterusnya dan seterusnya. (banyak sekali renungan yang bisa dipetik melihat tunas-tunas itu, jika sejenak mau memikirkannya.)

postingan sebelumnya [Katalog Kata] : Parsial | hal-hal yang muncul belakangan 

Parsial | Hal-hal yang muncul belakangan

Ada hal-hal yang dulu tidak dianggap butuh, kemudian begitu saja ditinggalkan dan ada saat ia tersadar kalau itu semua adalah sebuah kesalahan.

Ada yang sedang di kelabuhi oleh kesenangan, terlalu lalai oleh kewaspadaan dan pada akhirnya diketawai oleh penyesalan panjang.

April 15, 2013

Angin yang mendesir rasa

Jangkrik asyik berderik senang, bersahut-sahutan dengan burung hantu yang ber-uhu merdu. -Entah bagaimana bunyi perpaduan orkestra mereka, ah sudahlah. Yang pasti malam telah berbagi sisi gelapnya dan kedua jenis hewan tersebut sudah pasti ikut riang.

Beranda rumah nampak lengang, sepoi-sepoi angin berseliweran menyapa daun-daun tanaman suplir di pot-pot yang berjejer rapi. Aku merapikan ujung poni yang menyentuh mata. Aku rasa angin malam ini memang berbeda dari biasanya. 

"Li sudah malam, ayo masuk nanti masuk angin kamu." Deran, kakak lelakiku memanggil sambil menutup daun jendela yang masih terbuka. Aku hanya menoleh tak bersepatah kata. Kembali menata hati yang hari ini ikutan berbeda rasanya.

Kak Deran menyeringai menghampiriku, senyumannya terasa ganjil. "Ada yang lagi galau berat nih kayaknya." Dengan serta merta ia mengacak-ngacak rambut panjangku yang memang sedang tergerai bebas. Aku melotot, menyingkirkan tangannya yang jahil. Orang galau malah diledekin. Itu bahasa mata yang ingin aku sampaikan.

Tembok yang rapuh

Kau tahu tembok apa yang paling sulit dirobohkan? tembok hati yang terlalu keras kepala. Terlalu menutup rapat-rapat ketukan nasihat. Terlalu cuek dengan pendapat-pendapat yang berdatangan. Terlalu tebal dirembas air-air kata-kata teguran. Tembok itu seakan terbuat dari lapisan baja yang paling keras. Dililit oleh rantai-rantai besi bercincin besar. Butuh tenaga super ekstra untuk menjebolnya dari luar.

Dan kau tahu tembok apa yang paling mudah rapuh? tembok hati yang menyimpan rasa bersalah. Yang diam-diam tidak berdaya memikul keras kepalanya sendiri. Yang diam-diam kecut oleh perbuatannya sendiri. Terlalu malu memandang kecewa yang telah dibuatnya sendiri. Saking rapuhnya, bahkan tembok itu bisa roboh begitu saja, uniknya justru dari bagian dalam. Ia roboh sendiri luluh lantah terjerembab tak harus ada beban berat yang menghantam.

Begitulah sisi lain hati, justru ia lebih sering kalah oleh ulahnya sendiri, egonya sendiri, oleh ketidakberdayaanya sendiri.


*kapan-kapan dibuat cerpennya :)

postingan sebelumnya [Untuk diri] :persoalan (jawaban) kejujuran

April 14, 2013

Persoalan (Jawaban) Kejujuran

*Persoalan-Jawaban

Ada bagian soal yang panjang meng-essay, tapi hanya perlu jawaban yang pendek akurat saja. Kalau dalam hidup bisa dikatakan itu semisal persoalan-persoalan yang jawaban akuratnya adalah SABAR. Tentang ujian, musibah dan sebagainya.

Ada bagian soal yang justru sebaliknya, pertanyaan yang singkat tapi membutuhkan amunisi jawaban yang panjang meng-essay. Seperti halnya pertanyaan : bagaimana harus sukses. Tentu jawabannya bisa panjang mengular, lebar melaut, tergantung definisi masing-masing kepala dalam mendeskripsikan bagiamana USAHA mereka dalam mencapai sukses.


Menghijaukan kenangan

Selamat datang hamparan hijau, pucuk-pucuk kebun teh.

Kadang rutinitas sehari-hari terlalu terbuka mengundang urat-urat penat datang. Sedikit demi sedikit mereka menguasai tempurung kepala dan mulai mengkontaminasi isinya dengan sensasi yang berlebihan- pusing. Jenuh. Perlu pasokan kantung oksigen untuk menyegarkan kembali pikiran. Mengusir mereka yang terlanjur menjajah, jauh-jauh pergi. Saat itu yang paling menarik hanyalah satu hal, suasana yang berbeda.

Seperti ulat pohon jambu yang memiliki batok kepala yang besar, melata mencari pucuk daun paling hijau -segar. Seperti itulah tiga jejaka pada akhirnya memutuskan untuk melanglang buana mencari nuansa baru. Hamparan hijau yang bisa memanjakan mata. Bukankah kadang yang dilihat mata itu berpengaruh besar untuk anggota tubuh yang lain? seperti halnya rahasia kecil si dokter bedah dengan jubah hijaunya.

April 13, 2013

Selamat datang kabar gembira

Hai penggemar fajar yang terlalu fanatik dengan peristiwa subuh. Ucapkan selamat pagi kepada bumi semesta yang tidak pernah rehat. Selalu berputar, berputar dan berputar mengajak main sang waktu.

Selamat pagi pengumpul embun, yang selalu digemari kokok ayam jantan. Gunakan kedua tanganmu untuk berusaha, kedua kaki untuk melangkah, mencari. Dan satu hati untuk memilah yang baik untuk keduanya. Biarkan hati menuntunmu, doa sebagai bentuk harapan terbaikmu.


Dan pada akhirnya kamu akan mengucapkan selamat datang kepada kabar gembira, memintanya agar jangan lekas pulang. Temani senyuman ini merekah matang. Interval rasa syukur ini akan kian menjulang. Buat ia lebih terasa lama. Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada bahagia yang sedang datang sederhana. Sapaanmu pagi ini membawa lebih banyak warna gembira. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Begitu hangat dan nyata. Meskipun masih berlapis dinding maya.

Di antara deretan KEHARUASAN yang tak boleh luput aku lakukan, satu di antaranya adalah berdoa untuk kebaikanmu. Karena aku selalu percaya, doa itu akan selalu memantul, doa yang baik akan membawa kebaikan, harapan yang baik akan meluruskan kesempatan. Dan biarkan waktu melahirkan sang juaranya, KAMU. Sebagai hadiah untuk usahamu.

*untuk seseorang yang sedang berusaha menaklukkan bulan aprilnya.

postingan sebelumnya [Sisi Lain] : tak akan merugi untuk membaca

April 09, 2013

Tak akan merugi untuk membaca

Di penghujung senja yang selalu tidak pernah kehabisan cerita.
 Ada banyak kisah yang mungkin belum sempat kita baca.

Kita semua  hafal, kalau sebuah awalan selalu saja tidak lebih mudah untuk dimulai, dibanding tinggal meneruskan. Entah berapa kali ada jeda yang meyekat hanya untuk memulai tulisan ini. Benar sekali jika ada yang berpendapat: apa yang membuat sesuatu itu jadi lebih berat, bisa jadi hanya karena terlalu dipikirkan. Bisa juga terlalu memilih, menimang-nimang atau bahkan dikeluhkan.

April 05, 2013

Dua sisi rumah gambaran kehidupan

Suara jangkrik sudah mendominasi malam. Dingin mulai menelisik masuk ke sela-sela daun pintu yang sudah usang. Ada celah-celah bolong di badannya, mungkin karena sering disirami terpaan hujan.

Dua rumah berdampingan, masih terdengar adanya kehidupan dari balik pintunya. 

Di balik pintu yang pertama terdengar suara parau ibu menahan kantuk, ia sedang hamil tua. Mungkin kelelahan sehingga ia ingin tidur lebih awal. Sebelumnya ia memastikan anaknya sudah tidur atau belum. Ia menyuruh anaknya yang masih asyik nonton televisi untuk segera tidur berselimutkan malam yang larut. Sang anak pun menurut dan lekas menuju pembaringan di sisi ibunya. Sedangkan suaminya sudah lelap semenjak pulang kerja tadi.

Dua kisah yang lebih sering kita tidak pedulikan

Malam mulai pekat, tapi langkah Alif masih jejak menapak kehidupan. Suaranya masih mendengung riang bersahutan dengan ukulelenya. Dengan perut keroncongan Alif menghibur mereka yang sedang lahap makan disebuah rumah makan ditepi jalan.

"Kok dibuang sih Dek?" Nada sumbang itu begitu memanas telinga alif. Sepotong tempe mendoan tergeletak bebas di dekat kaki, membasahi tenggorokannya dengan telanan ludah.

"Nggak enak Yah tempenya." Nada polos itu sungguh menggemaskan.

April 04, 2013

PROMO KPK : Bersihkan Harta

Di dunia pekerjaan para karyawan mengenal istilah yang namanya ‘tanggal muda’, di mana pada tanggal tersebut mereka akan menerima upah berupa gaji setelah bekerja satu bulan penuh. Ada sebagian karyawan yang menambahkan rutinitas di tanggal tersebut sebagai hari memanjakan diri. Misalnya dengan membeli makanan yang lebih tinggi harganya, bukan jajanan yang seperti biasanya mereka konsumsi ketika jam istirahat. Membeli barang yang lebih mahal dari biasanya atau sekedar jalan-jalan dan pergi nonton, mumpung tanggal muda itu kata mereka. Yang pasti di tanggal itu wajah-wajah para pekerja akan berbinar dari biasanya.

April 03, 2013

Kata yang bersubstitusi membentuk cerita

Pada malam yang menimang lelah, di bawah kelambu langit raga merebah. Selamat rehat asa yang terlanjur pekat. Tentang kenangan-kenangan yang begitu mengikat kuat. 

Jemariku masih meraba-raba tuts keyboard. Ada banyak kekata yang ingin sekali aku tulis malam ini. Tentang apa saja yang menyita sudut pikiran. Dan tentangmu selalu menjadi bagian yang lebih banyak porsinya. Sepanjang berlayar di dunia kekata, aku semakin akrab dengan kosa kata baru yang menarik hati. Entah disebut fenomena apa namanya, seolah mereka memiliki daya tarik sendiri untuk aku gabungkan menjadi satu bagian kalimat yang utuh. Menjadi kisah yang tak lepas dari cerita tentangmu. Menggambarkan kebersamaan kita, baik di sudut nyata atau hanya di pikiranku saja.

April 02, 2013

Kenang kunang-kunang

Malam dengan sejuta kunang-kunang di dalam pikiran.

Melodi jangkrik sebagai alunan orkesta pembuka malam, di bawah langit dengan sorotan purnama yang menawan. Aku terasa tersisih dari sepinya ruang semesta yang sedang menggelar kebahagiaan. Hmm, aku tahu seharusnya suasana ini lebih dari sempurna untuk mengundang keceriaan. Bukankah ada seseorang di sana yang pasti menanti kehadiranku untuk menyempurnakan hari bahagianya.Tapi siapa yang tahu persis apa yang sedang diinginkan sekeping hati. Bagaimana pun kamu pura-pura tersenyum, jika hati sedang merajuk siapa yang bisa membujuknya.

Munajat


[Munajat - Rabbani ] sumber : di sini

April 01, 2013

Dua orang yang menahan nafsu

Tepat pukul 12, ketika terik matahari sedang panas-panasnya. Dua orang sedang istirahat, bersandar pada kursi. Keduanya tampak tenang, tapi keadaan dalam mereka yang sedang diuji, yang satu sedang berjuang keras mempertahankan puasanya. Saat sahur ia hanya menyuap 3 butir kurma sisa ta'jil yang ia dapat dari masjid.

Pagi yang selalu menakjubkan

Pagi selalu menakjubkan, sebagai penyambung hidup dari kematian sementara yang berulang - tidur. Sebagai waktu yang paling kondusif memperbaharui niat untuk memperbaiki diri, sembari menunggu kematian yang sebenarnya. Menunggu kejutan-kejutan yang menakjubkan lainnya. 
Pagi dengan perpanjangan harapan yang dibawanya, sudahkah perbaharui kontrak hidupmu dengan bersyukur? Alhamdulillah. Tiada yang kuasa menghidupkan jiwa setelah kematian selainNya. KehendakNya kita masih memiliki napas-napas baru, bukankah perkara mudah bagiNya jika menghendaki kita tidak terbangun lagi dari kematian sementara? dari mimpi tidur semalam menuju mimpi yang lebih nyata di alam sana, dengan sambutan pertanyaan-pertanyaan malaikat yang siap menciutkan jiwa.