Februari 28, 2015

Kembali kasih dalam kebaikan doa-doa

Duhai Allah yang Maha Cinta, Dzat yang berkuasa penuh mengikat hati manusia. Menyatukan kedua hati yang dulunya asing. Dua hati yang setelah sekian lama mencari takdirnya. Takdir yang telah tersusun rapi semenjak Engkau ciptakan keduanya. Hari ini telah Engkau perlihatkan kembali skenario terbaikMU dalam menuntun perjalanan hidup manusia, dalam menemukan belahan jiwanya. Engkau tautkan kedua hati hambamu dalam kecondongan cinta. Hamba-hambamu yang soleh dan solehah, yang kesehariannya berusaha sebaik mungkin menghidari diri dari segala macam cela. Hamba-hambamu yang berusaha memperbaiki tingkah dan lakunya. Kini Engkau hadiahkan keduanya dalam satu kesempatan menyempurnakan sebagian agamanya. Pernikahan yang bersandar pada cinta. 

Teruntuk (dua) pasang sahabat yang akan menempuh lembaran baru di bawah atap yang sama. Meneguk manisnya cinta yang sesungguhnya.

Selamat menyambut hari bahagia. Terima kasih sudah membawakan kabar gembira. Kembali kasih dalam kebaikan doa-doa.

"BARAKALLAHU LAKA WA BARAKA A'LAIKA WA JAMA' BAINAKUM FI KHAIR"
“Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan“.

Spesial untuk :
- Stya Cloud (ahmad Setiawan) & Rose Mawar Merah (rosniah) tanggal 7-8 maret 2015
- Naya Fatimah & Iwan Ridwan tanggal 14-15 Maret 2015

*insya allah hadir dalam perhelatan akbar bahagia 







Februari 06, 2015

percakapan asa & doa jilid 3

di pelataran malam yang sunyi. aku menangkap jelas obrolan asa dan doa yang sedang berbisik hati-hati. kali ini temanya sangat menarik. tentang jatuh hati.

"apa yang membuatmu yakin ia mulai jatuh dalam perangkap itu, asa?" doa hati-hati sekali bertanya.

"ketika asanya mulai menanti-nanti sapa. menunggu percakapan selanjutnya. meskipun hanya berbentuk sapaan sederhana."

"cukup masuk akal." doa mengangguk sepakat.

"dan yang kau tahu, doa?" kini asa yang antusias.

"ketika lebih banyak lagi doa-doa kebaikan yang terucap dari hatinya."

Februari 05, 2015

AYAT-AYATNYA

Berjuta-juta helai dedaunan tak terhitung setiap pagi berguguran dari tangkainya. Seperti itulah dosa dan kekuranganku, kealpaan dan juga kelemahanku.

Butir-butir air tetap bersahaja mengalir, meresap ke tanah, membasuh akar-akar pepohonan. Seperti itulah bentuk pengampunan Tuhanku, kesempatan untukku memperbaiki laku.

Berjuta-juta butiran debu beterbangan tak kasat mata. Namun udara lembut melegakan napas-napas, menyambung nyawa.

Begitu banyak ayat-ayat Allah berbicara setiap harinya. Berupa kasih sayang Tuhan yang bermacam-macam bentuknya.