Maret 31, 2013

Adakah yang menggetarkan hari ini?

Aloha, Apakabar hari ini, apa ada yang mampu menggetarkan hati? sudah ketemu kejutan-kejutanNya? Insya Allah ya. Alhamdulillah, setelah hampir tiga hari tidak bisa berselancar di dunia blog, akhirnya hari ini bisa memijat-mijat jemari untuk mengisi Lakaran Minda lagi. hihi... [berasa lama nggak sih?]


Mohon maaf ya untuk komentar yang belum sempat di balas, untuk sahabat yang belum sempat dijembatani blognya juga. Sebagai gantinya hari ini sudah ada beberapa menu postingan yang siap dihidangkan. Silakan di icip-icip selagi hangat :

Datang dan pergi yang bergulir dan bergilir


Ada yang datang dan pergi di lembaran hari satu hal yang biasa terjadi. Sebuah siklus waktu yang sedang berputar merunutnya secara bergilir. Tapi, selalu ada dua sisi yang bercerita. Sisi datang yang membawa harapan baru, janji kehidupan baru, sisi yang membawa rindu. Di sisi lain, ada yang datang justru membawa luka lama, tidak diharapkan, sisi yang melahirkan kebencian. Begitu juga halnya dengan pergi. Ada yang mengikutsertakan rindu dan harapan (penantian). Atau pergi yang membawa luka dan airmata ketidakrelaan.

Waktu yang membawa pemahaman


Semua yang sudah tertulis itu berpasang-pasangan, di sana jelas sekali kasih sayang Tuhan jika kita bisa memahaminya. Salah satunya adanya pertanyaan-pertanyaan, yang selalu menuntut jawaban-jawaban. Lalu di mana letak kasih sayang Tuhannya? Sederhana, nasihat itu tidak perlu menunggu kita mengalaminya, jawaban itu bisa kita temui dari pengalaman orang lain, belajar dari mereka-mereka yang mengalami pahitnya. Dengan memahami itu, akan terasa manis sekali untuk membentengi diri, agar tidak melakukan hal yang sama. Bukankah begitu seharusnya?

Tentang hati yang selalu ingin tahu tempat pulang


Banyak hati datang dan pergi silih berganti. Singgah sesuka hati, ada yang pergi tanpa permisi. Tapi, pintu hati tetap terbuka, dengan harap terus menanti. Sampai waktu membawa satu hati, menetap dan membawa garansi kebahagiaan sejati.

Hati tidak sekedar ingin memiliki. Sebab memiliki itu mudah. Mudah mendapat, mudah pula kehilangan. Tapi hati ingin selalu menjaga, untuk kebersamaan yang lebih lama.

Maret 28, 2013

NafAs2Masa

Sebuah cinta yang berawal dari kekaguman. Menerka-nerka seperti apa wujud yang dikagumi. Takdir telah mengikat rasa yang terselip. Mempertemukan kata per kata yang teruntai. Siapa bilang menulis tidak bisa menggugah hati, mendapatkan cinta? Tengoklah Syauqi dan Najma. Lewat kata mereka berkomunikasi, mengenal satu sama lain, dan membisikkan harapan terindah.

Akankah mereka bersatu seperti kisah cinta dalam diam lainnya? Apakah setiap doa dari hati tulus ikhlas itu akan segera terjawab? Nikmati saja kisah pertemuan dua jiwa dalam balutan doa ini.

Kalian juga pernah kan jatuh cinta kepada tulisan seseorang? Atau jangan-jangan kepada penulisnya?

hati yang menawarkan garansi kebahagiaan




Pada perjumpaan yang tak lepas dari rencana Tuhan, semoga kelak digenapkan menjadi kebersamaan.

Kenyataan sudah terlelap, harapannya masih terjaga. Meminta waktu mengulang semua.

Pada memori hati ada file-file kenangan lama yang tersimpan rapi. Hendak di ulang tapi tak lagi berputar semua.

Jika bertemu adalah rumus memecahkan kode rindu. Mari mendekat, kita selesaikan persoalan itu.
Adakalanya hembusan angin begitu lembut menyentuh bibir telinga. Aku sampai memejamkan mata menikmatinya. Ada rindu di sana.

Ah rindu selalu bertemu, mereka punya cara sendiri untuk menyapa. Raga yang kadang malang, lebih banyak menunggu.

Kalau jarak merupakan versi terpanjang untuk bertemu. Bisakah kamu sekat likunya dengan memberitahukan kabarmu? Itu saja dulu, aku rindu. 

Maret 27, 2013

Ketika hati terikat oleh satu janji suci

Awan berarak ceria, menyaksikan dua hati menyatu dalam tali ikatan kasih. Duduk berdampingan dalam bahtera rumah tangga, melukis kisah dalam kanvas putih. Sang suami berseru menggoda, “Wahai Dinda, Tuhanku telah mencatatkan engkau untukku. Semoga engkau menjadi bidadari dunia, yang hatiku hanya akan tertaut kepadanya. Bidadari yang menyejukkan relung jiwa dalam kesetiaan, menguatkan kelemahanku dalam kesabaran dan ketulusan, menjadikan gubug rumahku berlantaikan permadani kebahagian.”

DUNIA MENGELUH

Dunia ini masih terlalu dini untuk murung. Lihat ada banyak di jalan orang yang [maaf] kehilangan anggota tubuhnya masih bisa tersenyum. Anak-anak kecil berlarian riang sambil mencari plastik bekas bungkusan yang masih bisa dijual, mereka masih bisa tersenyum. Masih ada abang-abang yang badannya basah karena keringat, menggali lubang di jalan. Mereka masih bisa berbincang-bincang seru sama temannya. Meskipun kita tidak tahu apa yang dipikiran mereka, apa yang ada di hati mereka. Tidak tahu sebenarnya adakah yang mereka resahkan? Setidaknya kita tahu mereka belum murung untuk menatap dunia, apalagi menontonkan keluhan mereka kepada orang lain. Lalu kita yang lebih beruntung dengan mereka kok dunianya lebih sering murung? jangan-jangan bukan kita yang lebih beruntung, tapi mereka.

Aduh-aduh masih banyak generasi sekarang yang sibuk main olok-olokan tentang status perasaannya di sosial media atau di dunia nyata. Tentang status jomblo lah, LDR-an lah, belum bisa move on lah. Senang baru dapat gebetan baru lah. Galau karena gebetan nggak respon lah. Menggelitik sekali mendengarnya. Tapi, ya sudahlah itu pilihan mereka, dunia mereka. Hanya ingin menggaris bawahi satu hal, bahwa yang berpacar (sebelum nikah) bukan jaminan lebih terhormat dari yang belum berpasangan. Yang belum berpasangan (sebelum nikah) bukan jaminan dia orang yang paling malang dan memperihatinkan. Bukankah yang jadi jaminan lebih baik adalah mereka yang sibuk memperbaiki diri, sibuk menimba ilmu, sibuk mengejar impian. Setidaknya lebih terjamin masa depannya dibanding yang masih sibuk main olok-olokan tentang status yang belum resmi. Bukankah begitu? kalau tidak setuju, kembali lagi biarlah itu pilihan mereka, biarlah itu dunia mereka.

Belum lagi yang terlihat gelisah dibilangan usia yang sudah semakin dewasa, apalagi kalau bukan belum dipertemukan jodohnya. Usaha sudah, berdoa sepanjang malam nggak lepas. Harapan jangan ditanya, baranya selalu berkobar tanpa jeda untuk padam. Tapi sayang lagi-lagi nasib baik suka main petak umpet. Atau memang begitu hukum alamnya, waktu itu tidak pernah meleset sedetikpun dari ketentuan. Seperti halnya dipertemukan dengan pasangan. Jadi nggak bagus saja kalau terus menerus terlihat gelisah, selalu sensitif jika ditanya teman, kapan? kapan? kapan? Aduh, aduh kalau waktunya tepat, jodoh juga akan menyapa di depan mata. Anggap saja tempat petak umpet itu ada di ruang yang cuma berjarak lima langkah darimu. Tempat itu bernama S-A-B-A-R. Bukannya semua manusia itu ditakdirkan berpasang-pasangan ya?

Ada lagi orang yang merengut ketika belum juga mendapat pekerjaan. Tiap hari pontang-panting ke sana kemari menawarkan diri untuk bergabung di perusahaan. Usaha sudah jelas, doa tak pernah lupa, harapan terus-terusan berkibar di ujung penantian. Tapi sayang, kadang nasib baik suka main teka-teki pada mereka. Atau memang begitu hukum alamnya, waktu itu tidak pernah meleset sedetikpun dari ketentuan. Jadi lucu saja kalau sepanjang waktu dihabiskan untuk merengut, mengeluh cape, mengeluh habis ongkos, mengeluh malu sama teman dan keluarga, mengeluh ijazah tak banyak guna. Aduh, aduh kalau waktunya sudah tepat pekerjaan itu juga datang. Anggap saja satu kolom teka-teki itu lima kotak yang tersisa, S-A-B-A-R. Bukannya binatang melata saja nggak luput dari rezekinya?

Dunia sudah mulai merenta, kasihan ia semakin terbebani oleh keluhan-keluhan, angan-angan panjang, harapan-harapan kosong dan kecewa yang berlebihan.

*hanya untuk yang mau menerima jawaban,
untuk telinga yang mau menerima pendapat orang lain.
Untuk hati yang selalu ingin memperbaiki diri.

*Geist!
 

Maret 26, 2013

AYAH, terima kasih.



Malam sedang menjamu kita dengan hidangan istimewa, berupa canda tawa mesra dengan keluarga tercinta dan istirahat sebagai makanan penutupnya.



Ketika tengah mengamati langit-langit kamar untuk mulai memejamkan mata, tiba-tiba aku teringat kejadian menarik ahad kemarin. Seketika saja ingin coba aku tulis. Singkat cerita, setelah tunai shalat maghrib di masjid, pada hari itu para jamaah shalat tidak langsung bergegas pulang ke rumah masing-masing. Mereka berduyun-duyun menuju rumah salah satu tetangga yang kebetulan mengundang selametan di rumahnya dalam rangka memberi nama buah hati pertama mereka. 

Maret 24, 2013

[Terlalu] mudah kecewa, cepat menyimpulkan

Jika saja hijab perjalanan takdir kita terbuka di depan mata, alur-alurnya seperti serangkaian garis-garis merah di peta dunia. Pasti semua yang dikeluhkan akan berbalik malu. Ketika tahu kegagalan yang pernah kita alami di titik itu adalah lubang besar yang lebih berbahaya, sesuatu yang tidak kita perkirakan sebelumnya. Berbalik malu, ternyata Allah lebih menyelamatkan kita dari perangkap bahaya. Lalu Dia mengarahkan ke jalan yang lebih aman, jalan yang lebih mulus untuk kebaikan ke depan. Ah... Rencana-Nya akan selalu lebih menakjubkan daripada prasangka kecewa manusia.

Maret 23, 2013

Merekam kisah dengan tulisan

Memori yang terekam hari ini dengan segala macam bentuk kisahnya, suatu saat nanti hanya akan menjadi kepingan kenangan. Tidak lagi utuh, tapi bisa diputar ulang seiring terbilangnya waktu dengan tulisan. 

Di dunia fiksi ada banyak cerminan kehidupan nyata. Di dunia nyata, segetir apapun kisahnya tidak pernah bisa dianggap fiksi meskipun bersikeras menganggapnya tidak pernah ada. 

Menulis memang bukan berarti selalu menceritakan tentang dirimu, kepribadianmu, cerita keseharianmu. Tapi aku rasa menulis itu waktu yang tepat untuk menjadi dirimu sendiri.

Ada banyak kisah yang selalu menarik untuk direkam oleh kata-kata. Minimal untuk bukti sejarah kehidupanmu. So, mari menulis agar kisah keseharian ini tidak mudah terkikis. Bukankah manusia lebih banyak melupa dibanding mengingatnya?

Dan apapun bentuk perasaan, kegundahan, emosi, harapan, doa biarkanlah tulisan yang berbicara. Ia penyampai yang baik ketika lidah terlalu kelu untuk berkata.

*selamat berakhir pekan :)
 

Maret 22, 2013

Peranku untuk keluarga kecil di rumah

Hembusan angin segar menyeruak dari sela kaca jendela dan pintu, menggigilkan ragaku yang tak bermantel. Cukup lumayan untuk mengusir kantuk yang bergelantungan di kelopak mata. Dari balik setir ini aku mengontrol laju kendaraan, teman... lebih tepatnya rumah keduaku ketika di jalan. Di jok yang sudah tak lembut permukaannya ini aku bertahan sepanjang hari. Menahan terik panas yang memantul dari kaca depan. Dari macetnya jalanan ibu kota. Tapi kali ini benar-benar masih dini, jalanan masih tampak lenggang, meskipun ada beberapa titik sudah mulai merapat. 

Maret 21, 2013

Kenangan yang bersenandung, hati yang bicara

Bagaimana pun kamu mengelak, sekuat apapun melupa. Hati akan selalu pulang. Menyapa kembali masa lalu. Minimal tentang kenangannya. Lebih-lebih sisa harapannya.

Siapa yang menginginkan luka? Tidak ada. Tapi lihatlah seperti apa kerja sebuah luka. Tanpa pinta, tanpa sengaja, tanpa disadari, tanpa rencana. Luka kecil mampu mengiris perih hati seseorang. Tanpa isyarat apa-apa gerimis mengundang airmata. Lalu bagaimana luka yang dibuat sengaja? Aduhai hati pun tidak tega menceritakan rasanya.

Kami KPK yang belajar berbagi

Kami KPK, bukan si pemberantas korupsi. Kami KPK, kelompok yang ingin belajar peduli.
Kami KPK, bukan yang mencari kesalahan abu-abu. Kami KPK, berjuang hanya mencari ridho dan restu.
Kami KPK, bukan yang mengejar-ngejar pejabat. Kami KPK, mengukir persahabatan, dengan berjabat erat.
Kami KPK, bukan sembarang mencari sensasi lalu tenggelam pergi. Kami KPK, bergerak ikhlas dari hati, saling menyatukan visi dan misi.

Parsial | Selamat Semangat

Selamat pagi sajak-sajak yang berhamburan, hari ini pena dunia akan menceritakan apa? semoga yang ber-ending baik ya.

Ketika terbangun, ada sisa mimpi manis yang masih membuatmu tersenyum. Tapi kenyataan yang ada tidak bisa dikatakan mimpi, sepahit apapun itu.

Maret 20, 2013

الْحَمْدُ لِلَّهِ, cukup itu saja untuk bahagia

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّه الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Maret 19, 2013

DariMu, UntukMu, KepadaMu

Ketika ku yakin, segala yang ada menjadi mungkin.
Ketika ku sabar, jalan yang ada terbentang lebar.
Ketika ku bersyukur, nikmat yang ada berlimpah subur.
Ketika ku berdoa semua harapan insya Allah menjadi nyata.
Ketika ku mengadu kepadaMu, permasalahan dunia terasa mudah, seakan mengecap semanis madu.
Ketika ku pasrah, menggantungkang nasib kepada Sang pemurah.
Ketika ku cinta, menggetarkan hati ke relung jiwa.
Ketika ku rindu, didekap mesra kasih berpadu.

Berhentilah, sebelum benar-benar berhenti

Berhentilah berpura-pura baik, jika memang keadaanmu sedang tidak baik. Percuma, tidak ada yang benar-benar bisa ditutupi, apalagi dari dirimu sendiri.

Berhentilah mengeluh, meski keadaanmu sedang begitu lemah. Percuma, sebanyak apapun keluh, keadaan tidak akan membaik sampai kamu bergiat bangkit sendiri.

Maret 18, 2013

Parsial | AYO JUJUR

Kejujuran selalu memiliki tempat di hati kebaikan. #ayojujur

Kejujuran membawa dampak bahagia dan kelapangan hati yang melakukan. #ayojujur

Maret 17, 2013

Parsial | #kenangan

Dua orang yang sedang duduk bersisian, mengulang kenangan yang dulu pernah bersinggungan.

Ada yang sedang diajak main oleh kenangan, sampai-sampai hatinya sulit untuk beranjak pulang.

Maret 16, 2013

Sederhana yang masih saja dirumitkan

Berdoalah selalu, tidak akan pernah percuma. Berharaplah terus, tidak akan sia-sia. Selagi kamu percaya, doa yang baik selalu akan membawa kebaikan. Harapan yang tulus, melahirkan penerimaan yang ikhlas. Berdoalah selalu, berharap lah terus sampai tak ada lagi celah untuk berputus asa. Gantungkan semua itu kepadaNya. Yang maha pemberi jawaban bijak. Yang maha melembutkan harapan menjadi nyata. Yang maha menggantikan kecewa dengan kabar gembira. Yang maha melengkapi kebutuhan manusia. Dalam arti kebaikan kita yang sebenarnya.

Maret 15, 2013

Saling berdoa, saling mengajukan nama kepadaNya


Satu hari lagi sudah terlewati. Dari kokok ayam pagi hari ditutup azan maghrib ini. Semoga panen kita hari ini lebih baik. Panen kebaikan-kebaikan. 

Surat Pemberitahuan

Dear,
Sahabat Tamu Lakaran Minda

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam karya yang tersusun dari bait-bait kata. Salam semangat untuk saling berbagi hal-hal menarik melalui pena. Semoga masih bisa meresap ilmu-ilmu dari bacaan yang bermanfaat dan memiliki pesan. Masih diberikan waktu luang untuk saling menyapa, dalam manisnya silaturrahim sesama blogger se tanah air. Aamiin.

Maret 14, 2013

Jiwa Yang Bermilyar-Milyar Itu!

Boleh jadi di menit ini, di jam ini, hari ini, bermilyar-milyar bayi (manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya) yang lahir atau tumbuh di seluruh pelosok dunia, memulai episode barunya menapaki jejak kaki di bumi. 

Boleh jadi di menit ini, di jam ini, hari ini bermilyar-milyar jiwa sedang terancam, sedang dekat dengan kematian, rapuh, lemah tak berdaya dan tidak lagi mampu berbuat apa-apa, kecuali menunggu nasib baiknya.

Maret 13, 2013

Ukhti, Selamat Untukmu



Ayo Najma, jangan sampai tumbang sekarang.
            Selepas shalat, kembali Najma membuka folder yang berisi email-email masuk. Masih banyak artikel yang belum sempat ia baca. Seketika ia teringat nasib Mia, muridnya.
Semoga anak itu tidak mudah goyah dengan pendiriannya. Ya Allah, Engkau Maha Kuasa menjaga, apa yang seharusnya terjaga. Wanita adalah hiasan dunia-Mu, wanita solehah adalah permatanya. Jadikan aku tergolong di dalamnya. Dan jangan biarkan dunia kehilangan satu mahkotanya.

Maret 12, 2013

Sampaikan Sapaku Untuknya


Selamat pagi daun-daun beterbangan, entah berapa banyak nyawa-nyawa hari ini dijemput kematian. Selamat pagi putik-putik bunga bermekaran, terhitungkah nyawa-nyawa baru lahir membawa kebahagiaan.

Di suatu pagi, tatkala fajar sudah mulai menyingsing Pangeran Matahari dan Ksatria Angin berpapasan, mereka memang sering bertemu di saat itu untuk menceritakan apa saja tentang malam, tentang hal-hal yang tidak pernah diketahui langsung oleh Pangeran Matahari. Karena takdirnya yang tidak pernah terbit ketika malam.

Maret 11, 2013

Siklus Hati Yang Diam-Diam Tenggelam


Diam-diam mendoakan, diam-diam memupuk harapan. Diam-diam menunggu jawaban atas pertanyaan yang tak pernah tersampaikan.

Diam-diam mengagumi, diam-diam memberi arti, diam-diam selalu peduli. Diam-diam kehilangan yang tak pernah di miliki.

Maret 10, 2013

Parsial | Sederhana

Ketika terjatuh boleh jadi saat itu Tuhan sedang menuntunmu untuk lebih terjaga, dari kelalaian-kelalaian yang ada.

Maret 08, 2013

Dua Orang Yang Berbagi Rindu DI Bangku Kosong

Di bawah sinar rembulan aku berkawan dengan denting waktu. Kami sedang membicarakan soal pertemuan di atas bangku kosong taman rumah. Lagi-lagi aku coba membujuk waktu agar mau berbagi sedikit rahasianya itu. Tapi, waktu masih saja enggan menyebutkan kapan tepatnya aku bisa berjumpa. Berulang kali ia menasehati agar aku lebih sabar menunggu, karena waktu sudah membuat jadwal pertemuanku dengannya. Soal kapan dan di mana itu rahasia, katanya. Ah, rupanya ia masih saja usil bermain teka-teki denganku.

Maret 07, 2013

Sapaku Yang Ke-3

Untukmu sebilah tulang rusukku.. 

Ini untuk ketiga kalinya aku menyapamu sepanjang perjalanan pencarianku. Apa kabarmu? umm... terima kasih atas setiap untaian nada manismu yang kamu selipkan ketika bersujud kepada Tuhanmu. Sejuk sekali. Angin lembut begitu bergembira ketika menyampaikannya. Aku akui ia perantara yang baik. 

Maret 06, 2013

Apa Nanti Akan Sama?

Hai
Sedang apa? 

Sujud Di Kiblat Yang Sama


Kamu tahu Le satu benda yang berada di lantai, tapi semua orang nggak pernah merasa jijik untuk menciumnya, sampai sepenuh hati. Meskipun dia tahu banyak orang lain melakukan itu lebih dulu, bergantian menggunakannya, bergantian menyentuhnya, bergantian menginjaknya. Benda itu bentangan sajadah Le, yang berada di masjid atau mushalla. Lalu kenapa semua orang nggak merasa risih? Karena orang itu yakin, kalau sajadah itu bersih, semua yang menghadap ke kiblat yang sama sudah dalam keadaan bersih dengan berwudhu. Seperti itulah Le cara ingin kembali bersih di hadapan-Nya. Semua orang punya kesempatan yang sama. Bersujud memohon ampunan sepenuh hati mencari ridha-Nya.*

 “Katakanlah wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(As-Zumar: 53)

*dikutip dari naskah NafAs2Masa 

 *Geist!
 

Maret 05, 2013

Dunia dan Saus Cabai

"Le lihat dunia itu kecil." Sambil menunjukkan replika dunia sebesar bola kasti, berwarna biru langit yang suka dimainkan anaknya. "Bisa kamu genggam erat-erat, kamu guncangkan keras-keras. Atau saat kamu sudah siap untuk kehilangannya, kamu bisa lemparkan jauh-jauh sampai hilang di pandangan mata."

Syauqi kecil mengangguk pelan seakan mengerti perkataan bapaknya.

Maret 03, 2013

Di mana Uzay Gingsull 'Hanya Tulisan' sekarang?

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Selamat semangat sahabat!
Selamat untuk semangat yang nggak pernah mau menyerah!
Selamat menikmati hidangan harapan baru yang sudah disediakan.

Untuk postingan kali ini, saya nggak menulis cerita fiksi. Saya mau berbagi cerita tentang perjalanan domain azura-zie.com blog ini. Untuk sahabat-sahabat blogger yang belum lama singgah ke blog ini mungkin belum tahu kalau awalnya judul blog ini Uzay Gingsull 'Hanya Tulisan' dengan alamat uzay0410.blogspot.com sejak November 2011 dengan template vespa antik (sayang nggak punya penampakan fotonya.)

Maret 02, 2013

Barisan Kata Penentu Cerita


Ada baris kata yang terbata-bata terucap. Dari amunisi huruf-huruf keraguan. Samar terdengar, lebih terasa bergetar. Lebih banyak tercekat di tenggorokan. Kata yang mewakili perasaan yang tak terungkap.

Maret 01, 2013

Sekedar Jeda Cerita

Ah, susah ya menebak suasana hati orang yang suka menulis.| Kenapa begitu?| Kadang sulit membedakan mana yang fiksi mana yang asli, seperti kamu.| Mudah ah, kalau tulisan itu membuat kamu tersenyum, anggap saja itu gambaran harapan kita, berarti itu asli bukan fiksi.| Kalau ternyata membuat kamu sedih, itu berarti fiksi.| Kenapa begitu?| Karena nggak ada alasan yang membuat harapan itu bersedih.|

Untukmu Usia Terbilang



Untukmu usia yang semakin terbilang.
Untukmu kesempatan sebelum hilang.