November 20, 2012

Jeritan Jiwa Di Tepi Gaza

Inilah jalan hidupku. Di bagian bumi inilah aku mengumpul cinta Tuhanku. Aku percaya di sinilah tempat terbaik aku dilahirkan. Tempat terbaik menunggu pembuktian Tuhan. Bahkan rerumputan hijau selalu siap untuk diinjak-injak. Sebatang pohon kelapa yang menjulang pun selalu siap tersambar petir. Mereka selalu pasrah dengan takdir-Nya. Berzikir memuji keadilan Tuhannya. Mereka percaya itulah bentuk kasih sayang Tuhan. Yang aku harus cari. Yang aku harus buktikan sendiri, dengan bersabar, bertawakal. Sadar hidup di dunia tidak lah kekal.

Lihat jiwa-jiwa melonglong memanggil-manggil Tuhannya. Mewangi surga berkubang bermerah saga. Dentuman peluru laksana nyanyian rindu pengantar tidurku, obat penenang kegelisahanku. Tak banyak yang aku pinta, Tuhan dekap aku, dekap aku dengan cinta-Mu, dengan janji manis-Mu. Basuh hausku dengan air sungai telaga kautsar itu. Aku tak cemas dengan peradilan-Mu, karena aku yakin Engkau memang adil. Aku tak menagih kebaikan-Mu, karena aku yakin Engkau memang baik. Aku ikhlas, aku ikhlas kembali ke pangkuan, asal tidak kembali dalam kehinaan. Tak akan ada airmata untuk menyenangkan keangkuhan mereka, biarlah airmata itu sebagai persembahanku menyambut kemenangan. Ketika bersua menghadap-Mu Tuhan. Sungguh! Itu lebih dari cukup, lebih dari cukup menggantikan derita penghujung napasku, menuju Ar-Rayyan.

Tuhan aku yakin kelahiran tak ada yang sia-sia, perjalan hidup bukan menjajaki kaki melangkahkan ke sana kemari hanya untuk berujung sia-sia. Satu hal yang aku takuti, menjadi hambaMu yang benar-benar sia-sia. 



3 komentar:

  1. kasihan gaza.
    malah obama membela israel, padahal israel yang keterlaluan...

    BalasHapus
  2. Jangan dukung israel dukung Gaza :O

    Obama itu salah harus diluruskan X(

    Ditunggu follow balikknya ya ... :D

    @Salam Kenal

    [ Unimportant Notebook ]

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)