Desember 04, 2020

MENUMPANG HIDUP

Sama seperti kita, manusia yang menumpang hidup di dunia.


Makhluk-makhluk hidup lain pun demikian. Seolah menumpang hidup di sekitar kita. Seperti sekelompok semut yang berbaris di tembok rumah atau mengerumun sisa-sisa makanan di meja dapur. Seperti kucing-kucing liar yang kalau kita buka pintu langsung mengeong meminta makan. Seperti cicak-cicak yang bertengger di plafon di kala malam. Dan makhluk lainnya. Mereka semua seolah menumpang hidup di sekiataran kita sebagai manusia.


Yang kadang kala tingkah laku mereka membuat jengkel kita. Karena merasa terganggu. Karena sudah membuat kotor. Atau bahkan bisa berujung merugikan.


Sebagai yang punya hobi merawat tanaman pun begitu. Ulat-ulat yang menumpang hidup dengan memakan daun-daun #caladium kita. Atau keong racun yang sedang asik makan dedaunan. Sampai rumput-rumput liar yang suka ikut tumbuh di dalam pot tanaman hias kita. Mereka semua seolah menumpang hidup di sekitaran kita. Sedikit banyak mengusik keseharian kita.


Tapi, kalau direnungi ulang. Allah Maha begitu baik kepada kita semua. Sebagai manusia yang menumpang hidup di dunia, tentu manusia ini memiliki tingkah laku yang lebih beragam dari mahkluk-makhluk lain. Karena kita diberi akal dan pikiran.


Boleh jadi Allah pun suka jengkel melihat tingkah laku kita yang cenderung berlebihan. Yang suka keluar dari aturan.

Tapi, kitanya masih merasa aman-aman saja. Karena Allah lebih bijak menunda balasan itu. Tidak seperti kita yang serta merta langsung menghardik kucing-kucing liar yang tidak sengaja menyenggol pot tanaman kita hingga pecah. Tidak seperti kita yang langsung menyapu/menyiram semut-semut yang bergerayang di salah satu buah kita.


Bukankah begitu?

@azurazie

BERPIKIR POSITIF

Diberi kemampuan lebih untuk menyelesaikan sesuatu, yang mungkin jumlahnya lebih banyak dari beban orang lain.


Meskipun di saat yang sama harus punya kemauan lebih letih untuk menyelesaikannya.


Soal bonus lelahnya :

Biar jadi urusan Allah yang memampukan kita. Terserah Allah memberinya apa.

Boleh bonusnya selalu diberi kesehatan. Bisa juga kelapangan waktu bersama keluarga. Atu lain-lain.

Tugas kita :

Tetap mau usaha tanpa keluh kesah yang bisa menghambat prosesnya.


Semoga selalu ada nilai lebih dari sesuatu yang membuat kita lebih letih.

Soal bentuk lebihnya, percayakan kepada Allah saja.


Sesederhana itu.

@azurazie_

Desember 03, 2020

MENYAMBUNG REZEKI

Adalah benar pada rezeki yang kita terima, boleh jadi akan jadi rezeki yang Allah titipkan untuk orang lain.


Seberapa sering kamu ketika dalam perjalanan, Allah menggerakkan hatimu untuk mampir sebentar hanya untuk membeli minuman atau sekadar camilan? Boleh jadi si pemilik warung yang sepanjang hari kepanasan, sangat mengharapkan dagangannya laris hari ini. Untuk menambah biaya sekolah anaknya. Secara tidak langsung dirimu telah menyambung rezeki untuknya.


Suatu ketika, saya iseng mampir ke sebuah kios tanaman di pinggir jalan. Yang sebelum masa #plantdemic tidak pernah terpikirkan saya akan menyambangi tempat itu. Karena memang tidak terlalu antusias dengan tanaman. Itu dulu.


Pada hari itu saya ingin coba pengalaman baru, gimana sih rasanya membeli tanaman langsung? Apalagi kalau lihat di story-story medsos, kios tanaman ini sudah seperti menjadi ‘mall’ baru untuk banyak orang. Jadi lebih sering ramai.


Sayangnya kios yang saya datangi bisa dikatakan sepi pengunjung. Mulailah saya keliling dari jajaran polybag satu ke yang lainnya. Melihat-lihat jenis-jenis tanaman, yang memang kalau diperhatikan kurang terurus. Mungkin itu jadi faktor kenapa sepi.


Singkat cerita, saya memutuskan mengadopsi dua jenis tanaman saat itu. Dengan kocek hanya 15ribu rupiah. Mungkin bagi saya itu sekadar 'hanya’ tapi bagi pemilik kios bisa lebih dari sekadar kata itu. Terlihat dari sumringahnya dan berkali-kali berucap alhamdulillah.

@azurazie_

Desember 02, 2020

RUMUS CANGGIH 2

Rumus Canggih 2 :

Merasa cukup atas tiap-tiap pemberian-Nya. Tak akan pernah cukup waktu untuk mensyukurinya.

Cukup itu tentang menerima dengan apa adanya. Tanpa menuntut lebih. Hadza Min Fadlillah. 

Cukup atas nikmat-nikmat-Nya yang tiada tara. Yang tak pernah akan cukup waktu, tenaga, pikiran, perhitungan, perhatian untuk benar-benar mensyukurinya. 

Mulailah hari ini dengan merasa cukup. Agar langkah kaki kita tidak terasa berat karena membawa tuntutan keinginan. Agar langkah kaki kita hanya akan menuntun ke arah yang membawa banyak kebaikan-kebaikan.


@azurazie_

Desember 01, 2020

RUMUS CANGGIH 1

Rumus Canggih 1 :

Memberi lebih,
Bukan membeli lebih.

Memberi itu tentang merelakan.
Melepas sesuatu yang berada di genggaman.

Sedangkan membeli itu tentang menuruti keinginan. 

Memberi, bisa menjadi terapi untuk melapangkan hati. Belajar untuk ikhlas.

Membeli, seringnya membuat was-was diri. Ketika keinginan tak sanggup untuk dituruti. Seolah emosimu diperas.

Mari memberi lebih untuk menambahkan kebaikan-kebaikan lain.
Dan jaga diri untuk tidak selalu membeli lebih. Ingat! Kelas hisabnya akan diperhitungkan. 

@azurazie_