Januari 02, 2022

CANDU UNTUK CANDA

Menulis itu candu,
Bagi canda yang terkadang ingin bersembunyi,
tidak ingin terdengung kencang di dengar orang. Menjadi keluhan.
Menulis menjadi terapy
Untuk melepaskan bara-bara emosi dalam hati.
Maka, aku ingin menulis,
Untuk menenangkan,
Upaya mengutarakan,
Diam-diam,
Dalam-dalam.

Meski tak ada yang membaca,
Hati itu merdeka,
Dari perasaan yang ingin didengarkan,
Walaupun hanya dirimu yang tahu sendirian.

@30haribercerita 
#30haribercerita 
#30hbc22 
#30hbc2202
#azurazie_ 

Januari 01, 2022

PADA UJUNG BISMILLAH

Pada ujung kalimat Bismillah, 
Aku berserah dengan sepenuh patuh.
Kepada Allah Sang Maha Kasih,
Aku terserah secara utuh.
Dan Maha Penyayang dengan menyeluruh,
Aku menyerah-kan segala butuh.

Ikhtiarku dalam usaha.
Sepenuh yakin, akan dijasa untuk tiap-tiap upayanya.
Ikhtiarku dengan doa.
Sepenuh yakin, akan diijabah untuk tiap-tiap butuh.

Kepada-Mu yang Maha Segala.
Kugadaikan segala pinta.
Pada pijakan langkah kaki yang pertama.
Menelusuri remah-remah kebaikan yang telah tersedia.
Untuk tiap-tiap makhluk-makhluk-Mu yang berupaya dan berdoa.

Kepada-Mu bermuara segala butuh.
Dengan cinta yang akan selalu utuh.
Dan kebaikan yang terus bertumbuh.
Dengan keberkahan hidup yang semoga terus bertambah.

Segalanya terasa menyeluruh.

@30haribercerita 
#30haribercerita 
#30hbc22 
#30hbc2201 
#azurazie_ 

Desember 31, 2021

TERMENUNG DI AKHIR TAHUN

Kelak, sampai datangnya pertanyaan : umurmu untuk apa dihabiskan?

    Hmm... sampai hari ini di penghujung tahun bisakah kita menerka-nerka jawaban terbaik apa yang bisa kita berikan nanti? Sedangkan waktu terus berlalu. Entah mana yang lebih banyak kita tinggalkan di belakang : remah-remah kebaikan, atau justru remeh-remeh kelalaian.

    Termenung.


@azurazie_

Desember 17, 2021

DUA TAHUNMU

16.12.19 - 16.12.21

Genap dua tahun @khansatazkiyahayyin

Dalam lini masa waktumu, dua tahun bisa dibilang 'masih seumuran jagung'. Baru sebentar.

Tapi waktu itu sifatnya relatif.

Dua tahun bagi orang lain, dirasa begitu lama untuk orang yang diuji dengan penyakit yang menahun.

Dua tahun bagi orang lain, dirasa begitu lama untuk orang yang rindu dalam perantauan.

Dua tahun bagi orang lain, dirasa begitu lama untuk orang yang menunggu diberinya keturunan.

Dua tahun bagi orang lain, dirasa begitu lama untuk orang yang berharap-harap bebas dari tahanan.

Dua tahun bagi orang lain, dirasa begitu lama untuk orang yang masih berstatus pengangguran.

Begitulah relatifnya waktu, nak.
Dua tahunmu bagi ayah-ibu adalah waktu yang masih sebentar untuk menikmati kebahagiaan. 
Membersamai tumbuhmu dengan baik. Membersamai kepolosanmu dalam bertindak. Dan masih butuh lebih banyak waktu lagi untuk kita lalui bersama agar segalanya selalu terasa utuh.
Cukup itu saja. Selain itu rasanya tidaklah terlalu dibutuh.

Maka, bersyukurlah nak selalu dalam sujud.
Kepada Allah Sang Maha Wujud.
Yang menjadikanmu ada untuk kami berdua.
Hingga ayah-ibu menua.
Hingga takdirmu sampai pada waktunya berdua.
Hingga batas Allah yang menentukan kita semua bakalan tiada.

Hingga sampai itu. Teruslah membuat ayah-ibu tak lagi mencemaskan banyak hal. Tentang kekurangan-kekurangan. Tentang kehilangan-kehilangan. Tentang kepergian-kepergian. Tentang ketidakpemilikan. Apapun itu yang hanya bersifat fana di dunia.
Karena kau tahu, nak. Yang lebih penting adalah di saat kita sudah bisa merasa cukup. Tidak perlu sampai dilihat orang lain selalu berkecukupan. Kita akan selalu merasa cukup. Meski satu dua hal dalam padangan mata sebenarnya kurang. Hati akan merasa cukup. Dalam syukur yang tak pernah berkesudahan.

Selamat bertumbuh dengan mendulang berkah.

#khansatazkiyahayyin 
#azurazie_

Desember 02, 2021

WAKTU TERBAIKNYA

Segala sesuatu ada waktu-waktunya.
Di setiap waktu-waktunya harus ada upayanya.
Untuk mengutuhkan kepemilikan.
Untuk mengukuhkan keinginan.
Untuk memenuhi tiap-tiap kebutuhan.

Pun,
Segala sesuatu ada takdirnya.
Di setiap takdir ada hikmah terbaiknya.
Untuk me-prasangka-kan kebaikan.
Untuk menambahkan keberkahan.

Pun,
Di waktu-waktu terbaik, ada doa yang akan diijabah.
Di kebaikan-kebaikan yang diterima, ada berkah yang bertumbuh.

Maka, teruslah berdoa sekalipun sampai membuatmu merasa lelah.
Teruslah berbuat baik, sampai yang terbaik kembali kepadamu dengan cara yang paling bijak.

@azurazie_