April 03, 2022

KEBAIKAN, PERBAIKAN, KEBALIKAN

Selamat mendulang berkah saudaraku. Di bulan penuh Rahman dan Ampunan. 

Mumpung masih hari pertama, di ingat-ingat lagi tiga point ini ya :

- Kebaikan
- Perbaikan
- Kebalikan

1. Kebaikan
Ramadhan itu bulan berlipatgandanya kebaikan. Yakin deh, semua orang, baik yang sedang punya maupun sekadar cukup untuk dirinya sendiri sekalipun, ingin rasanya di bulan ini untuk tambah berbagi. Tetangga berbagi makanan untuk berbuka. Pun untuk saudara yang dekat maupun yang jauh. Ingin rasanya ikut andil berbagi takjil di mana-mana. 
Dan bentuk kebaikan-kebaikan lain.

Nah, jangan lupa sedekah subuhnya jangan sampai ketinggalan.

2. Perbaikan
Ramadhan itu, jadikan aji mumpung untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Baik untuk perkara ibadah maupun perkara yang lain. Baik yang hubungannya sama Allah. Maupun kepada sesama manusia.

Banyakin deh perbaikan-perbaikan. Yang tadinya masih bolong-bolong bangun shalat malam. Jadi istiqomah sebelum santap sahur dua-empat-enam-delapan rakaat tahajudnya. Yang tadinya ketinggalan terus shalat sunnah qoblia subuh, jadi lebih gercep deh melangkahkan kakinya ke masjid. Biar nggak masbuk terus. Dan bentuk perbaikan-perbaikan lain.

3. Kebalikan

Nah, Ramadhan itu, bisa jadi momentum untuk membalik kebiasaan yang kurang baik.

Yang biasa suka kepo sama urusan orang lain. Dibalik deh jadi makin rajin mendoakan diam-diam. Yang suka koment ghibahan orang, REM! Ingat kalau sedang puasa. Sayangkan pahala puasanya.

Kebaikan, Perbaikan, Kebalikan.

Semoga dengan begitu Ramadhan kita tahun ini jadi  jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 

Berlomba-lomba dalam kebaikan itu boleh. Riya dalam beribadah itu yang jangan.

Minimal kita berlomba dengan diri kita sendiri versi yang kemarin. Jadi versi yang berpuasa dengan penuh kesadaran dan juga kesabaran.

Aamiin..
Mudah-mudahan jadi berkah untuk kita semua.

@azurazie_

April 01, 2022

MARHABAN RAMADHAN

Adakah yang lebih menggembirakan hati dari : di doakan diam-diam oleh orang lain? Boleh jadi ada, ketika : di maafkan dalam-dalam.

Maka, mari sambut Ramadhan dengan lebih dulu mendoakan diam-diam : Doakan agar sehat dan berkah untuk semua. Lebih mudah untuk beribadah. Murah rezeki untuk bersedekah.

Dan sempurnakan dengan memaafkan dalam-dalam. Siapapun. Karena apapun. Agar langkah lebih ringan. Agar hati lebih lapang.

Agar urusan lain ditanggalkan.

Ramadhan ini untuk Allah kita tunggalkan.


@azurazie_

Maret 12, 2022

USIL

Berhentilah usil untuk mengomentari atau mencibir kebiasaan orang lain. Dalam mengerjakan atau pun membeli sesuatu. Yang dalam kacamatamu mungkin berlebihan atau terkesan mubadzir dan buang-buang waktu. Kenapa itu-itu terus? Kenapa nggak mentingin yang ini dulu? 

Selain karena prioritas masing-masing orang berbeda-beda. Selagi tidak merugikanmu. Selagi tidak juga membuat buruk lingkunganmu. Selain tidak mengabaikan ibadahnya. Selain tidak sampai melupakan Tuhannya.
Sah-sah saja.

Karena, boleh jadi yang mereka lakukan adalah cara untuk mengusir penatnya rutinitas. Menjadi katarsis yang baik bagi mereka. Sebagai media healing untuk menghibur hatinya. Dan lain sebagainya yang menjadi kebutuhan.
Kita tidak pernah tahu.

@azurazie_

Maret 03, 2022

UKURAN CINTA

Suatu ketika aku termenung sendiri. Bertanya-tanya? Bisakah cinta diukur hanya sebab rutinnya kehadiran seseorang? Diukur dengan sebatas jumlah pertemuan. Sebab terlihat oleh mata. 

Lalu, bagaimana dengan ia yang rasanya masih tak sanggup untuk sekadar hadir. Berdiri di sana untuk berusaha tegar. Atas rasa kehilangan yang dirasa terlalu. 

Apakah karena sikapnya itu, mereka yang tak tahu tentang isi hati. Menganggap tidak lagi ada cinta? Sedang rindu di hati seseorang siapa yang tahu.

@azurazie_

Maret 01, 2022

BUAH TUTUR YANG BAIK

Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian." QS. 26:84

Sungguh, alangkah beruntungnya bila kita dikenang dengan label-label yang baik.

Yang ketika mengingat diri ini, yang terbayang bagaimana kebaikannya. Meskipun kita sendiri sudah lupa kebaikan apa itu yang pernah dilakukan di masa dulu.

Yang diingat adalah sifat diamnya, ketika tidak menyakiti hati orang lain.

Yang diingat adalah sikap ringan tangannya, ketika mengulurkan bantuan-bantuan kecil.

Yang diingat itu terangkum dengan rasa syukur, pernah mengenalmu. Pernah berada di sisimu. Pernah bercanda-ria denganmu. Pernah berjuang mencari kebaikan bersamamu.

Dan label-label positif yang lain. Hingga terlukis senyum di wajah mereka ketika mengingat kita. Kemudian ringan mendoakan keselamatan kita.

@azurazie_