Juli 15, 2019

DIBERI LUPA

Diantara musibah kecil yang perlu kita waspadai adalah 'diberi lupa'. Sehingga kebaikan-kebaikan kecil yang pada dasarnya mempengaruhi banyak hal, bisa hilang begitu saja karena lupa. Lenyap sudah nilai keberkahannya. Semisal lupa membaca Bismillah ketika makan-minum. Lupa mengucap tahmid ketika bersin. Dan kebaikan-kebaikan kecil lain yang seharusnya selalu melekat diingatan. Seharusnya menjadi kebiasaan.

Diantara musibah kecil yang perlu kita waspadai adalah 'diberi lupa'. Sampai-sampai 'diberi lupa' untuk meringankan beban orang lain dengan memperhatikan hak-haknya yang masih tertangguh di kita. 

Jangan sampai kita sering ‘diberi lupa’ karena ingatan itu terhalau oleh dosa-dosa yang kian menumpuk. Hingga apa-apa yang kita upayakan, apa-apa yang kita peroleh, jauh dari keberkahan.

 @azurazie_

Juli 13, 2019

SEJENGKAL, SEHASTA, SEDEPA?

Duhai diri….

Pernahkah kamu bertanya-tanya pada dirimu sendiri, sejauh apa jarakmu dengan orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.

Mereka yang terbiasa sejengkal lebih patuh dalam ketaatan. Selalu Sami'na Wa Ato'na, tanpa banyak pertimbangan. Mencintai Allah dengan sungguh-sungguh, dan Allah pun membalas cinta mereka sehasta lebih dekat. Dengan hidup yang terasa begitu berkah dalam nikmat.

Pernahkah kamu menerka-nerka pada dirimu sendiri, sejauh apa jarakmu saat ini? Yang masih saja mempertimbangkan banyak hal untuk sekadar tepat waktu dalam beribadah. Acuh dalam memenuhi tiap-tiap panggilan adzan. Lebih banyak berdalih. Tanggung sebentar lagi? Nanti-nanti? Masih banyak waktu? Mengerjakan ini dulu?

Sedangkan orang lain selalu antusias berduyun-duyun, berusaha sedepa lebih dekat derajat imannya dengan orang-orang yang terpilih. Mereka yang dimuliakan di bumi, hingga amalannya terkenal di langit.

Pernahkah kamu begitu cemburu dengan kedekatan mereka? Minimal, berharap ada dalam satu barisan dengan orang-orang soleh. Dalam satu shaf yang sama. Yang Allah amat dekat Rahman Rahim-Nya kepada mereka.

Sudahkah kamu tahu posisimu kini ada dimana? Sejengkal? Sehasta? Sedepa? Dalam mendekati-Nya? Atau berjalan? Berlari semakin jauh meninggalkan-Nya?

@azurazie_

Juli 06, 2019

DIBERI INGAT

Di antara nikmat yang perlu disyukuri adalah 'diberi ingat'.
Apalagi bila ingatan itu berpengaruh besar terhadap kebahagiaan orang lain. Semisal, tentang sesuatu yang pernah dijanjikan sebelumnya. Pemberian sudah terlanjur diniatkan.

Apalagi bila diberi ingat untuk selalu menambah kebaikan. Untuk selalu menumbuh harapan. Ingatan itu nikmat yang tiada tara yang kita rasakan. Semisal, diberi ingat untuk selalu tepat waktu dalam beribadah. Sampai diberi ingat untuk mengembalikan hak-hak orang lain.

Salah satu nikmat yang perlu disyukuri adalah ‘diberi ingat’. Sebab dengan itu banyak hal-hal positif yang mempengaruhi keseharian kita. Sampai berpengaruh untuk perasaan orang lain.
Moment apa yang pernah kamu alami ketika 'diberi ingat’ akan sesuatu, saat itu kamu begitu bersyukur?

@azurazie_

Juni 30, 2019

HADIRKAN HATI, LIBATKAN IMAN

Hadirkan hati, libatkan iman. Agar tiap-tiap yang telah menjadi ketetapan. senantiasa selalu dalam lingkup syukur dan sabar. lalu, bagian mana yang kamu tidak bisa syukuri, jika salah satu doamu sudah dikabulkan. Baik secara sadar ataupun tidak, kamu merasa mendapatkan kemudahan. Lalu, apakah kamu tetap masih bisa bersyukur, bila ketetapan itu, jauh sekali dengan harapan? bukankah kita masih bernyawa pun, itu bisa dikatakan adalah sebuah keberkahan. Barakallah, karena berkah adalah kebaikan yang bertambah. tapi, apakah kamu tahu, setiap apa yang kamu lakukan itu, pada akhirnya allah ridho secara penuh. Apakah kamu tahu, perbuatan buruk mana, walaupun sesederhana itu, yang pada nantinya dihisab dengan pedih.

@azurazie_

Mei 16, 2019

TAHUKAH KAMU?

Tahukah kamu?
Sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur'an, bahwa tamu-tamu Allah pada bulan Ramadhan adalah orang-orang yang beriman. Yang patuh menunaikan ibadah puasa sebagaimana mengikuti orang-orang yang beriman terdahulu untuk menjadi taqwa. Maka, untuk orang-orang yang hatinya tetap tidak tergerak untuk panggilan itu, walaupun kondisinya sebenarnya mampu untuk berpuasa, boleh jadi orang-orang tersebut pun sedang mengikuti jejak orang-orang terdahulu. Yang ingkar akan nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Maka, pertanyakan pada hatimu ingin ikut dalam golongan yang mana?

@azurazie_