@azurazie_
Semua mimpi tertuang dalam pikiran, seluas dunia Lakaran Minda, di ruang yang lebih nyata.
Agustus 29, 2023
MENJAGA HAK
Wajib rasanya, membalas kebaikan orang-orang yang selalu berusaha untuk menjaga hak-hak kita agar tetap terpenuhi. Menjaga hak-hak kita agar tepat tercukupi. Membalas kebaikan itu dengan berdoa, agar mereka pun senantiasa Allah jaga hak-haknya.
Agustus 24, 2023
JANGAN PUTUS BERDOA
Penting rasanya untuk yang berjuang mencari nafkah dimanapun saat ini berada, baik dengan bekerja ataupun usaha/berniaga, untuk selalu berdoa agar diberikan tempat yang lebih baik dari saat ini. Jangan sampai lupa untuk berdoa seperti itu. Karena sudah pasti di waktu-waktu tertentu akan ada yang namanya titik jenuh. Sudah pasti di kondisi-kondisi tertentu akan ada namanya puncak lelah.
Dengan berdoa semoga Allah berikan tempat yang lebih baik, menjadi pemicu untuk tumbuhnya harapan. Dan entah nantinya Allah akan kabulkan dengan cara yang mana, pasti itu jalan yang paling baik dari situasimu saat ini.
Entah Allah berikan tempat yang lebih baik dengan artian yang sebenarnya. Benar-benar pindah tempat. Benar-benar ubah usaha.
Entah Allah kabulkan dengan cara lebih diberi kenyamanan di tempat yang sekarang, dari pekerjaannya, dari team dan supportnya, tanpa harus pindah, tanpa harus ubah usaha.
Entah Allah kabulkan dengan cara diberi kemudahan dan solusi-solusi untuk setiap persoalan di tempat yang sekarang, tanpa harus pindah. Tanpa harus beralih. Entah Allah kabulkan dengan diberi keberkahan lebih dari penghasilan yang sekarang. Keuntungan lebih dari usahanya. Hingga kita jadi tambah bersyukur, pun tambah bersabar dalam menjalaninya.
Entah bentuk yang mana dulu yang Allah kabulkan atas doa kita itu. Yang pasti, harus selalu berdoa dan berharap agar Allah memberikan kita tempat yang lebih baik dari saat ini. Baik tempat dengan artian yang sebenarnya, maupun tempat dalam bentuk kemudahan-kemudahan yang kita akan rasakan. Kemudahan yang membuat kita terus bersyukur dan tambah bersabar. Jangan pernah putus berdoa.
@azurazie_
Juli 21, 2023
GAMES
Didiklah anak sesuai dengan zamannya.
Sedih rasanya ketika ada orang lain yang memuji anak dengan kalimat, "Wah udah pintar main gamenya ya." Ya itu memang bentuk kelonggaran saya sebagai Ayah masih membolehkan bermain game, hanya saat saya ada di rumah. Saya ada alasan tersendiri untuk itu. Walaupun tentu saja ibunya mah cemberut dengan keputusan saya itu.
Saya pun patut bersyukur anak yang sebentar lagi sudah 4 tahun ini masih salah paham, menyebut video iklan games di playstore adalah youtube. Alhamdulillah sejauh ini dalam pengawasan kami sebagai orang tua, Hayyin anak kami tidak menonton Youtube.
Soal games di gadget mungkin saya satu dibanding satu juta anak pada masanya dulu yang memang tidak dikenalkan dengan itu oleh orangtua saya. Terutama Ibu yang super tega dalam artian positif waktu saya masih kecil.
Tidak ada sejarahnya saya pernah pegang stik PS atau main nitendo atau bahkan punya gamebot sendiri. Dalam kurun 30 tahun satu-satunya game yang saya berhasil tamatkan cuma Plant & Zombies, itu pun yang versi 1. Miris ya? Tentu tidak. Karena ternyata memang nggak rugi-rugi amat. Malahan saya bersyukur tidak jadi salah satu dari sekian banyak orang yang kecanduan dengan games di gadget. Yang kadang sampai tidak kenal waktu dan tempat. Di masjid jadi. Di WC pun jadi.
Malahan saya ikutan bangga ketika ibu di suatu waktu berkelakar kalau anak-anaknya saat masuk SD sudah pada lancar baca Al-Qur'annya. Alhamdulillah, semoga amal jariah itu terus-terusan jadi tabungan kebaikan untuk orangtua saya dari pertama kali saya mengenal alif ba ta hingga ya.
Maka, setelah menjadi orangtua ingin rasanya berhasil mendidik anaknya dengan baik dari sedini mungkin. Tanpa menghilangkan hak mereka untuk bermain seperti anak lain. Dalam hal ini bermain hp boleh tapi tidak berlebihan. Main games boleh tapi tetap dibatasi. Karena saya tahu rasanya dulu ketika melihat anak lain bermain tapi saya dilarang ini itu terutama sama ibu. Biasanya waktu itu ayah saya yang lebih toleran, sampai-sampai bela-belain pulang kerja langsung menuju pasar parung karena tidak tega melihat anaknya merajuk minta dibelikan mainan. Waktu itu ingat sekali yang dibawa pulang malah Aquarium seharga seratus ribu.
Saya tidak ingin anak saya pun buta banget dengan yang namanya tehnologi, ketika anak lain sudah lebih pandai mengoperasikan gadget melebihi neneknya sendiri. Karena zaman kami memang jauh berbeda. Maka lahirlah kesepakatan dengan anak saya sekarang, ketika ada Ayah boleh bermain games dengan catatan ketika sudah berlebihan dan mempengaruhi tingkah laku anak. Games di hapus. Atau games hanya dibatasi dua yang boleh di install. Tentu saja efeknya anak nangis sejadi-jadinya. Tapi biarkan. Harus tega. Biar anak mengerti. Kalau kata salah satu bibi saya "jangan mau kalah sama anak."
Tentu saja masa lebih tega kalau melihat anak jadi kecanduan hp. Yang dari bangun tidur sampai mau tidur pun tidak bisa jauh dari hp. Yang nangis menjerit karena hp. Semoga dengan begitu, seiring berjalannya waktu anak-anak kita akan tumbuh dengan pemahaman yang baik.
Dengan tetap cerita dan tanpa banyak tekanan dari sekitarnya. Semoga.
@azurazie_
Juli 15, 2023
RINDU
Bp Acim, itu panggilan kami untuk beliau dari masa kecil, saat adik perempuan saya masih dikuncir dua dengan pipi chubynya. Sedangkan 'Si jangkung' panggilan untuk saya dari beliau
ketika kami bertemu.
Tetiba ingat puluhan tahun lalu Bp Acim selalu ditunggu-tunggu kehadirannya untuk mampir ke rumah setelah mengisi pengajian kaum ibu-ibu di sini. Setiap hari Rabu. Biasanya kalau mampir kita makan siang bersama di rumah. Dan rasanya waktu itu ada yang berbeda ketika beliau tidak mampir alias langsung pulang.
Puluhan tahun berlalu, rasanya baru kemarin kehangatan itu, senyumannya itu, canda tawa itu menjadi kenangan tersendiri di rumah ini. Hingga datanglah mimpi malam itu. Mimpi yang biasanya membuat hati selalu tersenyum. Malam itu berbeda. Pernahkah kalian bermimpi menangis sampai sesenggukan? Dan ketika terbangun sedihnya seperti terasa nyata? Padahal mimpinya bukan sesuatu yang membuat sedih. Hanya bermimpi Abah, Mbah dan Bp Amil duduk bersama di teras depan rumah, sambil menikmati sayur asem. Sepintas ada senyuman ibu di sana.
Di mimpi itu saya menangis sambil sesenggukan karena tahu ketiganya sudah berpulang dan rindu ibu yang masih di Madinah.
Ketika terbangun dari mimpi kembali terharu karena bersamaan dengan membaca kabar dari ibu yang sedang di Raudhah, di Kota Suci Madinah.
@azurazie_
Juli 08, 2023
PINTU KEMANA SAJA
Bukan cuma doraemon yang punya pintu kemana saja. Seorang muslim pun juga. Ketika ia selalu Ridho atas ketetapan Allah yang menjadi takdirnya. Maka, semoga Allah pun Ridho, kelak diperbolehkan memasuki pintu Syurga yang mana saja.
Langganan:
Postingan (Atom)