Juni 04, 2014

Hujan dan pesan-pesan perasaan

Seketika tersenyum memandang rinai hujan di balik jendela kaca. Memikirkan sesuatu tentang hujan dan pesan-pesan perasaan.

Hujan, tentu saja mereka adalah pasukan pembawa pesan yang disampaikan langit kepada hamparan tanah.
Itulah cara langit menyentuh tanah yang hanya bisa dipandanginya dari atas. Sosok yang ia ingin lindungi setiap saat.

Pesan itu akan sampai meresap dan kemudian cepat atau lambat akan kembali disambut sang langit, dengan pesan baru berisi curahan hati hamparan tanah yang hanya memandang ke atas. Memuji pesona langit.

Seketika aku tersenyum memikirkan sesuatu. Aku percaya selalu ada cara untuk menyampaikan pesan hati, sekalipun jarak membentang tak terperi.

Selalu ada kesempatan untuk terhubung dalam harapan. Seperti cara langit menyampaikan pesan lewat butiran hujan. Seperti alam yang pandai menyampaikan kisahnya. Kisah diam-diam yang selalu membuat orang lain iri dan jatuh cinta.

Entah berapa butir lagi hujan yang akan turun. Seketika aku resah memikirkan sesuatu. Aku yakin pesan-pesan doa itu akan sampai kepadanya. Yang aku belum tahu kapan pesan itu akan berbalas dengan kabar gembira. Mungkin setelah hujan ini sudah benar-benar reda.

5 komentar:

  1. huweee bang ujay posting lagi :D

    BalasHapus
  2. kemana aja baru muncul????

    BalasHapus
  3. Hari ini hujan.. disini..

    BalasHapus
  4. Jangan hanya melihat hujan dari apa yang jatuh, tapi pada apa yang akan tumbuh.

    BalasHapus
  5. Suka sama kalimat "...cara langit menyentuh tanah yang hanya bisa dipandanginya dari atas." Dalem bro. Hahaha eh,ini blognya Bang Fauzi yang dulu ada vespa nya kan? Kok berubah? lama gak negblog jadi pangling aku.

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)