April 28, 2026

EPISODE HIDUP

Ada episode hidup yang mengharuskan kita untuk lebih bersabar dari biasanya. Lebih harus berlapang dada, agar keadaan tetap baik-baik saja. Untuk kita tidak mudah mengeluh. Untuk kita tidak langsung menyerah. Bersabar lebih, meski keadaan sedang lebih letih. Sembari memulihkan diri, untuk mengubah keadaan menjadi jauh lebih baik lagi.

Ada episode hidup yang membuat kita jadi lebih bersyukur dari biasanya. Lebih sumringah, lebih banyak tersenyum dengan bungah. Dengan kemudahan-kemudahan yang dirasa lebih banyak membawa kebaikan.

Ada episode hidup yang membuat kita bersyukur dan bersabar secara bersamaan. Sembari memupuk keyakinan, bahwa episode yang sedang dijalani, baik buruknya, mudah susahnya, senang sedihnya adalah bagian dari takdir yang perlu dijalani dengan prasangka baik. Bahwa segala hal ada hikmahnya. Bahwa segala sesuatu ada ibrahnya.

@azurazie_


April 27, 2026

BERKECIL HATI

Obat terbaik untuk menghibur diri dari 'ekspetasi yang berlebihan' adalah :

ALLAH LEBIH TAHU APA YANG KITA BUTUHKAN.

Jangan mudah berkecil hati.

@azurazie_

April 24, 2026

SABAR

 Sebagaimana Allah sabar menunggu taubatmu, seharusnya pun demikian, kita harus jauh lebih sabar menunggu doa-doa itu di kabulkan satu-satu.

Karena yang satu adalah sabar tentang kesadaran kita, dan yang satu sabar untuk kebutuhan kita.


@azurazie_

April 22, 2026

MAMPU

 Karena Allah yang memampukan. Allah pula yang memudahkan. Kemudian Allah juga yang mencukupkan.

Tugas kita hanya perlu berusaha. Terus berusaha. Selalu berusaha. Tetap berusaha. Kemudian ikhlas akan ketetapan-Nya. Ikhlas atas pilihan-pilihan-Nya. Ikhlas atas pemberian-Nya.

Atas takdir terbaik-Nya. Pun ikhlas atas apa yang diambil kembali oleh-Nya.

Semoga Allah terus memampukan. Allah terus memudahkan. Kemudian Allah juga terus mencukupkan.

Tugas kita juga perlu berdoa. Terus berdoa. Selalu berdoa. Tetap berdoa. Kemudian berserah akan ketetapan-Nya. Berserah akan pilihan-pilihan-Nya. Berserah akan karunia-Nya. Atas balasan terbaik-Nya.

Pun berserah akan apa yang kelak dipinta kembali oleh-Nya.


@azurazie_


SELUAS SAMUDERA

 Penting sekali rasanya memiliki hati yang seluas samudra. Yang tetap bening. Yang tetap tenang. Karena kedalamannya, karena kelapangannya. Karena kebesaran hatinya. Hati yang tidak mudah terusik ketika diterpa banyak hal.

Karena kita tidak bisa menyaring apa-apa yang akan datang kepada kita. Tidak bisa memilah-milah mana yang sanggup kita terima dengan baik, mana yang kita tidak bisa menerimanya. Entah itu ucapan. Entah itu perbuatan. Entah itu pujian. Entah itu kritikan. Entah itu cibiran. Entah itu keluh kesah orang lain. Entah itu ketidaksukaan orang lain. Yang ketika semua itu datang, seolah-olah semua bermuara kepadamu. Tanpa hati yang seluas samudra. Maka kita akan mudah tersinggung. Kita akan mudah mengeluh. Kita akan mudah sakit hati. Kita akan mudah merasa terusik. Kita akan mudah merasa terganggu. Meski itu hanya sekadar riak yang kecil. Meski itu sekadar satu kata yang keceplosan. Meski itu sekadar satu perbuatan yang tidak disengaja.

Maka, penting sekali rasanya memiliki hati yang seluas samudra. Yang tidak mudah terpengaruh dengan apa-apa yang akan datang. Hati yang tidak mudah mendendam. Hati yang selalu mudah untuk memaafkan. Hati yang selalu ringan untuk meminta maaf duluan. Hati yang tidak mudah sakit hati. Hati yang selalu bisa menerima apa-apa yang datang, tanpa terpengaruh olehnya. Ketika yang datang itu kabar yang menggembirakan hati, ia akan bersyukur. Ketika yang datang itu tentang sesuatu yang membuat tidak enak hatimu, ia akan bersabar.


@azurazie_


April 19, 2026

ALLAH SAJA YANG ATUR, KITA IKUT!

Mungkin lebih baik seperti ini, kita masih harus sering bersabar, meski dalam keadaan benar. Kita mesti tetap mengalah, meski tidak benar-benar salah. Karena dengan bersabar, Allah menjagamu dari sifat takabbur. 

Mungkin lebih baik seperti ini, kita masih terus bersyukur, meski dalam keadaan kurang. Karena dengan bersykur, maka segalanya menjadi terasa lebih cukup.

Karena sejatinya, semua hal akan kembali baik. Dengan kita tetap menjaga sikap, dengan terus berprasangka baik. Karena Allah adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan-urusan.


@azurazie_

April 18, 2026

APAKABAR IMANMU?

 Untukmu diri, sering-seringlah bertanya apa kabar imanmu?

Pernahkah begitu nelangsa, terbangun di kala adzan shubuh sudah berkumandang. Hilang sudah kesempatan untuk tunduk sujud bermesraan di sepertiga malam itu. Kemudian tergesa-gesa membersihkan diri untuk menuju masjid. Sesampainya di sana, iqamah pun sudah selesai dikumandangkan. Hampir saja menjadi masbuk, dan tentu saja dua rakaat sebelum shubuh hanya menjadi angan. Hilang sudah kesempatan memiliki dunia dan seisinya.

Pernah tidak begitu sebal karena lupa menyempatkan diri untuk menunaikan shalat dhuha di sela-sela aktivitas kerja. Atau benar-benar tidak memiliki kesempatan, karena sebuah perjalanan jauh, terjebak macet atau terjebak di dalam sebuah meeting di pagi hari. Hilang sudah makna menjemput rezeki yang sesungguhnya. 

Pernah tidak begitu malu di kala mengajak teman-teman untuk pergi ke kantin, demi untuk memenuhi kebutuhan perut. Akan tetapi, beberapa orang menolak dengan sopan karena sedang berpuasa sunnah. Oh, ternyata ini hari Senin dan mereka lebih memilih mengisi jam istirahat bertadarus menggenapi one day one juz.

Kemudian, Jum'at ke Jum'at selalu terlewati begitu saja tanpa Al-kahfi, tanpa memperbanyak doa dan shalawat. Begitu merasa nelangsa melihat orang lain selalu bisa menyempatkan waktu untuk berlomba-lomba menambah pundi-pundi kebaikan. Padahal satu harinya sama 24 jam. Pun sama dengan kesibukannya. Pun sama dengan nikmat sehatnya. Dan dirimu bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuatnya jadi berbeda?

Keberkahan waktu. Dan perasaan nikmat beribadah kepada-Mu.

Pernahkah senelangsa itu harimu? atau rasanya biasa saja, tidak merasa rugi apa-apa. 

Untukmu diri, sering-seringlah menanyakan apa kabar imanmu? Sepanjang waktu, agar tidak semakin jauh dirimu tertinggal.


@azurazie_