Seringnya kita lupa, bahwa setengah dari obat adalah sabar.
Ketika sedang merasa kesulitan, kemalangan, setengah dari obat untuk jalan keluarnya adalah sabar.
Karena Allah menjamin setelah kesulitan akan ada kemudahan.
Ketika sedang dilanda kesakitan, kelelahan, ketidakberdayaan, setengah dari obat untuk pemulihannya adalah sabar.
Karena sejatinya Allah juga yang menyembuhkan.
Ketika sedang diitimpa kehilangan, setengah dari obat untuk mengikhlaskannya adalah sabar.
Karena sesungguhnya Allah yang mengadakan sesuatu,
Allah juga yang berhak untuk meniadakan kemudian.
Dan tahukah kamu, apa obat setengahnya lagi?
Adalah Shalat.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai penolongmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai penghiburmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai prasangka baikmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai katarsis keluh kesahmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai tempat mengadu dan mengaduhmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai upaya untuk setiap permasalahan-permasalahanmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai tanda tundukmu kepada Tuhanmu.
Jadikan Sabar dan Shalat sebagai bentuk ketidakberdayaanmu sebagai hamba-Nya.
Semoga dengan begitu Allah senantiasa menghiburmu dengan cara-Nya yang paling lembut.
Hingga yang datang kemudian hanyalah kebaikan-kebaikan.
Yang dirasa hanyalah kemudahan-kemudahan.
Yang tersisa hanyalah kesabaran-kesabaran.
Karena Allah bersama orang-orang yang sabar.
Semoga.
@azurazie_


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)