September 03, 2021

HATI YANG RINGAN

Bagaimana caranya agar selalu memiliki hati yang ringan?

Hati yang jauh dari prasangka-prasangka buruk.
Hati yang tak adalagi menyimpan kesal dan dendam kesumat.
Hati yang selalu mau memaafkan, meski sedang jadi korban atau bahkan dirugikan.
Hati yang tak mudah kecewa atas ekspektasi yang tak sesuai harapan.
Hati yang di dalamnya hanya diam-diam mendoakan kebaikan-kebaikan. Bukan sekadar mengharapan keberuntungan.
Hati yang tak pernah iri untuk sesuatu yang tidak dimiliki.

Bagaimana caranya agar selalu memiliki hati yang ringan?

Hati yang menerima atas tiap-tiap pemberian.
Hati yang ikhlas untuk sesuatu yang hilang atau meninggalkan.
Hati yang meyakini Allah Segala tahu.
Hati yang menerima apa adanya.
Karena tahu, bahwa Allah sudah tahu.

@azuarazie_

Agustus 13, 2021

BERMANFAAT BUKAN DIANDALKAN

Nak, jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Bukan sekadar yang bisa diandalkan. 

Sebab, bila bermanfaat, ada atau tidak adanya dirimu, segala urusan itu akan bergaransi lebih mudah. Orang lain akan lebih maklum dengan kekurangan kita. Dan mau menghargai kelebihan kita.
Alih-alih mau juga mengisi kekosongan itu. 

Dan bila hanya bisa diandalkan. Ketika kita tidak ada, ketika kita sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, urusan itu akan beresiko berantakan. Atau bahkan bisa berujung disalahkan.

@azurazie_

Juli 29, 2021

MENGUMBAR AIB

"Hati-hati ketika kondisi kita sedang sakit." Jim tiba-tiba memecah konsentrasi Lam yang sedang memeriksa aturan pakai obat yang baru ia terima dari dokter.

"Maksudnya hati-hati gimana?"

"Ya, bisa dibilang ketika kondisi kita sedang sakit, itu waktu yang mudah sekali untuk kita mengumbar aib kita sendiri. Menurunkan pertahanan kita sendiri." Lanjut Jim menjelaskan maksudnya.

"Jadi lebih mudah mengeluh maksdunya?" Lam mencoba menebak.

"Lebih tepatnya mengeluh bukan pada tempatnya. Di social media, misalnya." 

Lam mengangguk untuk sedikit setuju.

"Kenapa mengeluh dikategorikan sebagai aib?" Seperti biasa mengobrol dengan kawannya satu ini seringkali membuat Lam terpancing ingin tahu lebih dalam tentang apa yang maksud. Karena pemikirannya menurut Lam sering Out of the box.

"Ya, fitrahnya manusia kan, seharusnya mengeluh dalam senyap. Hanya sebatas dirinya dan Tuhannya yang tahu. Merintih diam-diam. Mengaduh dalam-dalam. Mengakui ketidakberdayaannya hanya kepada Allah. Tidak di depan manusia. Seharusnya begitu."

"Tapi, lumrahnya kebanyakan kita, alih-alih mengeluh hanya sebatas keluarga dekat dalam satu rumah. Kebanyakan kita mudah sekali membaginya ke mana-mana. Sampai yang tidak kenalpun bisa ikut kebagian curhatannya."

"Iya, ya jadi runtuh sudah pertahanan dirinya sendiri."

"Masuk akal kan jadi mudah mengumbar aib sendiri?"

Lam hanya mengendikkan bahu.

@azurazie_

Juli 28, 2021

TAKDIR TAK TERTUKAR

Takdirmu tak kan pernah tertukar.
Akan tetapi syukurmu selalu bisa ditakar.

Maka, jalani takdirmu dengan sepenuh yakin, untuk tidak terlalu khawatir.

Asalkan Allah Ridho,
pastikan Allah Ridho,
yakinkan Allah Ridho.

Maka, jalani segala sukarmu dengan tetap memperhatikan takaran syukur. Dengan sabar yang tak kalah terukur.

Biarkan Allah Ridho,
Mudah-mudahan Allah Ridho.
Agar selalu Allah Ridho.

Maka, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun, insya Allah akan baik-baik saja.

Insya Allah baik-baik saja.

@azurazie_

Juli 27, 2021

MENUNDUKKAN

Jangan berkecil hati bila sedang sakit, karena Allah sedang menundukkan kesombonganmu. Sedang lebih melihat bagaimana tindakanmu. Akan lebih banyak mengeluh karenanya atau jadi lebih pandai bersyukur setelahnya.

@azurazie_