Desember 23, 2012

Pembelajaran Seorang Ibu


Semenjak kecil seorang ibu selalu menanamkan perhatian sederhana, "Jangan main terus, ayo belajar."

Kadang dengan nada penuh kelembutan, rangkulan hangat dan tidak jarang dengan sedikit penekanan ketika kita hanya asyik bermain.

Sepertinya tidak ada seorang anak yang tidak pernah mendengar nasihat itu. Meski ada sebagian anak yang sejak kecil tidak mengenal ibu. Mungkin mereka dianugerahkan pembelajaran yang lebih khusus.

Aduhai, saat ini seiring usia yang terus terbilang, perhatian sederhana itu tumbuh subur menjadi sebuah kunci keberhasilan. Bagaimana tidak, apa yang setiap hari ditemui tidak lain adalah sebuah permainan. Sebut saja permainan waktu yang membuat lalai. Permainan malas yang membuat kita berleha-leha. Permainan lelah yang membuat kita mudah menyerah. Dan masih banyak lagi permainan-permainan lain di dunia ini.

Rupanya satu kunci keluar dari permainan itu sudah jauh-jauh ditanamkan oleh sang ibu. Ya, sebuah pembelajaran hidup, pemahaman untuk mampu melewati semua itu dengan terus belajar. Belajar melewatinya dengan mental baja. Belajar menghadapi rasa malas, tidak terbuai waktu dengan hanya bermain-main. Belajar melewati kelelahan dan belajar untuk tidak mudah kalah oleh keadaan. Serta pembelajaran-pembelajaran lain yang tidak kita sadari.

Sampai akhirnya seluruh anak yang pernah dilahirkan di dunia ini menengadahkan tangan, seraya menggantungkan harap kepada pemilik langit. Semoga malaikat tak bersayap bernama ibu, selalu mampu merangkul anak-anaknya dalam pembelajaran hidup yang lebih baik. Dan oleh Sang pemilik jiwa, lembut kasih itu terbingkai indah di figura dinding syurga, syurga tempat perkumpulan ibu-ibu mulia yang pernah ada di dunia.

#Bagi seorang anak, hari ibu di mulai ketika ia menangis untuk pertama kalinya melihat dunia sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bagi dunia, hari ibu boleh jadi hari kemarin. 

15 komentar:

  1. bagi saya, hari ibu itu setiap hari... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak aja. itu mah hari bapak namanya kalo tiap hari

      Hapus
    2. betul. Kalaw saya Hari Ocha tiap hari (ngeblog)

      Hapus
    3. aduh aduh ini ada apa jadi ngomongin hari :D

      Hapus
  2. kereen kata*nya! ^^
    selamat hari ibuu..

    BalasHapus
  3. kita bingkai segenap perhatian dan cinta kasih kepada ibu kita dengan doa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah doa anak shaleh dapet posisi spesial ya bang bersama dua perkara yang luar biasa lainnya :)

      Hapus
  4. I Love U Mom, U Are My Eveything.

    Hehehehe

    BalasHapus
  5. mantep mantep..

    susunan kalimat nan mendalam, saya harus membacanya berulang supaya benar2 paham :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo saya udah bisa ngerti style Bang Uzay kalo nulis. tapi bener kalo perlu berulang Mbak, beliau suka bikin "jebakan" kalimat yang memikat di paragraf2nya.

      Hapus
    2. Benar sekali. Saya sampai 2 kali bolak balik dari awal ke akhir. Saya rasa ini artikel dengan kalimat yang santun dan elegan dan penuh makna. Ibu akan selalu ada dihati anak anaknya

      Hapus
    3. Aduh maaf baapak bapak ibu-ibu kalau bahasanya terlalu kaku dan sulit dimengerti :) Alhamdulillah jika ada sisi manfaatnya.

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)