Ada pemimpin yang tidak menyadari sedang di olok - olok oleh bawahannya. Apa salah dia? mungkin karena ketika berdiri di atas ia lupa tujuan awal dirinya di pilih. Tidak peka terhadap hak-hak bawahan dan lalai dengan kewajiban.
lalu apa dia masih punya muka untuk tetap memimpin?
Ada juga bawahan yang selalu menaruh curiga kepada pimpinannya. Ada apa dengan dia? Mungkin ia lupa yang sedang berdiri di atas adalah pilihannya, orang yang di percaya memperjuangkan hak-haknya. Siapa tahu bawahan itu hanya menuntut hak, tanpa membantu pimpinan menyelesaikan kewajibannya atau menunaikan kewajibannya sendiri.
Lalu apa masih ada yang tidak mengaku telah memilih?
lalu apa dia masih punya muka untuk tetap memimpin?
Ada juga bawahan yang selalu menaruh curiga kepada pimpinannya. Ada apa dengan dia? Mungkin ia lupa yang sedang berdiri di atas adalah pilihannya, orang yang di percaya memperjuangkan hak-haknya. Siapa tahu bawahan itu hanya menuntut hak, tanpa membantu pimpinan menyelesaikan kewajibannya atau menunaikan kewajibannya sendiri.
Lalu apa masih ada yang tidak mengaku telah memilih?
Setiap jiwa adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggungjawabannya.
Kedewasaan bukan sekedar kematangan usia, tapi kadang kala seseorang di tuntut selalu pandai menempatkan posisi, menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Saat ia berhasil, sudah kah ia di anggap dewasa? pastinya ia lebih baik dari pada yang hanya pandai bicara tanpa ada bukti nyata.