Mei 28, 2013

Kayu bakar

*Rencana adalah bagian dari pembakaran semangat

Mari sejenak kita coba berfilosofi dengan kayu bakar.

Kalian tahu setumpuk kayu bakar di tungku perapian akan selamanya menjadi potongan kayu jika tidak disulu oleh api. Sedangkan jika ada nyala api sedikit saja, meskipun lambat serpihan kayu itu akan habis terbakar. Apalagi jika nyala apinya membesar, ditambah amunisi minyak tanah atau bensin, hanya hitungan detik saja kayu bakar itu menjadi arang matang, atau bahkan abu. Tiada sisa.

Nah anggap saja potongan kayu bakar yang menumpuk di tungku perapian adalah rencana-rencana yang kalian sudah susun, sedangkan percikan-percikan api adalah semangat juangmu. Tergantung bagaimana kobaran apimu bekerja, semangatmu terbakar. Maka sekejab saja rencana-rencana yang kamu susun itu menjadi tujuan nyata keberhasilan. Kayu-kayu bakar itu menjadi abu yang diterbangkan angin. Bebas dari belenggu tungku api.

Dan perlu diingat, terkadang di tungku perapian itu ada saja pembakaran kayu yang tidak merata. Ada yang menyisakan potongan kayu yang hanya pangkalnya terbakar, atau ada bagian yang masih utuh, tidak semua matang. Kabar baiknya, sisa kayu bakar itu masih tetap bisa dipergunakan dipembakaran selanjutnya, selagi masih ada sulu api yang tersisa. Masih ada semangat yang menggema. Semangat yang tidak putus asa.

Maka benar adanya rencana itu adalah bagian dari pembakaran semangat. Maka, mulailah kembali mengumpulkan rencana-rencanamu. Tempatkan di satu sudut yang sama. Bakarlah perlahan-lahan dengan semangat juang, sampai semua potongan rencana-rencana itu lebih berwujud nyata menjadi bentuk lain yang lebih membuat hati gembira.

Semangat mencoba.

30 komentar:

  1. filososfinya keren, bakar rencana kita dengan semangat juang hohoho. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Aulia sudah berkunjung,

      bang zach jangan bakar bakar di sini,,

      Hapus
  2. mengumpulkan potongan-potongan itulah yang tersulit dalam fragmen hidup saya. perlu belajar untuk menyalakannya kembali, karena kebanyakan potongan2 itu telah membatu atau basah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo sudah jadi batu dibuat pondasi saja, kalo sudah basah dijemur lagi biar kering :-)

      Hapus
    2. Nah bang zach basah dan membatu bukan berarti selesai begitu aja, bisa dijadiin alternatif lain seperti usul mas hari haha...

      untuk urusan ini saya kira kalian berdua lebih banyak makan asam garamnya...

      Hapus
    3. awas ati-ati kita malah bisa membatu loh

      Hapus
  3. potongan2 rencana sudah di depan mata, tinggal pandai-pandai melihat dan memilih untuk dijadikan kayu bakar kehidupan....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, Mas hary emang paling baik memberi kesimpulan, oh iya mas kok blogmu berat ya kalau mau berkunjung ke sana harus nunggu loading lama banget makanya belum ninggalin jejak.

      Hapus
    2. iya, blognya bang Har terlalu beraaaattt.
      T_T

      Hapus
  4. aduh bang Ujay pilosopis sekali :D
    bakar-bakar-bakaaar :v

    BalasHapus
  5. wow keren
    perumpamaannya cocok banget

    so far so inspiring lah
    :')

    BalasHapus
  6. Pilosopi yang keren, zay! Tapi api buat gue adalah amarah, yg membakar rencana2 itu tanpa hasil apa2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah fungsi api, sedang menghangatkan, terlalu besar membahayakan.

      Hapus
  7. masalah yg sering kuhadapi, aku sering banget menumpuk kayu bakar. Lalu tak kubakar2. Setiap melihat tumpukan kayuku tadi, owh ya Tuhan, kenapa tugasku banyak sekali!

    Inilah problem yg sering dihadapi oleh orang2 yg punya rencana besar, tapi berjiwa pemalas! Bagi triknya donk, biar bisa dapet the power of kepepet n tega buat mendisiplinkan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha idem idem kebanyakan pada gitu ya...

      Hapus
  8. semua rencana tanpa tindakan akan sia-sia. Apalagi saya nih, terlalu banyak rencana jadi bingung sendiri :)

    BalasHapus
  9. zay, titip bakar jagung zay... #halah

    semangat terus yaaa :)

    BalasHapus
  10. Hm.
    Keren seperti biasanya Uzay :)

    Akhirnya bisa mampir dan menatap lagi isi pikiranmu yang berapi-api ini.

    BalasHapus
  11. hadir kembali demi memberi semangat

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)