Mei 23, 2013

Rembulan yang mengikuti

Kau tahu tidak kenapa saat mendongak ke langit ketika berjalan, bulan yang cantik itu selalu mengikuti langkahmu. Terus-menerus mengiringi ke mana pun kau pergi. Kau berhenti, ia ikut berhenti. Kau menambah langkah jauh-jauh, ia ikut bergerak lebih cepat. Kau melompat, mungkin ia pun ikut melompat. Setia di atas kepalamu.

Sedangkan ketika melihat sekelilingmu, rumah-rumah, pohon-pohon,dan segala macam lainnya, justru semakin membelakangimu. Seperti mundur menjauh, semakin tertinggal.

Kau tahu kenapa?

Apa yang selalu berada di atasmu, meskipun berjarak jauh itulah harapan yang kau punya, semangat sepanjang langkah jejakmu. Sinarnya menuntun sampai selesai perantauanmu, ke muara tujuan. Sedangkan yang menjauhi ke belakang itulah masa lalumu, masa yang hanya untuk kau toleh sebentar, melihat sudah seberapa jauh kau melangkah, seberapa dekat lagi kau capai apa yang menjadi tujuan perjalanan.


17 komentar:

  1. wohh....terlalu tinggi bahasanya mas. masih bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha maaf kalau kurang dimengerti. Makasih mbak Indah kunjungan setianya :)

      Hapus
  2. Kau tahu tidak kenapa saat mendongak ke langit ketika berjalan, bulan yang cantik itu selalu mengikuti langkahmu. Terus menerus mengiringi kemana pun kau pergi.

    Mungkin, mungkin karena sesungguhnya ia tidak kemana-mana. (?)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, semangat dan harapan nggak akan ke mana-mana. Ada di dalam diri masing-masing.

      Hapus
  3. masa lalu perlu kita tengok sebagai pembelajaran jangan malah menghambat kemajuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, satu point yang harus dijaga.

      Hapus
  4. jauh atau dekat, toh tetap dihati kan :)
    type tulisan mas, roman mulu ya beda banget sama saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ada bulan di dalam hati maksdunya mas?


      malahan saya ga tau ini masuknya kategori apa.

      Hapus
  5. aaaaak lama nggak mejeng di sini :3
    eh yang ini udah baca tapi di fesbuuuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh? emang di sini tempat mejeng ya? hadoooh...

      Hapus
    2. haha iyaaa lah :p
      apdet bang buruuu apdet

      Hapus
    3. lagi kurang sinergi buat nulis tulisan yang baru, haha

      Hapus
  6. bulan terasa masih jauh aku jangkau. entah karena kesalahan masa lalu atau mungkin bulan bukan rezekiku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih akan ada bulan yang sama di setiap malamnya, disetiap kesempatannya bukan? :D

      Hapus
  7. Bagaimana dengan bulan yg tertutup awan?
    Bulan terlalu jauh untuk dijangkau dalam sekali lompat, haha.
    Ya ya ya, memang masih bisa dijangkau sih, tapi alangkah baiknya kalo sebelum kita melompat ke bulan, kita melakukan lompatan-lompatan kecil dulu.

    Cari rumah singgah sebelum bulan tertutup mendung misalnya. Lompatan-lompatan kecil yang tercapai, akan membuat kita menjadi lebih semangat untuk mencapai tujuan utama: sampai ke bulan. Yeah, sepertinya bualanku kali ini cukup absurd untuk dipahami.

    Apakah kau memahamiku Jay? huahehehehe. *ketawa buto cakil*

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)