Oktober 07, 2013

Betapa iman itu bercahaya

Hujan yang merintik riang
Panggilan itu membelah gemuruh hujan yang menderas. Tak lama dari berbagai penjuru, laki-laki, pemuda, seorang ayah, orang tua sepuh menuju rumahNya.

Ada yang berjalan santai menedengkan rumbai payung. Ada yang belingsatan berlari memayungkan sarung menutupi rambut dan sebagian muka. Ada yang tidak berlari -tapi tidak juga bisa disebut sedang berjalan, dengan telapak tangan melindungi kepala. Ada yang berjinjit dengan menggulung celana sampai dengkul, berkecipak-cipak melewati genangan air.

Bergegas untuk satu tujuan. Berjamaah.

Sungguh aku yang tengah duduk di samping bedug, menunggu muazin menyelesaikan seruan panggilanNya, demi melihat itu semua berdecak syukur berkali-kali.


2 komentar:

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)