Januari 28, 2014

Terlihat tidak seimbang


Barangkali memang sudah begitu adanya. Ada hal yang terlihat tidak seimbang. Kita mendengar kisah ada seseorang yang begitu perhatian, ia bertekad akan selalu ada untuknya. Sosok yang ia ingin selalu baik keadaannya. Tidak peduli sekalipun ia sendiri tidak memperoleh hal yang sama. Tidak pernah menjadi perhatian. Tidak peduli karena ia hanya ingin memberi perhatian.
—  Terlihat tidak seimbang bukan? Tunggu dulu, jangan terlalu cepat menyimpulkan. Tanpa sepengetahuan kita, boleh jadi seseorang yang selalu diperhatikan itu. Sosok yang cuek kepada tokoh yang sedang kita bela, boleh jadi ia juga begitu perhatian kepada ‘seseorangnya’. Sama tekadnya, ingin selalu menyediakan sandaran untuk ‘seseorangnya’. Menjadi bahu untuk menampung keluh kesah ‘seseorangnya’. Tapi sayangnya, ia sama persis nasibnya dengan kisah si tokoh yang kita sedang bela. Ia juga tidak pernah menjadi pusat perhatian. Ia juga hanya dipunggungi oleh ‘seseorangnya’. Bukankah ia juga tidak memiliki keseimbangan dalam perihal perhatian? Atau kita tega benar mengatakan itu balasan setimpal. Biar tahu rasa. Kita terlanjur membela si tokoh utama dalam tulisan ini.

Oooi, betapa banyak ketidakseimbangan dalam alur cerita itu jika kita tarik kesimpulan. Atau jangan-jangan itulah definisi keseimbangan yang sebenarnya. Kisah yang satu dengan yang lain saling kait mengait melengkapi kekurangan.

Atau itu buah dari segala yang kita perbuat di masa lalu. Yang sedikit banyak berdampak di masa berikutnya. Atau ini semua hanya sesederhana sebuah pilihan?

Entahlah, yang aku tahu kadang seseorang tidak butuh banyak alasan untuk peduli kepada ‘seseorangnya’. Tidak perlu banyak pertimbangan untuk memberikan perhatian kepada ‘seseorangnya’.



6 komentar:

  1. Kalau tak salah paham isi postingan nya, seperti ini analoginya "seseorang sentiasa berbuat baik pada seseorang yang sentiasa berbuat sebaliknya, tanpa henti berbuat baik"

    maaf jika tika salah paham, salam silaturahmi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai pembaca tentunya bebas memahami tulisan dari sudut yang mana :)

      Hapus
  2. ah berbelit-belit.
    #kemudiankabur

    BalasHapus
  3. hai zie, apa kabar? lama tak bersua :D
    segala sesuatu memang tidak ada yang seimbang, bukan? hihihi

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah baik. Kamu pun baru posting lagi ya?

    Bukankah pada dasarnya semua itu seimbang? berpasang-pasangan. Ada Dua sisi. Positip Negatif. Baik Buruk. Se arah Berlawanan.

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)