Desember 01, 2019

TERBALIK

Nak, bila sepenuh yakin hati ini tentang pemeliharaan Allah atas tiap-tiap hambanya yang beriman. Tentu, hati ini tidak akan cemas untuk sesuatu yang belum atau akan datang. Sebab, Allah sebaik-baiknya dalam mewarisi sesuatu. Terlebih bila kita terbiasa berhusnudzon kepada-Nya. Bahwa skenario-Nya itu selalu menjadi yang terbaik.

Tapi, terkadang yang masih membuat cemas adalah, adakah kita termasuk orang-orang yang beruntung itu? yang selalu dianugerahi warisan-warisan terbaiknya. Yang selalu didahulukan dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Yang doa-doanya selalu mudah untuk dipertimbangkan.

Sedangkan kita tahu diri, lebih sering mencemaskan perihal dunia. Tentang rezeki yang inginnya dengan takaran-takaran lebih. Padalah sebenarnya sudah terjamin sejak lahir hingga mati. Dan hanya diperintahkan untuk berjalan dalam mencarinya. Justru kita kejar-kejar dari gelap hingga kembali gelap.

Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. (QS. Al-Mulk: 15)

Sedangkan kita tahu diri, lebih sering mencemaskan perihal dunia. Tidak selalu “kami dengar dan kami taat.” Atas perkara ibadah. Di mulai dari panggilan adzan. Dan panggilan-panggilan lain.

Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli. (QS. Al-Jumah: 9)

Maka BERLARILAH kembali taat kepada ALLAH. (QS. Adz-Dzaariyat: 50)

Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN. (QS. Al-Baqarah: 148)

@azurazie_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)