Mei 21, 2026

BERISIK DI KEPALA

Dalam keseharian, rasanya banyak sekali berisik yang mendegung di telingaku. Berisik atas keluhan-keluhanku sendiri. Pun demikian, berisik atas keluhan-keluhan orang lain. Berisik atas tuntutan pekerjaan. Berisik atas teguran dari atasan. Berisik dari pertanyaan-pertanyaan, yang boleh jadi sebenarnya sudah ada jawabannya. Dan mereka hanya terlalu mengandalkan. Atau pertanyaan itu aku sendiri tidak tahu jawabannya.

Dalam keseharianku, rasanya banyak sekali berisik yang membuat ruwet pikiran. Berisik dari tugas yang seolah tidak ada habisnya. Berisik dari tagihan-tagihan yang masih panjang. Berisik dari tuntutan-tuntutan ini itu yang berlomba minta diprioritaskan. Sedangkan daya yang terbatas. Sedangkan ekspektasi orang lain tidak semua bisa aku cukupi semua. Tidak selalu dahaga orang lain bisa aku legakan.

Dalam keseharianku, rasanya banyak sekali berisik yang aku sendiri juga butuh wadah untuk mencurahkan semuanya. Agar tidak menumpuk menjadi beban. Penat. Pusing. Sakit kepala.

Dan berisik itu terurai satu-satu ketika berbisik dalam sujud kepada-Mu. Bahwa tanpa pertolongan-Mu, boleh jadi semua memori di kepala ini akan terus-terusan penuh. Overload. Pecah berantakan. Tanpa kasih sayang-Mu. Banyak manusia yang akan kehilangan kepalanya, meski sedang berjuang tetap tegak berdiri dengan kakinya sendiri.

Maka, izinkanku selalu berbisik untuk megutarakan keluhan-keluhan itu kepada-Mu. Bukan sekadar mengakui kelemahan. Tetapi memang karena selalu butuh pertolongan.

@azurazie_



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)