Februari 17, 2013

TUJUAN


Pertanyaanmu :

Pernah kah kamu merasa lelah dengan keadaan? Merasa kalah dan bingung dengan dirimu sendiri, sampai bingung harus berbuat apa.

Pernyataanku :

Kadang apa yang kamu butuhkan sebenarnya ada di depan mata, tapi kamu tidak menyadarinya. Berapa banyak helaan napas saat telah jauh melangkah sadar itu datang terlambat. Kadang yang sungguh-sungguh kamu kejar justru itu tidak terlalu kamu butuhkan. Berapa banyak air ludah yang tertelan ketika habis waktu dengan rasa sesal. Padahal ludah yang tertelan saja teramat sulit untuk dimuntahkan lagi.

Perkara ini begitu sederhana. Tapi sayang kita sering kali justru merumitkannya. 



Kadang pilihan terbaik justru berada dekat sekali denganmu. Tapi kamu memilih jalan berputar lebih dulu. Atau lebih buruk lagi pilihan itu tertutup oleh egomu sendiri, sifat remehmu sendiri. Hingga lagi-lagi waktu yang berbaik hati mengungkapkannya, ketika kamu kelelahan hanya berputar-putar. Seakan menuju tujuan padahal kamu justru tersesat oleh labirin panjang angan.



Ini juga sangat sederhana, tapi lagi-lagi ego sendiri yang merumitkannya. Ego yang selalu berpendapat kamu yang paling benar. Kamu yang paling tahu.
Kadang kita hanya berdiri di persimpangan, tanpa tahu akan jalan ke mana.
 Bukan berarti tidak memiliki tujuan, mungkin saja hanya sedang lelah.

Kamu tahu apa yang membuat seseorang tetap semangat, seakan energi yang ia miliki terus bertambah atau tidak ada habisnya. Apa yang membuat ia tetap mengukir senyum meski didera oleh lelah dan cucuran keringat. Tetap berdiri tegak walau bagaimana pun halangan. Karena ia berjalan, berbuat, berusaha memiliki tujuan. Tujuan itu yang memotivasi dirinya untuk tetap bertahan. Jika kamu sekarang berkeluh kesah dengan wajah murung muram seperti ini, boleh jadi kamu tidak lagi memiliki tujuan, boleh jadi kamu lupa akan tujuan-tujuanmu atau minimal kalah dengan keadaan.

Kamu boleh lelah, tapi nggak boleh nyerah. Kamu boleh lemah, tapi nggak boleh kalah. Janji?


*Geist!

12 komentar:

  1. aku berjanji ... iya benar sekali terkarang pilihan itu sangat dekat sekali dengan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, harus jeli mata menangkapnya...

      Hapus
  2. Saya juga pernah mengalami kelelahan, hidup terasa tanpa makna dan arah. Tapi hal tesebut tidak boleh telalu lama, harus siap tuk menggapai dan penuh harapan lagi untuk menggapai mimpi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Patinya bang, selalu berputar dan berputar. Selalu punya daya dan cara sendiri untuk mengikuti perputaran itu.

      Hapus
  3. janjiiiiii :D
    eh, engga ding, anak labil mah ngga berani janji-janji. haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran keliatan labilnya ini anak. ckckckck

      Hapus
  4. Dan Hidup akan terus berjalan. Kita perlu untuk memilih. tidak hanya berdiri di persimpangan, menunggu waktu yang berputar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa masih ada detak jam yang harus diperhitungkan.

      Hapus
  5. This too will pass.
    Janjii... :)

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)