Februari 23, 2012

Kisah Dion & Edel < Karang tak selamanya tegar >

Kisah Dion & Edel sebelumnya :

Udara pagi ini sangat sejuk, membuat Dion semakin bersemangat, semangat menikmati hari-harinya yang baru, ada harapan baru, karena dirinya sudah tidak benar-benar merasa sendiri, semua ini tentunya berkat, gadis cilik yang baru Dion kenal dua hari yang lalu, dan neneknya yang sangat baik..

" Ayo Kaka, katanya hari ini mau ikut Edel jualan di Terminal, ayo-ayo keburu siang " ajak Edel lagi

Dion lihat, Edel yang begitu semangat, ceria, tak ada raut muka beban di wajah imut nya, Dion bertanya-tanya dalam hati, apakah Edel pernah mengeluh??, menangis??, kesepian??, ingin rasanya pertanyaan itu dikeluarkan, tapi hati Dion ciut, takut Edel tersinggung atau malah marah, biarkan lah pertanyaan itu hanya terkubur, sampai Edel sendiri yang memperlihatkannya nanti, 

" Siaaaaaap, ayooooo!! " keduanya melakukan aktivitas menjajakan makanan ringan, dari Bus ke Bus, di sebuah Terminal dekat rumah sederhana mereka, hingga sore hari.

********
dari sini
Sang Nenek di rumah sederhana itu, berdiri di depan jendela, melihat kedua cucu angkatnya sedang bekerja keras untuk menyambung hidup, ada perasaan khawatir, mengingat kedua cucunya harus turun naik dari kendaraan, melintasi jalan raya, yang tidak pernah sepi oleh kendaran berlalu lalang,

" Tidak seharusnya kalian bekerja keras seperti itu nak, harusnya kalian masih asyik bermain, sekolaaah, disamping orang tua kaliaan, bukannya malah banting tulang kaya gini " air mata nya mulai terbendung dikelopak, " Maafin Nenek ya, sudah ngga sanggup kalau harus bantu kalian, Nenek sudah terlalu tua, hikz... hikz.." air bening itu akhirnya menetes membasahi kulitnya yang semakin menipis dan keriput.
*********
" Ka, mau cobain main ujan-ujanan lagi ngga ?? " Ajak Edel sambil memperhatikan langit yang sudah mendung dan gelap.

" Manaaa?? Ujan nya aja belum turun Del, !! " 

" Hehe.. tunggu lima menit lagi juga turun, percaya deh, kalau udah turun kita lomba siapa paling cepat sampe kerumah, berani ngga ?? " Tantang Edel, setelah lima menit berlalu benar saja ujan itu turun, 

" Ayooo, siapa takut, yang kalah besok pagi tugas ngambil air yah " Jawab Dion, lalu berlari meninggalkan Edel

" aaaaaah Kaka curaaaaaaaang, awas yaa!! grrrr " Edel menyusul Dion yang semakin jauh.

Keduanya berlomba-lomba siapa yang paling cepat sampai kerumah, sambil tertawa-tawa, gembira, menikmati deras nya air hujan..

********
" Nek kami pulaaaaaang hah hah hah..!! " Dion masih mengatur napas, lalu di ikuti Edel yang ngga lama menyusul, keduanya basah kuyup.

Pletuuuuk !!
Aww!!

" Kaka curaaang, arrrrrgh!!" satu jitakan mendarat mulus dikepala Dion, lalu meninggalkan Dion di ambang pintu " Nenek dimana??, Edel pulang !! " Edel memanggil Sang Nenek, karena ngga biasanya rumah berasa sepi, biasanya Nenek langsung menyambutnya ketika Edel pulang

" Hahahaha " Dion ketawa nyebelin..

" Nenek kenapa ?? " tanya Edel ketika melihat Nenek nya, sedang melamun berdiri melihat kearah luar jendela, sambil memeluk sebuah Foto, 

" Eh, kalian kapan pulang ?? " Nenek sedikit kaget dengan kehadiran mereka berdua,

" Nenek ngelamun makanya ngga sadar, Nenek kenapa ?? " Edel semakin khawatir melihat raut muka sedih Neneknya itu.

" Ngga apa-apa Del, yaudah kalian makan dulu sana, Nenek mau istirahat duluan ya " lalu berlalu, dengan meninggalkan banyak pertanyaan.

" Nenek kenapa Del??, ngga biasanya murung?? itu yang dia pegang foto siapa?? " Dion bertanya khawatir.

" Ngga tau, aku kalau nanyain masalah Foto itu, Nenek selalu terlihat sedih dan ngga mau jawab, dan kejadian seperti ini udah sering aku liat Ka!! " terang Edel lalu meninggalkan Dion.

Dion bingung, baru saja kemarin melihat kedua keluarganya terlihat sangat ceria, tapi malam ini terlihat sedih, " sebenarnya ada apa dengan mereka" , tanda tanya Dion.

Udara malam semakin tidak bersahabat, dingin ketiganya merebahkan diri di lantai tanah, yang hanya beralaskan kain-kain spanduk dan kardus, hanya untuk sekedar selimut kulit, ketiganya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, Nenek yang sedang terlihat sangat murung, Rindu dan sedih, tapi entah merindukan siapa Edel tidak pernah tau, semakin membuat Edel merasa bersalah karena tidak bisa membantu Nenek, membahagiakan Nenek seperti halnya yang selama ini Nenek lakukan untuk dia, begitu juga Dion yang masih bingung dengan semuanya, di satu sisi dirinya bersyukur karena mendapatkan keluarga baru yang baik hati mau menampungnya, menemaninya dalam kesendirian, tapi disisi lain ada misteri yang ngga di ketahui oleh Dion tentang keluarga barunya ini, 

Tunggu kelanjutannya ya hehe..
 
NB : Kisah hanya fiktip, tinggalkan kritik dan saran, baca dengan bijak, ambil jika ada yang baiknya, dan please jangan di copas kalau kita ingin selalu dihargai..  kita tak pernah tau seberapa berharganya sesuatu di mata orang lain yang kadang kita anggap hal sepele... makacii...

35 komentar:

  1. Semangat... Ditunggu part lanjutannya^^

    BalasHapus
  2. Wah, kamu berbakat banget jadi penulis! Oh ya, salam kenal juga :D

    BalasHapus
  3. bagian favorit saya pas si nenek bilang "sudah makan dulu sana" kayak bunyi iklan. hehehe

    ditunggu posting berikutnya sob :)

    BalasHapus
  4. @rizaaal
    terus habis makan edel teriak: 'AYAMKUUUUH?" :p

    BalasHapus
  5. di tunggu kelanjutannya,zay,gimana sih cara masan g emotion?susah amat yah?bales k blog ak yh

    BalasHapus
  6. wah pada nunggu nih. . .. aku ikut nunggu juga ah. . .

    BalasHapus
  7. @Susu Segar Ayo tunggu cari cemilan yang banyak #eh..

    BalasHapus
  8. wiih ada cerbung ya di sini.. lanjutkan hehe

    BalasHapus
  9. gue ga bisa nebak akhir ceritanya apa :) happy ending or sad ending
    ditunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  10. yaaa... bersambung dehhhhh .. ditunggu kelanjutnya :)

    BalasHapus
  11. ditunggu sambungannya yaaa baang =D

    BalasHapus
  12. It's so kampret abang! Aku baca semua partnya mulus dan disini dibuat gantung, aku penasaran dengan lanjutannya hahaha Beneran loh bang, bagus! Aku suka! :D Aku pasti baca part selanjutnya! Yiihaaaa~

    BalasHapus
  13. bang, gue baru baca. btw, gue dagang kue dikampus, ini terinspirasi dari gue ya? oke, makasi ya :p

    BalasHapus
  14. @F u n y Berarti kampus mu deket terminal ya?? yah ketauan kepoin bambang deh gw, #plaaak

    BalasHapus
  15. @Bintang Dandelion - Widie Ahihi siap widie tapi kayanya aga lama deh, =D

    BalasHapus
  16. @BasithKA Akhirnya satu orang ini mampir juga ke blog gw.. Makasih Sensei..

    BalasHapus
  17. @dian novita Oke Novita di tunggu ya cari cemilan yang banyak.. #eh..

    BalasHapus
  18. @Zihny Ester Yang jelas ngga bakalan ada pangeran berkuda Zihny hehe..

    BalasHapus
  19. @NF yang ngga ada penjual tisuee #abaikan..

    BalasHapus
  20. lanjut dong, lanjut :D
    terbawa alur cerita, terus bersambung =
    penasaran euy.hehehe

    BalasHapus
  21. cerita bersambung ya?..lanjuuuut..hehee

    BalasHapus
  22. @Retno Dwi Lestari Hei kemana saja kau Nak, blognya udah lama ngga di update??

    BalasHapus
  23. @Atma Muthmainna Mba Atma, sabar ya hehe.. kayanya bakalan panjang..

    BalasHapus
  24. @...Uzay Gingsull... hehehe iya nih.. baru mulai masuk kuliah tugas banyak, bang.. jadi jarang blogwalking juga heuheu :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh gitu toh ditunggu postingan gratisan berikut nya.. :-)

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)