November 18, 2013

Yang tengah ditunggu

Jika ada waktu senggang, sempatkanlah kalian mengunjungi pematang sawah. Di kala senja, jika langit sedang berbaik hati, tidak ada hujan yang turun. Kalian akan dapati sekumpulan burung yang sedang giat mengepakkan sayapnya ke sana kemari. Menunggu panggilan.

Musim ini memang musim yang benar-benar membuat lelah. Maka alternatif terbaik jika hanya ingin mengusir gerah, menikmati sepoi-sepoi angin dari lambaian pelepah kelapa. Dan tentu dari pohon-pohon lain yang tumbuh di galengan sawah. 

Lihatlah, wajah-wajah riang anak-anak yang antusias dengan permainan ini. Bahkan ada yang lupa mengganti pakaian selepas pulang sekolah tadi. Tidak merasa takut seragam mereka akan kotor terkena cipratan lumpur. Ah, namanya juga anak-anak. Mereka riang bermain dengan membawa serta burung-burung dara gacoan masing-masing. Sore ini ada pertandingan besar di pematang sawah.

Anak-anak itu terbagi menjadi dua kelompok. Dengan jarak yang cukup lumayan jauh. Hingga terlihat kecil satu sama lain. Saling berpasangan dengan tugasnya masing-masing. Anak yang pertama bertugas melepas burung dara jantan. Sedangkan temannya menunggu burung dara jantan itu tiba menghampiri burung dara betina. Burung dara jantan yang lebih dulu tiba, dialah pemenangnya. 

Hah, musim ini memang benar-benar musim yang membuat lelah. Aku melihat permainan anak-anak itu sambil duduk di dahan pohon durian yang tumbuh di galengan sawah. Aku tertawa menyaksikan burung-burung dara mulai mengepak-ngepakan sayap, seperti melihat lomba lari. Semua burung terlihat ingin lekas sampai menghampiri pasangan betinanya. Semakin semangat ketika diiringi oleh tepukan tangan anak-anak yang sedang bermain. 

Semakin tertawa ketika kulihat mulai ada keributan. Rupanya ada satu ekor burung yang tak kunjung jua datang ke tempat betinanya berada. Anak yang melepas burung jantan itu mulai khawatir, mencari-cari burungnya ke segala arah. Aku rasa burung dara betina yang belum juga melihat pasangannya datang mulai ikut menunggu resah.

Sungguh menggelikan melihat pemandangan itu. Entah darimana datangnya keberanian itu tiba, akulah burung dara jantan yang mereka cari. Akulah yang ditunggu si betina. Sengaja membelokkan arah landasan terbang dan menepi di dahan pohon durian ini. Menunggu permainan itu usai, anak-anak bubar agar aku lebih leluasa untuk terbang.

 ***

Di antara seseorang yang tengah menunggu tapi tidak tahu apa yang sebenarnya ditunggu, dengan seseorang yang tidak sadar juga kalau dirinya sedang benar-benar ditunggu. Waktu sedang terpingkal-pingkal menertawakan tingkah mereka.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)