September 26, 2014

asa & doa jilid 2

lagi-lagi secara tidak sengaja aku mendengar asa & doa berbisik-bisik tentangmu, tidak jauh dari sajadah yang aku bentangkan.

mereka mendebatkan satu hal, kamu lebih senang di doakan atau diharapkan.

doa memiliki pandangan yang tulus sekali, katanya kamu harus selalu menjadi inti dari doa-doa yang baik. doa yang mampu mewujudkan semua harapanmu. sesuai dengan yang kamu butuhkan.

asa tidak mau kalah berargumen, katanya kamu lebih senang diharapkan. menjadi pusat perhatian dan tempat berlabuhnya semua tujuan. kamu harus selalu menjadi doa yang menghangatkan semua harapan.

aku tertawa kecil sambil mengusap kepala. seberapa pun gigihnya mereka mempertahankan pendapat masing-masing. mereka tidak pernah tahu, bahwa kamu lebih butuh diperjuangkan. bukan sekedar menjadi harapan.
bukankah begitu?

di lain kesempatan aku melihat asa dan doa berjabat erat. suasananya menjadi lebih hangat, lebih bersahabat. tidak ada lagi jeda tujuan di antara keduanya. sudah terbentuk satu pandangan yang sama.
mereka sepakat, apapun harapannya dan apapun doanya semoga selalu membawa kebaikan untukmu. kebaikan yang mewarnai perjalanan masa depan yang lebih nyata.

aku mengerutkan dahi, semakin menerka-nerka dalam tanya. sebenarnya selama ini yang mereka maksud dengan kamu itu siapa?
mungkinkah aku mengenalnya?











2 komentar:

  1. Halo Pak Tua...
    sudah lama tidak bergelantungan di pohon kapri rumahmu ini..
    semua tulisanmu tentang 'kamu' 'kamu' melulu :D

    BalasHapus
  2. hahaha kamunya di sini kamu ga termasuk jadi kamu *apaa coba*

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)