Juni 02, 2018

LADANG PERNIAGAAN

Bila dunia ini adalah ladang perniagaan. Maka sepatutnya yang ada dalam pikiran manusia adalah soal untung rugi. Boleh jadi demikian, kelak ada manusia-manusia yang sederhana, dengan hati yang penuh ikhlas, selalu berbagi, selalu memberi, selalu mengalah, tanpa pernah mengeluh walaupun sering kali di dzolimi. Manusia-manusia sederhana di mata manusia yang lainnya, tapi di yaumil kiamah mendadak timbangan kepunyaannya paling berat. Timbangan kebaikan-kebaikan. Ia menjadi manusia yang paling beruntung karena amal jariah selama di dunia.

Ada pula manusia-manusia yang sangat teramat dermawan, paling sosialis, berperikemanusiaan. Dan ia amat jumawa dengan timbunan amalan-amalannya. Merasa akan aman, di dunia di cintai banyak manusia. Digandrungi oleh manusia-manusia yang membutuhkan pertolongannya. Di akhirat ia merasa aman. Tapi sayangnya, tak disangka-sangka timbangan kebaikannya ringan sekali. Tersebab amalan-amalan jariahnya dibarengi dengan riya. Penuh pencitraan.

Bila dunia ini ladang perniagaan. Adalah waktu yang menjadi 'produk' paling unggulan, paling 'wah' dan bernilai harganya. Maka, tidaklah kau sadar, di beberapa waktu milikmu, selalu bersinggungan dengan waktu kepunyaan orang lain. Apabila kau biarkan ia menunggu terlalu lama, hanya tersebab kelalaianmu, hanya karena kebiasaanmu yang sering tidak tepat waktu. Tanpa disadari kau telah merugikan hak orang lain. Merugikan 'waktu' kepunyaan orang lain. Yang seharusnya sudah berbuat banyak hal. Sudah menjelajahi banyak tempat. Orang lain itu tertunda melakukan hal terbaiknya. Hanya karena ketidaktepatanmu.

Bila dunia ini adalah ladang perniagaan. Sering kali kita mengurangi dengan sengaja takaran 'waktu' orang lain. Dengan datang terlambat. Dengan kebiasaan buruk yang menghambat.

17 Ramadhan 1439H
#Ramadhanberkualitas
@azurazie_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)