Juni 07, 2018

OLEH-OLEH RAMADHAN

Sisa-sisa di penghujung ramadhan itu ibarat kita dalam perjalan pulang dari suatu tempat. Tinggal sisa-sisa tenaganya, badan yang mulai lelah, keroncongan dan mudah sekali mengeluh. Ya begitulah biasanya kondisi seseorang kalau dari perjalanan jauh menuju pulang. Sudah tidak lagi prima dalam tenaga. Cuma satu yang di mau, ingin cepat sampai rumah.

Begitu juga dalam beribadah puasa, makin ke sini makin banyak kendurnya. Makin banyak alakadarnya. Shalat jama'ah tidak lagi lima waktu. Jumlah rakaat shalat sunnah semakin berkurang. Tilawahnya tidak lagi onedayonejuz. Begitu pisan kan ya gambarannya. Bawaannya udah kepingin cepat-cepat lebaran.

Makanya seperti dalam perjalanan pulang. Padahal nih ya, kalau dari mana-mana itu, kita selalu ingin menyempatkan diri membawa oleh-oleh. Untuk keluarga di rumah. Walaupun cuma sekadar satu tentengan plastik. Rasanya beda tuh sama yang pulang cuma pulang aja, tak membawa apa saja.

Seharunya juga begitu dalam puasa di bulan Ramadhan. Kita pikirkan juga apa oleh-oleh terbaiknya untuk setelah lebaran. Misal, oleh-oleh kebiasaan baiknya selama ramadhan. Yang tadinya tidak pernah bangun shalat malam. Jadi seterusnya tetap bangun. Yang tadinya jarang baca Al-Qur'an, tiap hari jadi berasa ada yang kurang bila belum buka mushaf dan membaca Al-Qur'an. Ada oleh-oleh yang bisa kita banggakan menuju 'pulang'.

Maka, semoga di sisa-sisa penghujung Ramadhan ini. Tidak ada hari yang terlewati sia-sia. Bila diibaratkan seperti perjalanan pulang. Bawalah oleh-oleh terbaiknya. Untuk sebelas bulan kemudian.

Di sisa-sisa hari Ramadhanmu, masa mau menghabiskan sisa-sisa usiamu dengan biasa-biasa saja.

22 Ramadhan 1439H
#Ramadhanberkualitas
@azurazie_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)