Agustus 18, 2012

Cerita ABG Anak SMA


CERITA ABG SMA 18+

Ini kisah kenakalan anak-anak ABG SMA di sekolahnya. Cerita 18+ Paling baru.

Lonceng sekolah mulai berdentang nyaring, sejumlah siswa baru berlarian memasuki kelas masing-masing. Rupanya ini hari pertama untuk mereka memulai lembaran baru, masa putih abu-abu, SMA favorit yang selalu jadi pilihan. 

Lima belas menit berlalu, pak Kardi sudah harus menutup gerbang sekolah, bersamaan dengan itu seorang anak cewek lengkap dengan atribut MOS-nya tergopoh-gopoh menghampiri dari arah luar gerbang. Rupanya ia telat. Rambut kepang dua dengan pita warna-warni berhias batok kelapa, Sarnisa menyoren kantong tas dari terigu dengan pernak-pernik cabe dan bawang. 

“Paaaaaaak-paaaaaak sebentar paaaaak.” Sarnisa terengah-engah mengatur napas, dengan nada memohon meminta di izinkan masuk. 

“Nggak bisa neng sudah peraturan sekolah, hari pertama kok telat.” Geleng pak Kardi sambil menyempurnakan menutup gerbang yang sempat tertunda. 

“Pak, tolong pak baru pertama kali ini telat pak.” Suara lain dari sisi luar ikut berdemo. Rupanya Sarnisa memiliki teman yang senasib pagi ini.  Mas-aih tidak kalah aneh, memanggul karung goni, batok kelapa dan embel-embel lain. 

Pak Kardi malah berlalu meninggalkan kedua anak baru itu sambil sesekali terkekeh. 

“Mau nekat masuk gak?” Mas-aih menawarkan solusi. 

“Nekat? Maksudnya?” Sarnisa tidak mengerti. 

“Ayo ikut gw deh. Oh iya gue Masaru Galih, panggil saja Mas-aih.”  

“Sarnisa.” Perkenalan tanpa berjabat itu terjalin. Kini keduanya berputar ke arah belakang sekolah. Mas-aih yang menjadi pemandu.

Suara gemuruh dari lapangan mulai terdengar, masa orientasi siswa sudah resmi di gelar. Masa keemasan bagi senior-senior yang ingin balas dendam, atau sekedar usil kepada calon adik-adik kelasnya. 

“Kita lewat sini,” Mas-aih menunjuk sebuah tembok belakang sekolah, yang bagian kawatnya sudah agak lenggang. “Gue duluan,” sekilas ia memperhatikan Sarnisa dari ujung sampai kaki, “loe bisa manjat sedikit kan?” Mas-aih ragu. 

“Bii... bisa.” Sarnisa benar meragu. Tidak cukup tinggi kalau mengingat ia pernah memanjat pohon jambu di pekarangan rumahnya. Tapi rasa takut yang membuat sedikit gemetaran kakinya. Takut ketahuan. 

“Hei... bisa minta toloooong?” Mas-aih memanggil seseorang dari arah dalam, rupanya ia agak kesulitan untuk turun karena permukaan dalam lebih tinggi. Yang di panggil memandang ragu. Lalu menunjuk bagian dadanya sendiri, untuk meyakinkan bahwa dirinya yang sedang di panggil seseorang yang memanjat tembok sekolah. 

“Iyaa... tolong ambilin bangku yang ada di situ. Gue nggak bisa turun nih, tolong ya.” Mas-aih menunjuk bangku yang sudah tidak di pakai dari arah kantin. Yang di mintai masih nampak ragu, tapi ia mulai melangkah ke tempat bangku berada. 

Tidak harus bersusah-susah Mas-aih mendaratkan kakinya, “Terima kasih, gue Mas-aih... Nis aman ayo naik.”  Serunya melihat Sarnisa yang masih meragu. Lalu menyodorkan tangan untuk membantu. 

“Hei tunggu nama loe siapa?” panggil Mas-aih ketika melihat yang membantunya tadi melenggang.
“Aglen.” Tanpa menoleh.

 “HEI... KALIAN BERTIGA IKUT SAYA KE RUANG BP.” Suara garang satpam sekolah menggema bersamaan dengan jejak kaki pertama Sarnisa di dalam. 

“Oooow...” mereka berbarengan sambil melirik satu sama lain. 

Itulah cara mereka bertiga berkenalan, Sarnisa, Mas-aih dan Aglen di sekolah pilihan mereka. Hari pertama sama-sama bermasalah dengan satpam sekolah, tentunya Aglen hanya kena getahnya. singgah di ruang BP, lalu berakhir di halaman sekolah, kena hukuman. 

Tapi bermula dari situlah persahabatan ketiganya terjalin. Sarnisa yang agak tomboy, smart dan riang, Mas-aih yang aktif, pandai bicara dan mudah bergaul. Aglen kutu buku dan lebih pendiam dari kedua temannya. Ketiganya saling memotivasi, sering belajar kelompok. Selalu di ikut sertakan dalam study banding antar sekolah dan tidak jarang pulang dengan piala yang menjulang. 

Satu lagi tempat favorit mereka, Angkringan Enak di kantin luar sekolah, tempat mereka menghabiskan waktu sepulang sekolah. Atau mencuri waktu ketika istirahat. Karena seringnya mereka ke sana, sampai di cetuskan sebuah nama khusus  KANTIN ANAK SMA (Kantin Angkringan Enak Sarnisa-Mas-aih-Aglen). Tiga orang siswa, meski bandel tapi berprestasi.  

NB: Mungkin ga sesuai dengan tema, tapi setidaknya cukup ampuh untuk menjerat mangsa hehe...

CERITA ABG ANAK SMA – CERITA REMAJA SMA – KENAKALAN ANAK SMA

19 komentar:

  1. Begini nih klo dasarnya suka buat cerpen... hahaha benar kreatif kang Uzay ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju. touch-nya Bang Uzay memang mengagumkan. saya baca buku Kertas Kusam beliau sampai 2 kali berulang.

      Hapus
    2. setuju setuju ^^ sesuatu sekali memang~
      Masya Allah :)

      Hapus
  2. mari kita hancurkan kata kunci negatif di google tentang SMA.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama koment yang ini.
      hahah

      Hapus
  3. bang, udah ga ada yang namanya rambut kepang-kepangang warna-warni ataupun kantong tas dari terigu.. udeh dilarang, mos sma begituan loh hehehe.

    BalasHapus
  4. masa mos nya mirip mos disekolah akuh :3
    nice poem qaqa

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    ketika akhir Ramadhan berlalu berganti fajar Syawal, izinkanlah saya mengucapkan salam dan doa,
    Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
    Semoga ALLAH menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan ,
    dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
    SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA KEMENANGAN IDUL FITRI,
    bila ada salah dan khilaf selama ini, baik yang disengaja atau tidak disengaja, mohon dimaafkan lahir dan bathin,
    Wassalam

    BalasHapus
  6. wuih kreatif ya, dibikin cerpen :D
    walopun pada bandel tapi pada berprestasi :)
    semoga para ABG SMA di indonesia pada seperti itu hehe gak cuma hanya bandel aja, tapi mereka juga harus pada berprestasi :D

    BalasHapus
  7. ini pengalaman sendiri di jadiin cerpen ya? :D
    perkenalan yg unik, awal dari sebuah persahabatan yang abadi :)

    salam solid!

    BalasHapus
  8. huwoooo...bang Ujay mah emang sesuatu deh...
    padahal ini ngegarapnya udah kepepet banget kan ya??tapi bisa tetep kereeennn :D

    salam solid bang :)

    BalasHapus
  9. walaupn nakal, tapi "sumbut" ya.. :D itu yang bagus ^^
    ceritanya keren euw.. :D seperti liat fTV :D

    BalasHapus
  10. Gue lagi brik jadi komentator cerpen, HAHAHA. Kali ini gue cuma mau nambahin komentar di lapak lo aja deh ya. Tapi udah gue baca kok. Sumpeh deh! Lagi apa lo coy? FB gue rusak noh, jadi ada yang baru. Gitu deh pokonya. WEW. Udah panjang aja tulisan gue. Keenakkan sih. Xixixixi *alaynya keluar*

    BalasHapus
  11. cerita yang sangat menginspirasi.great post kang...

    BalasHapus
  12. mantap jebakan betmannya.. ada di puncak nih.. hhaha

    BalasHapus
  13. Sempat berdebar-debar ketika mereka berjalan ke area belakang sekolah, ternyata... Fiuhhhh... :-)

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)