Juli 21, 2013

Tunas kebahagiaan

Tahukah kau, ada sesuatu yang sedang patah, lepas dari tubuhnya. Tapi bersamaan dengan itu, sedikit demi sedikit mulai tumbuh tunas-tunas baru. Cabang-cabang baru. Meretas daun-daun muda. Meskipun tetap saja patahannya masih terbentuk jelas. Ada bekas cacat yang tak bisa hilang, mengelung di tubuh sang batang. 

Ada sesuatu yang sedang mendung. Berkabut. Sebentar lagi merintik gerimis. Tapi setelah itu, tidak selang lama turun milyaran tetes air yang menumbuhkan. Membasahi lahan tandus, menyegarkan tubuh pepohonan. Memberi makan akar-akar tanaman. Meskipun tetap saja berkabut, tidak cepat cerah kembali.


Ada sesuatu yang mulai terkikis habis, lenyap ditelan bumi. Terurai sudah luluh lantah dengan tanah. Tapi sungguh bekasnya itu menyuburkan, dari sisa-sisa serpihannya timbul kecambah baru. Terus meninggi, sesuatu yang baru sebagai pengganti.

Dan tahukah kau apa sesuatu yang sedang aku maksud? Sesuatu itu adalah hati. Hati yang teriris karena kehilangan, hati yang mendung oleh sebab kepergian, hati yang tumbang atas dasar luka yang membabat kenang. Hati yang sedang merasa lepas dari tubuhnya, hati yang sedang hilang kesadaran akal sehatnya. Dan tahukah kau apa yang tumbuh dari sesuatu itu?

Kebahagiaan. Haru biru yang sedang menyelimutimu. Kebahagiaan yang akan mengiringi hari-harimu.

Dan yang tumbuh oleh sesuatu itu tidak lain adalah tunas kebahagiaan yang lahir setelah melihat kebahagiaanmu.

1 komentar:

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)