Juli 04, 2013

Manusia yang tahu tempat kembali

Barangkali nanti manusia yang (mengaku) modern membutuhkan sebuah benang, tali yang mengikat kakinya ketika sudah merasa terbang mengawan.

Belakangan ini bukankah semakin banyak manusia yang memanjakan kesombongannya, memamerkan kebolehannya. Serasa melambung, melayang-layang. Padahal sejatinya ia tidak pernah bisa lari dari tanah. 

Mungkin manusia perlu membawa sekantung tanah sepanjang pengembaraan, pengingat darimana sebenarnya asalnya. Bukankah banyak yang menjelajah jauh, masih menjejakkan kaki di atas tanah. Tetapi lupa ada waktunya nanti ia berada di bawah tanah.

Dan manusia yang sabar selalu punya segenggam tabah untuk tidak mudah berkeluh kesah.
Manusia yang jujur selalu mempunyai penjaga diri, mengepal amanah.
Manusia yang pintar tidak pernah melepaskan kebiasaan bersyukur.
Manusia yang tahu diri selalu ingat darimana asalnya, dan ke mana ia harus kembali. 

4 komentar:

  1. semoga kita bisa menjadi manusia yang tahu diri...dan kembali menghadap Sang Khaliq dengan jiwa yang tenang...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Insya Allah Aamiin :)

      Hapus
  2. orang pintar jangan mudah berkeluh kesah dan harus pandai bersyukur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya menjadi pribadi yang pintar untuk itu :)

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)