September 13, 2013

Epilog Asa

Selamat pagi harapan-harapan yang terlahir beruntung, dari rahim doa-doa yang dilafadzkan semalam. Tumbuhlah layaknya anak-anak yang cerdas, teguh pendirian dan pandai bersyukur. Menjadi tulang punggung masa depan yang layak diperhitungkan zaman.

Selamat pagi kebaikan-kebaikan yang baru saja menetas sempurna. Dari induk telur yang teguh mempertahankan keikhlasan. Bekerja keraslah layaknya anak itik yang pandai mengais kebijakan alam. Kelak usahamu menjadi pionir terkabulnya doa-doa dan harapan.

Selamat pagi tunas-tunas muda pembawa kabar gembira. Dari kecambah-kecambah unggul doa-doa orang tua. Menjulanglah tinggi, hingga menggapai puncak pengampunan Tuhan. Memerdekakan jiwa dari kukungan dosa-dosa dunia.

Selamat pagi bumi tempat mereka berpijak. Semoga aku masih sempat bertemu dengannya, -harapan-harapan, kebaikan-kebaikan, doa-doa pembawa kabar gembira. Selama nafas masih terhirup sempurna.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)