September 11, 2013

Perihal tempat pulangnya kepergian.

Kau tahu, seseorang memiliki hak personal untuk bebas datang dan pergi sesuai kehendak hatinya. Tentu terlepas dari kewajibannya untuk menetap lebih lama, atau pergi yang tidak perlu kembali lagi. Bukankah memang begitu peraturan dasar bertamu di muka bumi ini? ada yang datang, ada yang pergi.

Dari sisi personal, perihal datang dan pergi memang sesederhana itu. Seperti kita mengunjungi sebuah kafe atau tempat singgah lainnya, setelah dahaga tuntas, ia lengang untuk pergi, tidak ada ikatan yang mengharuskannya menetap, bahkan kembali. Lagi-lagi ini pilihan hatinya sendiri.

Tapi tidak demikian jika yang kita kunjungi sudah berganti nama menjadi rumah, tempat pulang. Aku rasa rumah memang sebuah (sesuatu) tempat pulangnya kepergian. Urusan datang dan pergi ini sedikit banyak akan mengerucut menjadi lebih rumit. Ada kepentingan tambahan di sana. Akan banyak harapan-harapan yang bertarung di rumah itu. Harapan semua penghuni rumah itu akan tetap berkumpul lebih lama lagi, kalau bisa selamanya. Harapan, yang sudah lebih dulu keluar rumah, akan pulang lagi esok hari. Harapan kebersamaan ini menetap lebih lama lagi.

Meski tidak bisa dipungkiri, harapan itu ada yang sudah benar-benar hanya menjadi harapan. luruh dengan tanah, tidak lagi bisa digenggam. Harapan yang berubah wujud menjadi abu kenangan.

Lalu bagaimana perihal kepergian yang tanpa meninggalkan pesan? apakah itu sesuatu yang sering orang lain keluhkan, kehilangan.

Benarkah kepergiaaan yang tidak meninggalkan jejak adalah kehilangan? Hmmm... aku rasa itu akan lebih rumit lagi jika diuraikan.

Ya sudahlah lain kali kita perbincangkan lagi, sembari menyeruput coklat hangat di sebuah kafe yang selalu kita kunjungi. Sebelum kita terpisah lagi, sebelum sama-sama pergi. Itupun kalau kamu bersedia. Bagaimana?

2 komentar:

  1. gagal paham di sini yang bang Ujay maksud rumah itu dalam artian sebenarnya bukan :|
    etapi yang jelas tiap orang selalu punya tempat pulang ya, meski di tempat itu juga kadang ada kehilangan :"

    BalasHapus
    Balasan
    1. rumahnya universal Ka. hoho...

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)