Juli 06, 2012

Untitled

Pernah merasa di bohongi oleh kesimpulanmu sendiri? padahal sebenarnya tidak ada yang melakukan kebohongan itu, hanya saja kamu baru sadar apa yang di terka tidak sesuai kenyataan.


***
Yang kecil berbudi lebih berisi, daripada yang besar congkak berambisi. padahal ia sendiri tak sadar kalau sebenarnya bobrok.

***
"Terkadang aku jengah oleh tanda tanya yang bertebaran. Seolah ia tidak memberiku jeda untuk sekedar bernapas sebelum aku utarakan jawaban."

"Lho? salahmu sendiri kenapa tanda tanya itu kamu biarkan menggantung saja. Seolah tak peduli bahwa ada yang mengharapkan sekedar jawaban.."

"Rasanya aku lelah menunggu sebuah ketidakpastian. Seolah-olah ia sengaja mematikan ku secara perlahan."

"Sadarlah kamu hanya sedang di uji, sebesar apa kamu siap memilikinya. Sekuat apa kamu akan selalu menopangnya."

***
Satu persatu datang dan pergi silih berganti, seolah tak pernah ada jejak yang sempat terbagi, lalu untuk apa kebersamaan yang terjalin selama itu? hanya untuk hiasan suatu hari nanti bernamakan kenangan? atau ini hanya gurauan hati yang tak pernah siap berdiri di gerbang perpisahan?

Bukan jarak yang menghalangi rasa nyaman. Dan ketidaknyamanan yang sering kali membuat jarak.

***
Terkadang pandangan seseorang berubah hanya karena masa lalu tanpa melihat sisi baik yang lain. lebih baik jujur dalam kepahitan daripada bermuka malaikat menutup kebohongan..

***
Kadang ada langkah yang seketika berhenti karena terlalu lama menetapkan sebuah awalan. Dan nyatanya manusia akan selalu menemukan titik jenuh.

***
Saat berhasil jadi motivator untuk orang lain, tapi gagal memotivasi diri sendiri, itu sama halnya dengan seseorang yang menuangkan secangkir teh hangat tapi sebenarnya dia pun sedang kehausan. Atau orang yang beranjak melakukan presentasi tapi sebenarnya dia belum mandi.

***
"Kemarilah ada bahuku yang selalu siap menopang keluh kesahmu."

"Maaf yang aku butuhkan saat ini hanya beberapa jeda untuk sendiri."

‎"Sudahlah hapus air matamu, dan mulailah bercerita."

"Nyatanya aku sendiri bingung ingin mengutarakan apa."

‎"Rasa sesal akan berkurang jika kamu berbagi sedikit celahnya kepada orang lain."

"Maaf, ingin ku coba tapi aku tidak bisa."

"Nyatanya kamu tidak sendiri."

"Aku sadar itu, tapi aku sedang belajar tegar sendiri."

Tidak ada komentar: