Juli 01, 2012

Satu Paket (Senang & Sedih)

Ini murni curcolan, so kalau yang keberatan silahkan di close tab aja yah. enjoy guys.. 

Zay sekali-kali ceritakan kisah kamu sendiri..
Zay sekali-kali curcol bolehlah di blog..

Bisikan merdu itu terus mengiang-ngiang kepalaku, memutar ulang memori yang sudah terekam, mencari sudut kisah yang layak untukku bagi. Bukan, bukan karena aku tak ingin membagi kesedihanku (tentu aku juga punya sisi itu), atau sisi lain dari kebahagian (aku tak ingin di cap pelit karena menyembunyikan kebahagiaan, dan pengecut karena tidak menerima kesedihan). Bukan karena aku tidak mau terbuka untuk mereka.  Hanya saja aku lebih suka membaginya dengan caraku sendiri. Ya ketika aku menulis, di situlah aku selipkan seinci episode harianku di sana. Dan aku cukup nyaman untuk itu , cukup mengobati keresahan yang sedang aku alami. Bukankah selalu ada yang tersirat dibalik yang tersurat? Dan membagi yang tersirat supaya tersurat, dengan bahasa tulisan. Maaf, tapi itulah caraku. (seketika puluhan mata mulai melotot).


Hidup itu layaknya teka-teki silang, yang akan selalu ada kotak yang terhubung dengan bagian kotak lainnya. Karena itulah dihasilkan sebuah kata yang lebih bermakna. Tapi saat menjawab rahasia di balik kotak-kotak itu, tidak selalu mulus bukan? Terkadang kita harus memeras otak lebih keras untuk menemukan kunci jawaban yang di pinta. Seperti itulah Allah memberikan kita ujian, kita tidak selalu temui pertanyaan yang langsung berjodoh dengan jawaban. Tapi yakinlah terlepas dari itu semua, sudah tertera satu rahasia jawaban yang pada waktunya akan terungkap. Kadang manusia hanya bisa menerka, sedangkan jawaban yang sebenarnya masih tersegel rapi oleh pemilik-Nya.

Terus kapan ceritanya sih Zay? Jadi nggak sih?

*Hoho..

Baiklah, aku akan coba membagi seinci kisah yang sedang aku alami. Singkat cerita setelah nekat meluncurkan satu bundel kumcer “Kertas Kusam” beberapa minggu lalu. Di satu sisi bangga sendiri meski kecil sudah memiliki karya original hasil pemikiranku (sekali lagi untuk sekedar koleksi pribadi). Dan di sisi lain, sempat ada pikiran takut hasilnya akan mengecewakan, terlalu terburu-buru dan di bilang sombong karena tulisan belum matang (dalam cerita, ejaan, suku kata, tanda baca) tapi sudah berani-berani di publikasikan dalam bentuk buku. Sungguh..  apalagi tersadar untuk ukuran harga terbilang mahal. Semenjak itu, aku niatkan jika memang akhirnya ada yang memesan, akan di kirim bebas ongkir  sebagai penebus kesalahan itu.

Tapi Masya Allah tepatnya sekitar dua hari yang lalu, ada seorang sahabat maya yang memesan Kertas Kusam. Partisipasinya sungguh membuat hatiku bergetar, berkaca-kaca karena apresiasinya yang luar biasa. Alhamdulillah puji syukur atas karunia Allah yang tak pernah kita sangka-sangka.  Ia melebihkan kiriman uangnya beberapa rupiah, lebih dari cukup untuk sekedar uang ongkos kirim. Sejenak aku takut tidak bisa membalas apresiasinya itu dengan sebundel Kertas Kusam. Tapi tak lama ia berkata :

“Jangan kuatir, tidak akan ada perasaan kecewa untuk saling berbagi. Situ berbagi keahlian membuat cerita, saya berbagi rasa bangga karena seorang teman telah berkarya.”

Masya Allah sungguh bijak kata-kata itu, meresap sampai ulu hati yang terdalam. Sampai aku tidak tahu harus berkata apa untuk mengutarakannya. Yang jelas Allah mengetahui suara yang tersembunyi di hati hamba-Nya.

“Saya sampaikan nanti salamnya. Terus berkarya Uzay, saya akan menjadi orang pertama yang nggak terima jika semangat berkarya Uzay nanti menurun.”

Umm, Insya Allah. Semoga amanah itu akan selalu aku jaga sahabat, Insya Allah. *tersenyum bahagia..

Memang siapa sih Zay orang yang luar biasa itu?

Kasih tahu nggak yah? Nggak usah yah, biarkan cukup aku, dia dan Allah yang tahu. Aku hanya ingin berkata terima kasih atas motivasinya. Sungguh aku merasa sangat berharga karena itu. Semoga support itu akan selalu berbanding lurus dengan semangat dan aku bisa terus mengaplikasikannya dengan karya sederhana ini. Dan keikhlasan hati itu akan selalu terjaga. Amiin..
***

Seperti yang sudah pernah aku katakan, bahwa senang dan sedih itu selalu datang sepaket. Dan kita harus selalu siap jika tiba-tiba mereka bertukar posisi. Seperti itulah hari ini. Singkat cerita hari ini aku ikut berbahagia karena salah satu sahabatku sudah mendapatkan label seorang istri dari kekasihnya, ia menikah hari ini. Sesuai janjiku pun Kertas Kusam itu menjadi kado untuk mengiringi hari bahagianya. Dan katanya itu kado paling spesial hari ini. Alhamdulillah, itu juga berkat doa dan dukunganmu sahabat. Belum sebanding dengan ketulusanmu selama ini menjadi sahabat baikku.

Tiba-tiba saja aku mendapat kabar, sahabat mayaku harus pamit dengan alasan yang sampai sekarang aku belum mengerti. Meski hati teriris sedih, tapi kita harus terima keputusannya. Berharap itulah yang terbaik untuk dia. Aku yakin sahabat itu tak akan pernah hilang. Ia selalu ada meski harus menyatu dengan cara yang berbeda. Meskipun tak di pungkiri akan ada rasa kehilangan.

Saat sudah terasa dekat, ketika tiba-tiba hilang. Rasanya ada bagian yang kurang. Sebenarnya ada rahasia apa di balik datang dan pergi? Melatih kesabaran? Menguji kesetiaan? Sebagai apresiasi keikhlasan? Atau ini hanya bagian dari kehidupan?  Entahlah hati terlalu rapuh untuk sekedar mengurai sisi hilangnya. Mungkin waktu yang kurang berpihak, atau kesempatan bersama yang telah berakhir? Yang pasti suatu saat aku akan merindukan sapaanmu itu sahabatku. Dan selalu ada tempat untukmu kembali. Di sini, di hati.

Selalu baik-baik saja di manapun kamu berada Mpok Belo (Naya Harun) kami di sini bangga, pernah mengenalmu sudah sejauh ini, dengan keceriaanmu, keramahanmu, dan sifat friendly mu* udah ah jadi sedih lagi huhuhuhu.... .

Akhir kata, senang dan sedih itu satu paket. Tapi pastikan selalu ada senyuman yang mengiringi setelahnya. Senang itu seperti sang mentari yang perkasa merajai hari, namun pada akhirnya ia tetap saja akan tenggelam. Dan sedih itu ibarat malam hari tanpa bulan, gelap, pengap tapi tetap saja akhirnya ada sambutan mentari yang mengembalikan ceriamu. Ketika senang ingatlah sewaktu sedihmu, ketika sedih bangkitlah seperti sewaktu senangmu.

Sekian dulu, maaf kalau kepanjangan. Terima kasih semuanya. Alhamdulillah..  

40 komentar:

  1. Xixixixi jadi senyum2 sendiri baca entri ente min. Kayak nanya2 ndiri di jawab2 ndiri. Keren dee..... Maho pisan noh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiahaha kok ujungnya kaga enak? kenapa harus maho? -_-

      Hapus
    2. Maho itu panggilan akrab Zay. Terima aja! kekeke

      Hapus
  2. Gue udah baca ini di note lo, Men! Gue terharu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke brother terima kasih ;) gw bangga sama loe..

      Hapus
  3. Jadi ingat sama postingan Mbak NF kemarin yang dibuat untuk Naya Belo. Semoga Naya Belo nya cepat kembali, ada kabarnya. Hehe.. Semangaaat, Kak Uzay!;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaah semoga ada titik terang makasiih... ^.^

      Hapus
  4. asoy, gue dah liat tuh buku zay
    eh, gue nanya dong, desain covernya yang bikin sopo ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu berdua sama temen, thanks udah di tengok bang ##jingkrak-jingkrak..

      Hapus
  5. soal Mpok Nay, gue juga di pamitin ama doski
    sedih ..
    tapi mudah"an dia balik lagi suatu hari nanti, dan kita akan menyambutnya dengan gembira ..
    Amin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak Naya kemana ya? padahal orangnya friendly banget...

      btw, lanjutkan perjuanganmu menulis ya bang, bikin buku baru lagi...
      aku belum beli kumcernya, isinya apa sih???

      Hapus
    2. EY@ amiiiin jadi inget lagi kau bilang doski bang -_-
      Ocha@ iya insya allah cha, isinya cuma kumcer aja dua 21 judul.. ia insya allah nanti kalau udah bisa mengaplikasikan tulisan jadi lebih baik. semangat kamu juga..

      Hapus
  6. Ah, masyaAllah aku suka sekali edisi curcol ini ^^

    :0 uzay ngeluarin buku kumcer~ kok aku baru tahu ("-_-)/ kemana aja aku(?!) aduuhh.. apa aku kelewat momen publikasi atau ulasannya itu ya *hiks hiks hiks terus cekidot ke nulisbuku.com dan download samplenya #wow emang uzay banget :)

    uzay, kok mikirnya minder gitu? menurutku itu subhanallah loh ^^ ada-ada saja hal yang bisa menginspirasi, aku yakin itu.

    dibanding uzay, bukuku itu sebenarnya hasil refleksi blog kemilau cahaya emas. Tulisan di dalamnya semua dimuat dalam blog kok. Jadi bagi pembaca setia seperti uzay (ehem!) buku kemilau cahaya emas mungkin tidak akan seseru buku-buku yang lain karena *mungkin uzay sudah baca tulisan itu di blog.

    kalau buku Kertas Kusam, semua cerpennya masih asli dan belum dipublikasikan ke blog kan? :) itu dia yang dicari-cari, jadi tidak perlu merasa akan mengecewakan orang lain. Kita penulis, dan harus pe-de dengan tulisan kita~ go uzay!

    karena lagi kanker (kantong kering) aku mau nunggu uzay ngeluarin giveaway aja deh untuk menangin Kertas Kusam ^^ Meski kusam, ia tak sia-sia, lebih berguna dari tumpukan kertas yang belum pernah terjamah. hahaha, peace!

    sahabatnya ada yang menikah, ada pula yang pergi. ehm... dunia ini memang satu paket ya! ada senang dan sedih~ tinggal kita menyikapinya dengan bijak, tidak boleh terlena untuk senang saja atau larut dalam sedih saja.

    overall, barakallahu fiik zay :)
    you, go boy! ^^

    PS. ahem, aku memang lebih menyukai kisah nyata uzay dibanding fiksinya~ lebih wow :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. masya allah ka maya bikin postingan lagi di sini hehe...
      hmm.. ngomong apalagi ya?? aduuuh bingung... makasih untuk support (selalu)nya ka, energi semangatmu ikut mengalir disini. alhamdulillah.. ^^

      Hapus
  7. wahhh, bagus sekali nih bang uzay :)
    jadi terharu bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah... makasih bang dayat ^^

      Hapus
  8. wah, mbak belo nggak aktif lagi di blog ya... saya suka mengamati bahasa beliau memang asyik, agak kebetawi-betawian ya... sayang sekali ya, padahal di sini (blog world) teramat banyak positifnya. tapi kita pasti menghargai keputusannya kan. pasti itu yang terbaik untuk beliau.

    ya Bang Uzay, saya bisa menyelami soal motivasi di atas itu. keberadaan teman yang mungkin lebih duluan lahir di dunia ini, lalu dia memberi masukan, ambillah hikmahnya karena jalan yang sedang dilalui Bang Uzay, mungkin sudah pernah dia jalani. ambil hikmah dari setiap masukannya. ambil hikmahnya selalu. masukan apapun, andai itu berupa kritik atau kecaman sekalipun, akan membuat Bang Uzay makin tangguh. percayalah. sukses selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang harus banyak belajar pada yang lebih pengalaman. saya paham maksud kalimat abang di atas. terima kasih motivasinya..

      Hapus
  9. sebuah pilihan terbaik bagi mpok belo yg harus kita terima dgn hati ihlas dan doakan beliau agar selalu baik2 saja juga bisa berjumpa kita lg,,, sedih rasanya,,

    yg pntg mas uzay jgn ikutan pamit ya, ga mau da ksedihan mnyusul stlah pamitnya mpok belo,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya selalu ada keputusan setelah pilihan yang baik..

      insya allah selama masih mampu untuk ngeblog..

      Hapus
  10. ini curcolan khas uzay banget he...he..

    BalasHapus
  11. Semoga terus dan terus berkaya Bang.
    Sukses..

    << belum sempet kenal mbak belo :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin. insya allah, sukses juga buat mu

      Hapus
  12. suka baca tulisan kamu..
    moga terus sukses dalam berkarya
    tak sempat berkenalan dengan mpok belo
    jangan sedih2 lagi ya uzay ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ka nita ^.^
      iya insya allah amiin..
      iya udah ga sedih ;)

      Hapus
  13. cepat sembuh ya, jangan sedih lagi .... persahabatan tidak akan pernah berakhir
    karena sahabat itu, bisa saling berbagi dan bisa ada disaat kita butuhkan :)

    Keep smile,

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngga ada yang sakit bang, but thanks ya..
      bener sahabat ngga akan hilang ;)

      Hapus
  14. Merasa beruntung pernah BW Sama mpok belo Nay...moga suatu saat bisa baca tulisanya lagi.
    tetep semangat nulis bang uzay...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa ada jejak dia yang membekas..
      oke insya allah makasih..

      Hapus
  15. ngomong2 soal mbak belo.. adakah yang tahu kenapa harus mengundurkan diiri.. ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kagak ada yang tau kurang jelas..

      Hapus
  16. *komen sambil mengarahkan mata ke tempat lain =((((

    ntar kalo mampir ke blog bang uzay tak kasi ?m=1 aja deh ya *derita fobia ikan :p

    sekian dan terima kasih. postingannya belom dibaca bang, ga konseeeen, perasaan perut kayak diaduk2 ikan *lebaybenersihah wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun ampe segitunya mbak maaf ya,,

      Hapus
  17. terharu sambil senyum - senyum bang gue jadinya pas baca ini :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hoho kenapa kok senyum-senyum?

      Hapus
  18. Bang Uzay... gue ikutan seneng, kumcer lo laris manis, maaf belum beli bukunya bang Uzay, hikss.. :'(
    tetep semangat berkarye ye bro, gue suka gaya nulis lo, yang kadang bikin gue bingung mau komen ape..hihii <--otak pas2an :p hahahaa

    Hua... lagi dan lagi bikin air mata gue ngambang, makasiih banyak bang Uzay tulisan curcolnya ini =.= akh... suer nangis gue, bingung lagi kan mau ngomong apa gue bang..
    Gue pasti bakal kangen bangett.. ma kalian temen2 blogger :'((

    Link bang Uzay, udeh Nay catet.. biar bisa selalu baca tulisan2 abang..
    Jangan 'pernah' berenti nulis ye bang, gue dukung elo selalu.. #senyumlesungpipi *elap aer mata*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada si mpok -___- kemana ajeeee...
      iyeeee kamu juga baik-baik ya di sana..

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)