Juli 07, 2012

Berkas di usia senja

dari sini

"Sedang apa kamu ay? sepertinya sibuk sekali. Padahal baru saja sampai rumah!" tanya Risa melihat Aya sedang asyik dengan penanya. Padahal belum ada 30 menit keduanya beristirahat, setelah menempuh perjalanan cukup panjang hari ini. Melakukan observasi ke sebuah desa untuk tugas akhir kuliahnya.

"Owh, ini lagi mencoba mengabadikan kenangan hari ini dengan tulisan." Detik tiap detik yang di lewati terangkum sempurna di sebundel kertas.

"Kenangan apa? Untuk apa?" Risa tidak mengerti maksud sepupunya itu.

"Ya setiap jengkal perjalanan yang sudah kita lalui hari ini. Untuk apa? aku ingin saat tua nanti kita akan terkenang bahwa hari ini pernah kita lewati. Dan kita  nyata berada di dalam ceritanya. Tentang kita yang baru pertama kali melewati tugu, yang kata kamu unik itu. Tentang kamu yang melihat begitu banyak panorama alam yang sudah mulai tidak terawat. Tentang gemericik air jernih yang masih mengalir di sela-sela bebatuan. Atau tentang aku yang sempat terjatuh karena jalanan licin masih bertanah sehabis hujan, di desa yang hari ini kita kunjungi. Tentang mereka anak-anak desa yang masih begitu polos dan riang itu. Tentang keramahan penduduk yang menyambut hangat kita, kehangatan yang jarang kita rasakan di kota besar ini. Tentang semangat kebersamaan mereka saat sama-sama memperbaiki jembatan yang sudah tua. Suatu hari nanti semua yang sudah kita lewati hari ini akan berubah bukan? atau bahkan hilang termakan zaman. Karena itu aku ingin mengabadikannya. Untuk bahan cerita ketika di usia senja nanti. Cerita yang mungkin tidak akan pernah di alami anak cucuku nanti."  Aya menutup bukunya.

"Neeeeeek di manaaaaa?" Nurhaya tersentak oleh teriakan cucunya, ketika sedang membaca kisah di halaman 130 buku kumalnya. Kisah yang pernah ia tulis 40 tahun silam, tentang kenangannya bersama Risa yang sudah lebih dulu tiada. Di atas kertas kusam, kenangan itu menari-nari dan berputar kembali di ingatan, di usia senjanya.

****

"Setiap perjalanan hidup adalah sebuah cerita, dan mungkin sering kita lewati begitu saja hingga akhirnya lenyap tidak menyisakan kenangan yang berarti. Ayo abadikan mereka dengan tulisan. Suatu saat itulah yang akan kita rindukan. Sudah menulis apa hari ini?"

NB: Akhir-akhir ini sedang di landa malas BW, jadi maaf kalau ada jejak yang tidak di seberangi. Semoga cepat hilang rasa malasnya dan nanti berkunjung lagi. Terima Kasih..

21 komentar:

  1. Saya tertarik dibagian setiap jengkap langkah kita ini untuk apa? Mencerahkan. Hidup memang hanya satu kali dan sebaiknya dimanfaatkan sebaiknya. Terima kasih sudah berbagi, Izin sedot gan

    BalasHapus
  2. Yahaa memang, tulisan bisa menyimpan kenangan. Dan tentunya dengan menulis kita "abadi" :)

    BalasHapus
  3. menarik, mengabadikan setiap moment2 berharga dengan tulisan (blog) sangat menyenangkan..

    BalasHapus
  4. Udah jarang nulis lagi, ide-ide dalem benak udah agak mentok. Emang banyak sih ide, cuma lagi males hehehe

    BalasHapus
  5. jadi inget kultwit Salim A. Fillah tentang menulis, Semoga bisa kita ambil pelajaran :
    Menulis adalah mengikat jejak pemahaman. Akal kita sebagai kurniaNya, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data-data. #Write

    Tapi kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama; ilmu dahulu itu berkeliaran & bersembunyi di jalur rumit otak. #Write

    Maka menulis adalah menyusun kata kunci tuk buka khazanah akal; sekata tuk sealinea, sekalimat tuk se-bab, separagraf tuk sekitab. #Write

    Demikianlah kita fahami kalimat indah Asy Syafi’i; ilmu adalah binatang buruan, & pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya. #Write

    Menulis juga jalan merekam jejak pemahaman; kita lalui usia dengan memohon ditambah ilmu & dikaruniai pengertian; adakah kemajuan? #Write

    Itu bisa kita tahu jika kita rekam sang ilmu dalam lembaran; kita bisa melihat perkembangannya hari demi hari, bulan demi bulan. #Write

    Jika tulisan kita 3 bulan lalu telah bisa kita tertawai; maka terbaca adanya kemajuan. Jika masih terkagum juga; itu menyedihkan. #Write

    Lebih lanjut; menulis adalah mengujikan pemahaman kepada khalayak; yang dari berbagai sisi bisa memberi penyeksamaan & penilaian. #Write

    Kita memang membaca buku, menyimak kajian, hadir dalam seminar & sarasehan; tapi kebenaran pemahaman kita belum tentu terjaminkan. #Write

    Maka menulislah; agar jutaan pembaca menjadi guru yang meluruskan kebengkokan, mengingatkan keterluputan, membetulkan kekeliruan. #Write

    Penulis hakikatnya menyapa dengan ilmu; maka ia berbalas tambahan pengertian; kian bening, kian luas, kian dalam, kian tajam. #Write

    Agungnya lagi; sang penulis merentangkan ilmunya melampaui batas-batas waktu & ruang. Ia tak dipupus usia, tak terhalang jarak. #Write


    Menulis memerlukan kata yang agung & berat itu; IKHLAS. Kemurnian. Harap & takut hanya padaNya. Cinta kebenaran di atas segala. #Write

    Maka menjadi penulis yang ikhlas sungguh payah & tak mudah, ada goda kotoran & darah, kekayaan & kemasyhuran, riya’ & sum’ah. #Write

    Jika ia berhasil dilampaui; jadilah tulisan, ucapan & perbuatan sang penulis bergizi, memberi arti, mudah dicerna jadi amal suci. #Write

    #semoga nggak jadi spam aja*

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini lanjutannya yah?
      hha

      jadi kebaca juga nih :)
      Termotivasi nulis lagi, mungkin harus lebih dinaikin jam terbangnya :)
      Thanks2.

      Hapus
    2. iya nie, jadi seperti lanjutanya. :)

      Hapus
  6. salah satu gunanya ngeblog kah? mencatat suatu hal yang terlintas dalam pikiran, lalu nanti ketika kita sedang rindu kita bisa membacanya kembali, sekaligus membaca komentar teman2 yang mungkin saat itu sudah tidak kita ketahui lagi keberadaannya..

    BalasHapus
  7. Ternyata Nurhaya sudah jadi nenek nenek. Waah saat aku tua nanti aku juga mau punya cerita biar bisa dibaca n dikenang terus diceritain lagi buat anak cucu haha. Tapi aku tetep aja gak kepengen tuaa huahaha.

    Hari ini belum ada tulisan yang terlahir kecuali komentar ini ^^ tetep rajin nulis bang! :D

    BalasHapus
  8. Jadi... mending ditulis di buku yak?
    Kalo di blog... bukanya tergantung listrik ama sinyal dooong :D

    BalasHapus
  9. Sangat Inspiratif ceritanya... :)
    BLognya juga full Motivasi... :)
    Hadir perdana di mari, bawa oleh2 MP3 Kisah Inspiratif Bag. XV, reviewnya ditunggu Sob... Thanks,

    BalasHapus
  10. wowww keren...

    dari kecil aku sudah sering nulis diary atau pengalaman yang aku alami..
    kalo di baca lagi itu biasanya senyum2 sendiri, bernostalgia gitu.. hehe

    BalasHapus
  11. hmmm.., benar jg sob..., emank hrs ada momen2 dimana hrs 'dihitam putihkan' cz tdk semua kenangan itu akan terekam scr detail olh otak.

    sebenarx dr dlu jg pengen jd penulis tp liat aja nantilah.. *smile

    Selamat berakhir pekan ya..

    BalasHapus
  12. aku juga sering nulis di buku kalo abis ngapain gitu yang bisa di kenang, kalo ngebaca suka bikin senyum2 ngingetnya :D

    BalasHapus
  13. beruntungnya saya yang senang menulis..jadi kenangan ga pernah ilang :)

    BalasHapus
  14. Sering nulis sih,, tapi selalu kejadian-kejadian gagal yang gue tulis...:D

    BalasHapus
  15. inilah yang disebut sejarah dan fungsi waktu.. sebuah fungsi/persamaan yang tidak memiliki garis mundur..

    saya bahkan ingin mulai mengoleksi wajah saya terbingkai dalam foto.. :)

    BalasHapus
  16. Menulis yaa....aku lebih suka menulis daripada harus bercerita karena dg menulis kita bisa bercerita sepuas kita. Cerita yg tertuang dalam tulisan lebih bermakna daripada hanya sebuah cerita.

    BalasHapus
  17. Thanks Ayaaa... Aku ngerti. Hehe^_^

    BalasHapus
  18. iya ya, tulisan bisa bikin kenangan ternyata... tapi itu dia, malesnya kadang ga ketulunga. beda ma cewe kali ya,...

    BalasHapus
  19. setiap masa yang pernah kita lewati adalah kenangan. Entah kenangan indah atau kenangan suram. Tapi biarlah semua hanya tinggal kenangan, rasa yang dulu pernah ada biarlah menjadi hambar.

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)