April 05, 2013

Dua sisi rumah gambaran kehidupan

Suara jangkrik sudah mendominasi malam. Dingin mulai menelisik masuk ke sela-sela daun pintu yang sudah usang. Ada celah-celah bolong di badannya, mungkin karena sering disirami terpaan hujan.

Dua rumah berdampingan, masih terdengar adanya kehidupan dari balik pintunya. 

Di balik pintu yang pertama terdengar suara parau ibu menahan kantuk, ia sedang hamil tua. Mungkin kelelahan sehingga ia ingin tidur lebih awal. Sebelumnya ia memastikan anaknya sudah tidur atau belum. Ia menyuruh anaknya yang masih asyik nonton televisi untuk segera tidur berselimutkan malam yang larut. Sang anak pun menurut dan lekas menuju pembaringan di sisi ibunya. Sedangkan suaminya sudah lelap semenjak pulang kerja tadi.


Di rumah satunya terdengar langkah pelan seorang ayah yang akan dinas malam, ia menutup pintu dengan sangat hati-hati takut sang anak dan istinya terbangun. Kemudian lekas menuju tempatnya bertugas. Udara malam benar-benar sedang tidak bersahabat. Berapa kali ia harus mengeluarkan dahak batuk karena kedinginan.

Dua rumah itu merupakan gambaran rutinitas kehidupan, ada yang terlelap ketika orang lain harus terbangun. Ada yang terbangun ketika keluarganya sudah terlelap. Mungkin di esok hari pun akan terdengar suara bayi yang baru lahir, dan suara kematian di sisi lainnya. Siapa yang tahu kalau selalu ada dua sisi yang terus berputar, terus bertukar posisi.

postingan sebelumnya [Cerpen] : Dua kisah yang lebih sering kita tidak pedulikan

22 komentar:

  1. segala sesuatu selalu ada padanannya. Allah SWT saja menciptakan laki2 dan perempuan berpasang2an. langit dan bumi. siang dan malam. ahak ahak ahak

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak annesya dan bang uzay.
      ups.

      Hapus
    2. aaaamiiin...ayo segera saja diresmikan, biar saya dan kang zach jadi pager bagusnya

      Hapus
    3. saya jadi penerima tamunya + jukir...xixixixi

      Hapus
    4. Kalau begitu saya menawarkan diri jadi pagar ayunya ^^

      Hapus
  2. selalu ada 2 sisi, sepasang :)
    huhuhu, suka nggak nyadarin hal itu

    BalasHapus
  3. Bikin cerita banyak, pasti menguras tenaga nyooo~
    Etapi menurutku, lebih greget cerita sebelumnya: coz intinya ngena banget. "Apa yg kita anggap remeh, mungkin malah sangat berarti bagi orang lain."
    jleb... jleb... jleb...

    BalasHapus
  4. Waktu memang berputar ,manusia sibuk dengan kegiatan dan routinitasnya masing-masing demi mencari rezeki.

    BalasHapus
  5. klw cerita ini sering saya jumpai mas, maklum lah...namanya jg hidup di desa. klw di perkotaan yg terdengar suara klakson mobil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang di desa nggak ada suara klakson mobil?

      ada kaleee...:P

      Hapus
  6. Jangankan kehidupan manusia yg terus berputar, malaikat penjaga manusia pun diberlakukan shift. Di pagi dan malam hari. ;-)

    BalasHapus
  7. saya selalu percaya bahwa hidup selalu bersetelahan. ehm.. pun demikian dengan aktifitas, selalu beradu padan.

    BalasHapus
  8. Yah, saya ketinggalan cerita awal. Jadi kurang ngeh dikit. Btw, itu bikin garis pemisah sidebar gimana yak? :O

    BalasHapus
    Balasan
    1. ambil penggaris dan spidol, buatlah garis horizantal di layar monitornya...warna bisa disesuaikan sendiri...;o)

      #cling menghilang

      Hapus
    2. jangan lupa kasih gambar kupu-kupu..xixixi

      *clung terbang

      Hapus
  9. dan selalu kita pedulikan, saat mau mati, biasa'a :)
    hal kecil yg besar dampak'a kadang terbuang percuma :(

    BalasHapus
  10. yap.
    di atas bumi memangs erba berpasangan atau berkebalikan.
    ada hitam ada putih.
    ada laper ada kenyang.

    #lah itu kemana perginya

    BalasHapus
  11. Balasan
    1. ko' nggak pakai hormat?

      Hapus
  12. ijin berkunjung ajah sob, kunjungan perdana nih :D, salam kenal Yyh

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)