April 18, 2013

LAWAN PELECEHAN SEKSUAL - JANGAN MEPET-MEPET YA!


Kalau menilik judul artikel di atas miris sekali bukan? sejenak menelan ludah dari kondisi zaman yang semakin melambung modern, tapi sayangnya tidak dilandasi dengan kokohnya benteng diri, perilaku sikap terpuji dari segelintir penghuninya. Mirisnya yang tadinya segelintir itu semakin hari bukannya semakin punah tapi semakin merebak bagai benalu yang merambat terus di pohon induknya. Kehilangan rasa malu, rasa takut dan rasa hormat. Siapa lagi kalau bukan kaum perempuan yang lebih banyak menjadi korban nafsu-nafsu kebinatangan yang liar itu. PELECEHAN SEKSUAL menjadi sorotan media di mana-mana.

Semakin bervariasi saja modusnya, perihal latar belakang kejadiannya, srategis tempat berlangsungnya. Dan segala macam alasan, keprihatinan, amarah, caci maki dan tak ketinggalan yang dirundung malu karena dirugikan. Tersimpul senyum yang masih merasa aman dan diuntungkan dari sifat yang selalu dia pelihara. Kebiasaan buruk si pelaku yang menjadi sensasi tersendiri baginya. Atau mungkin sudah menjadi kebanggan? terlalu.

Sayangnya kaum yang selalu menjadi korban PELECEHAN SEKSUAL, yang menjadi target utama virus aib ini sekaligus menjadi kambing hitam dari berbagai pihak. Dengan dalih yang... ah semua orang sudah hafal. Bukan itu yang menjadi point penting dari rangkaian tulisan ini, kalau hanya mencari kambing hitam, siapa yang lebih salah, dengan dalih siapa suruh perempuannya begini begitu, argument-argument basi dari orang-orang yang hanya bisa mengkritik, mudah sekali bukan? seperti ee burung yang mendarat mulus di jidat si penggerutu, hanya menambah risih, menambah jengkel hati sedangkan burungnya terbang tanpa peduli. Kasihan.

Bagaimanapun mulianya sebuah kepedulian, alangkah manisnya kalau tindakan itu dilakukan beramai-ramai. saling intropeksi diri, saling berbenah dari perilaku-perilaku yang masih buruk, saling menasehati dengan kata-kata penggugah untuk berubah menjadi lebih baik. Saling menjaga kehormatan diri dan orang lain. Kembali memahami bagaimana seharusnya pergaulan di antara lawan jenis yang bukan muhrimnya. Jangan mepet-mepet. Kalau semuanya sudah peduli, saling memahami, dan mau berubah alangkah manis bukan pemandangan itu?

Ya, merubah sesuatu yang buruk, sudah menjadi tabiat yang berkerak tidak mudah. Tidak cepat. Tapi aduhai, tidak akan merugi orang yang mau memulainya dari diri sendiri. Tidak akan merugi orang yang masih mau merubah dari hal kecil. Tidak akan tertukar sebuah kebaikan kecil dengan kegagalan-kegagalan yang lebih besar. Bukankah kebaikan itu sendiri akan selalu diikuti kebaikan berikutnya, sepanjang kita mau mempercayainya, sepanjang kita masih mau berusaha. Sepanjang masih ada yang peduli menerapkannya.

Pada akhirnya sepanjang apapun tulisan ini, seberapa sering saya sendiri membaca ulang. Tidak banyak berguna kalau kita masih lebih sering menyalahkan kejadian tanpa mau belajar dari kesalahan. Tidak banyak berguna kalau hanya berakhir keluhan prihatin (merasa percuma) tanpa berbuat perbaikan. Mari mulai dari memperbaiki laku dan saling menjaga kehormatan diri. Bergegas!


LAWAN PELECEHAN SEKSUAL dengan MEMPERBAIKI LAKU. 

JANGAN MEPET-MEPET ya!

postingan sebelumnya [Katalog Kata] : merasa tidak pantas

37 komentar:

  1. nah ini saya suka banget,bagus nih dibaca sama2 anak2 pelajar.
    Jaman sudah modern tapi akhlak nya semakin hari makin merosot. kayak kembali ke jaman jahiliyah...bener kan mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya masih lebih baik zaman jahiliah masih ada yang mau benar-benar amar ma'ruf nahi munkar dan masih tegas akan hukum.

      Hapus
  2. Seandainya pemerintah dan semua masyarakat mau membenah membasmi pelaku pelkau hal-hal yang merusak seperti salah satunya pelecehan seksual, Insya Allah persoalan ini akan tunta....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya kembali menata iman dan rasa takut mas/

      Hapus
  3. jangan mepet-mepet ntar kepelet disantet hehe

    BalasHapus
  4. Cak yang melalukan pelecehan sekesual itu hukumnya dicambuk.. Besar kemungkinannya, ga ada yang berani lagi.. Hehehee.. ˆ⌣ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya belum ada yang seperti itu, di rajam tepatnya.

      Hapus
  5. Semoga kita selalu dijauhkan dari hal-hal biadab seperti pelecehan seksual ini.... mawas diri aja dech buat semuanya...

    BalasHapus
  6. Moga kasus beginian bisa ditekan semaksimal mungkin. Kalo bisa dikasih kesadaran deh semua pihak biar ngga ada lagi hal2 negatif bertebaran dalam kehidupan sosial di negara ini... semua jadi merasa nyaman, aman, and tentram dalam jalanin kegiatannya sehari2... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya bakalan nyaman banget kalau itu udah benar benar terwujud, semoga gerakan ini memberi pemahaman baru untuk yang mau membacanya. Untuk yang peduli.

      Hapus
  7. aaaaak kayanya lama banget nggak nongkrong kesini :3

    btw, bener ya bang, intinya kita harus sama-sama peduli, harus memperbaiki diri juga. tema kali ini serem ih, na'udzubillah

    BalasHapus
  8. setujuuu ;p

    anehnya, kok yang ngelakuin hal itu banyak yang di bilang gak normal ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa sih Sa? masih ga ngerti apa yang kamu maksud.

      Hapus
    2. oooh yang ga suka mepet-mepet maksudnya yang ga normal? begitulah dunia lebih banyak kebalik baliknya.

      Hapus
    3. ne ne ne ne, mungkin maksudnya: yang suka mepet-mepet itu orang yg (biasanya) nggak normal.

      Menurutku betul juga itu. Mereka yg tahu adab pasti nggak akan melakukan sexual harassment.

      Hapus
  9. hiy, emang sih. tapi kalau mau kembali ke aturan yang dianjurkan seperti menutup aurat dan berhijab yang benar. bisa dikurangi angka seperti ini.
    kalau menurut ane cara paling capcus untuk menghindari ini, adalah meminta pertolongan dan perlindungan sama yang nyiptain perlindungan sama pertolongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ada perbaikan untuk generasi kedepannya, meskipun selalu saja dada ini rasanya miris melihat generasi sekarang dengan teknologi yang semakin canggih tapi akhlak semakin merosot. Tuh kan lagi-lagi manusia hanya bisa menyalahkan. Tobat tobat./

      Hapus
  10. ...dengan dalih bhw sexual harassment itu terjadi gara2 salah mereka sendiri? Waduh padahal aku tadi pengen komen itu.

    Tapi bukannya bener ya? Rata-rata yg kena sexual harrasment itu, wanita2 yang sekseih. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitu sih memang, tapi sayangnya untuk merubah sesuatu kita nggak bisa hanya mengandalkan siapa yang paling patut disalahkan.

      Hapus
  11. iya seharusnya tidak perlu menyalahkan orang lain. cukup membenahi diri,.
    agar bisa saling menghargai satu sama lain ..

    BalasHapus
  12. iya Bang Uz.
    selamanya juga bakalan terjadi dan bakalan jadi obyek pemberitaan di media massa, lalu talkshow di televisi pula ikutan.
    percuma saja jika katalis masih saja ada di lapangan. OK sepakat, mari kita semakin berefleksi, saling mengingatkan dan menghindarkan sebelum pemberitaan makin marak menjengkelkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu yang membuat kita selalu mengelus dada ya...

      Hapus
  13. Gue juga miris! Sangking mirisnya karna yg sering dilecehin kan cewek, akhirnya gue teriak, "woi! Beraninya ama cewek! Coba kalo berani lecehin gue!"

    *itupun gue yakin gak ada yg mau.

    BalasHapus
  14. gak penting nyari siapa yang salah, yang penting adalah gimana supaya kasus ini jangan sampe kejadian lagi :D

    BalasHapus
  15. naaahh naaahh bener bener... tapi kadang ada aja yang pengen banget mepet padahal udah jauh jauuuuuh -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya begitulah ada saja yang begitu memang.,

      Hapus
  16. seandainya semua orang sadar, surga banget dunia ini. gak perlu takut-takut pergi ke tempat ramai apalagi angkutan umum yang sekarang udah sering dijadiin tempat memenuhi rasa "penasaran".

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)