Wahai hati,
kapan terakhir kali kau bertanya pada dirimu sendiri:
"Apa kabar imanmu hari ini?"
Dengarlah,
saat adzan Subuh mengetuk pintu langit,
kau masih tertidur dalam buaian lalai.
Malam yang seharusnya jadi saksi bisumu bermunajat,
kini hanya jadi cerita yang tak sempat terjadi.
Kau berlari ke masjid, napas tersengal.
Tapi iqamah sudah selesai, saf sudah rapat.
Dua rakaat sebelum fajar yang nilainya lebih dari dunia,
hanya jadi rindu yang menggantung.
Siang datang, kau ajak teman makan.
Mereka tersenyum, "Maaf, aku puasa sunnah."
Sementara kau lupa hari, lupa hitungan, lupa tujuan. "Oh, kirain ini hari selasa."
Mereka bertadarus menggenapi satu juz,
kau menggenapi obrolan yang tak ada ujungnya.
Jumat datang dan pergi, tanpa Al-Kahfi.
Hari berlalu, tanpa shalawat yang menemani.
Lalu kau menatap mereka yang bersemangat menambah bekal,
dan bertanya: apa yang membuat kita berbeda?
Padahal waktu kita sama.
24 jam, tak lebih, tak kurang.
Yang berbeda hanyalah keberkahan yang kita minta,
dan rasa manis yang kita cari saat sujud.
Kamu tidak menjaga dengan baik hubunganmu dengan Allah.
Maka sering-seringlah bertanya, diri.
Sebelum jauh tertinggal,
sebelum waktu yang kau sia-siakan
menjadi penyesalan yang tak bisa diulang.
Terus menua.
Dan bekalmu tidak ada apa-apanya.
@azurazie_


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)