Mei 26, 2026

MAHAL HARGANYA

Mudah saja bagimu melangkahkan kaki keluar rumah untuk mencari nafkah hari ini. Bahkan, kamu masih sempat menunaikan shalat Dhuha dua rakaat sebelumnya.

Mudah saja bagimu menikmati sarapan pagi dengan makanan yang sehat, baik, dan halal. Minumannya pun kamu dapatkan gratis dari rekan kerja yang kelebihan membeli. Murah dan hemat.

Mudah saja bagimu menyelesaikan segala urusan tanpa butuh tenaga ekstra. Tanpa perlu waktu lama. Tanpa butuh bantuan orang lain. Segalanya terasa ringan, menyenangkan, dan membuahkan hasil sesuai harapan.

Dan ketika kamu menikmati semua itu sambil mengucap "Alhamdulillah", ada satu hal yang kamu sadari:

Segalanya terasa mudah dan murah ketika dinikmati. Padahal sejatinya, semua itu mahal tak ternilai harganya.

Mahal, karena Allah-lah yang mengizinkan kemudahan itu datang. Allah yang memudahkan kita untuk beribadah. Allah yang memberi hidayah untuk tetap mendirikan shalat di waktu-waktunya, lalu berdoa setelahnya.

Allah yang memudahkan kita menikmati makanan dengan raga yang sehat—tanpa terganggu indera pengecap, tanpa kehilangan selera makan. Allah juga yang mengingatkan kita agar selalu mengawali dan mengakhiri dengan doa, dengan tangan kanan, dan dengan posisi duduk yang baik.

Mudah dan sesederhana itu, tapi sebenarnya mahal harganya.

@azurazie_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)