Mei 22, 2026

LUPUT DALAM PERHATIAN

Sungguh, tidak ada yang luput dari perhatian-Mu. Baik perhatian-perhatian yang aku sadari sepenuhnya, maupun perhatian yang sama sekali luput aku ingat, bila tidak dibarengi dengan rasa syukur yang dalam-dalam atau perhatian dalam bentuk ibrah yang tiba-tiba Engkau ingatkan dalam sebuah peristiwa.

Tentang perhatian bagaimana aku bisa tumbuh sejauh ini. Bagaimana aku mampu mencukupi apa-apa yang aku butuh dengan kemampuanku sendiri. Setelah usahaku sendiri. Perhatian-Mu untuk takaran rezeki yang tak akan tertukar. Bagaimana aku merasa aman di kala sendirian di tempat asing, atau merasa nyaman di rumah sendiri. Bagaimana aku lapang dalam beribadah. Bagaimana Engkau memberikan kemudahan-kemudahan dan kebaikan-kebaikan. Itulah sebagian kecil dari perhatian-perhatian-Mu yang bisa aku sadari sepenuhnya.

Maka, aku selalu berusaha untuk bersyukur dengan sebaik-baiknya rasa syukur.

Masya Allah.

Hadza min fadli Rabbi.

Pun demikian, perhatian-perhatian yang sama sekali aku tidak bisa sadari, karena memang keterbatasan kemampuan. Bagaimana Engkau membentuk sistem yang begitu sempurna untuk menopang hidupnya tubuh ini. Tentang jantungku yang berdetak 100.000x sehari tanpa jeda untuk istirahat. Tentang miliaran sel di tubuhku yang mati dan lahir lagi di tiap detiknya. Tentang sistem imun yang memerangi virus dan bakteri jahat, meski aku sedang tidur nyenyak. Tentang kapan waktu yang tepat untukku bersin. Tentang oksigen yang bebas berlalu lalang masuk ke dalam hidung sampai ke paru-paru. Dan tentang lain-lain yang aku sama sekali luput untuk mengetahui bagaimana kinerjanya. Betapa Engkau Maha Baik memberi perhatian itu.

Allahu Akbar. 

Maka, aku berlipat-lipat jauh lebih bersyukur untuk nikmat sehat dan afiat itu.

Dan tentang pengawasan-Mu dalam melihat tindak tandukku dalam berbuat dosa. Sungguh aku malu, lebih sering luput dan pura-pura lupa, kalau Engkau pun mengawasinya.

Astaghfirullah.


@azurazie_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)