Maret 25, 2012

Sang Putri, Pangeran Berkuda, & Dua Kurcaci Sarung Part 4

Sebelumnya :

Parangtritis, Jogjakarta 

Sesuai rencana dari dua bulan yang lalu, akhirnya Zihny pun ikut , mengiyakan ajakan Funy, untuk ikut Pak Denya, ke Jogjakarta, kebetulan daerah yang dituju, tempat dinas Pak Denya Funy, adalah daerah kampung kelahiran Juni, Parangtritis, dan rencana hanya tiga hari disana. di hari yang kedua, Funy minta izin ke Pak Denya untuk sekedar jalan-jalan sebelum kembali ke Bandung, tentunya untuk menemui Salah satu Sahabatnya itu, siapa lagi kalau bukan Juni, sang Pangeran berkuda. 

" Zihny, ayo !! " ajak Funy semangat setelah mendapatkan Izin. 

" Kemana Fun?? " tanya Zihny, terdengar tidak terlalu antusias, sedang asyik membaca sebuah binder milik Funy. 

 " Ketemu Juni?? " tanya Zihny, tampak ragu, seketika hati Zihny bergetar, sedikit kaget mendengar nama itu, ya nama yang sangat ia rindukan. 

" Iya siapa lagi??, bukankah itu tujuan loe ikut gw kesini??, ayolaaaaaah, katanya loe kangen sama dia ??”  Funy berhasil membuat Zihny keki, " Ciee yang mau ketemu pangeran berkudanya, uhuk uhuk!! " sang putri itu sudah mulai terlihat memerah mukanya, yang diajak hanya gigit-gigit mulutnya sendiri, dan ikut melangkah pasrah. 

" Ah kamu apa sih Fun!!, oia kamu kan udah janji tuh mau nyeritain tentang, eheem, siapa teh itu penulis aku lupa namanya ?? " Zihny coba mengalihkan topik pembicaraan. 

" Oh Daka, maksud loe ?? " Tiba-tiba Funy jadi agak sedikit bethe dengar pertanyaan itu. 

" Iyaaaah si Daka, Daka itu, kamu belum ceritain dia Fun. hehe.. " 

" Entahlah, orang itu ngga jelas, sok misterius kadang adaaaa kadang ilang, sama kaya si Basith, kurcaci jelek satu itu, hmph.. " Funy sebel sendiri kalau lagi inget Daka dan Basith,.

Belakangan ini, mereka berdua memang kadang ada kadang hilang entah kemana, Funy merasa jadi seperti ada yang kurang dalam kesehariannya, yang biasanya setelah pulang dari kampus, selalu semangat, langsung cek blog, cek email atau sekedar lihat notif facebook. Tapi akhir-akhir ini, yang ia selalu nanti tidak pernah ada, memang terdengar egois sih, siapa tau memang  keduanya sedang sibuk didunia nyata, dan bukankah Daka itu juga bukan siapa-siapa buat Funy, hanya teman ngobrol, chatting, diskusi, disela-sela kesibukan kampusnya sebagai Mahasiswi,  tapi tetep aja berhasil membuat Funy bethe, terlebih Basith yang ikut-ikut menghilang. Dan tidak bisa dipungkiri, Funy merindukan kehadiran mereka, meski dibatasi dunia maya. 

“ Loh kok gitu ?? ckckck, nah loh kok Funy jadi cemberut muhehehe... “ ledek Zihny “ memang kadang rindu itu datang begitu menyakitkan ya Fun.. “ gleeg, Zihny menelan ludahnya sendiri, tentu pernyataan terakhir, hanya hatinya yang bisa mendengar. Dan Zihny tau persis bagaimana perasaan itu. Perasaan yang kadang datang menyenangkan, tapi begitu pahit saat dirasa, saat harapan bertemu, hanya sebatas ilusi, sebatas hayal yang sulit untuk di gapai. Suatu kenyataan, memang dirinya bodoh, menantikan harapan kosong, tapi memang salah kah jika Zihny sedang menikmati sendiri penantian itu??, 

“ Udah ah cukup, jangan bahas dia lagi, kalau mau tau tentang si penulis misterius itu, lo lanjutin aja baca binder gw, ada beberapa tulisan tuh, karya dia, yang gw kumpulin dari chating.. “ lalu Funy terlihat sibuk dengan ponselnya, untuk memastikan jalan yang dituju memang arah yang benar. 

“ Iyeee, maaaf,  jangan manyun gitu dong, hehe.. kamu rajin banget ya, sampe disalin, rapi banget lagi, ckckck.. tadi sebagian emang udah aku baca, emang keren yah tulisannya, bener – bener berbakat untuk seorang penulis, tapi karya Basith juga ngga kalah loh Fun.. 

“ Apaaan si kurcaci jelek itu mah kebanyakan nulis yang ujungnya ngebulli gw.. argggh.. “ memang sih Funy kadang senyum-senyum sendiri, kalau lagi inget tulisan Basith. Meskipun setelah bacanya selalu kepingin jitak kepala si kurcaci, pasangannya itu. 

“ Yee, tapi kamu suka kaaaan, meskipun judulnya bully, romantis tau eaaaaa... “ ledek Zihny lagi. 

“ Zihnyyyyyyyyyyyyyy arrrrrrgh... “

“ Muhahahaha, puk puk Funy * pake sarung Basith, eaaaaa..” 

Aww!!..

Satu jitakan mendarat mulus dikepala Zihny. 

“ Nah tuh dia pangeran lo, keliatan juga tampang culunnya, eh tapi dia ama siapa yah?? Kok sama cewe.. ?? “ sambil senggol lengan Zihny, dari jarak yang masih lumayan jauh, Funy melihat Juni datang dari arah berlawanan, bersama seseorang yang belum sama sekali Funy kenal. 

“ Eh, apa?? Manaaaa?? Siapa?? “ lalu tertunduk lagi, ada perasaan gugup, saat hendak bertemu dengan seseorang yang selama ini selalu membuat dirinya gelisah, bahkan cemburu kalau teringat satu nama yang Juni pernah sebut diakhir teleponnya. 

“ Yailaaaaah, biasa aja kali jangan grogi gitu, kaya mau ketemu siapa aja ih, hahaha... “ gantian Funy yang ledek Zihny.
******
Freiberg, Sachsen, Germany 

Dibelahan bumi yang lain, Basith sudah mulai lebih fokus menyelesaikan draf-draf tulisannya, dirinya semakin bersemangat, terlebih setelah kurang lebih sebulan yang lalu, dirinya memutuskan untuk ikut gabung, dalam salah satu komunitas penulis muda, didunia maya, yang berisi kumpulan-kumpulan Penulis muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Nah, dari komunitas itu dia kenal dan semakin akrab dengan seseorang yang memiliki nama pena Pramadya, hingga pada satu hari sepakat untuk coba membuat sebuah cerpen kompilasi berdua. 

“ Mas Pramadya, cerpenku sudah selesai nih, coba kamu periksa dan koreksi ya, ditunggu kritik dan sarannya hehe.. “

“ Oke-oke segera aku baca ya Basith, tapi sepertinya cerpen lanjutannya agak lama nih, biasa lagi ada kesibukan didunia nyata, hehe, btw jangan panggil Mas ah, kita sepertinya seumuran deh, apa mungkin kamu justru lebih tua, hehe.. “

“ Hehe... oke deh Pramadya, kabarin aja kalau lanjutan darimu sudah rampung yoo, mau off dulu, aku mau ke kampus thanks.. “

“ Okey Shit.. “

Suatu saat nanti, aku tak hanya menjadi seorang pembaca, karena aku akan menjadi penulis apa yang mereka baca..  

“ Funy, Juni dan Zihny doain aku yah, cerita persahabatan kita diserial Sang Putri, Pangeran Berkuda, dan Dua Kurcaci sarung, udah masuk bagian editor loh, hasilnya secepatnya aku kabarin kalian.. “ dengan semangat menggebu, Basith melangkah ke kampus. “ Aaah jadi Kangen dengan kalian -_- “ 

Memang satu bulan ini, Basith sedang benar-benar Fokus dengan dunia nyatanya, hampir tidak ada waktu untuk sekedar menyapa Sahabat-sahabatnya di Indonesia, terlebih cuaca di negeri yang dia tumpangi kini, sedang tidak menentu, mungkin sebentar lagi ada pergantian musim. 

“ Malam ini pokoknya harus sempetin waktu, udah lama ngga denger kabar Funy dan lainnya di Negeriku Indonesia, apa kabarnya kah kalian?? Hmph “

******

“ Heeeei, kalian udah lama nunggu yah?? Hehe.. maaf - maaf.. “ Juni menghampiri Funy dan Zihny. 

“ Aah basa basi loh udah basi banget Jun, gw udah lumutan tauu, eh ngga juga ding, baru nyampe juga hehe.. “ lalu Funy melirik Zihny yang terlihat masih gerogi “ Jiaaaaaah, ini si Zihny, lagi ngga ada ditanyain terus, giliran ada orangnya didepan mata, kaya ayam nguyung, dasaaaar !! “ ledek Funy jail, yang diledekin cuma lempar senyum, 

“ Halooow Putri, kamu apa kabaaar?? “ Juni menghampiri Zihny.

 “ Cieeeeeee, sekarang aku kamu toh bahasanya.. uhuk-uhuk... “ lagi-lagi Funy usil. Seketika Funy dapet cubitan dari Zihny, yang merasa risih. 

“ Baik Jun, kamu apa kabar disini ?? “ suara Zihny pun keluar setelah lama terdiam, lalu memperhatikan cewe yang datang bersama Juni. Yang di perhatiin hanya melempar senyum ramah. 

“ Aku baik, oia, hampir lupa gw, kenalin nih, Osi, sepupu gw disini.. “

“ Halooo, aku Osi, selamat datang di Jogja yah, ini pasti Zihny si sang Putri itu, yang sering bikin galau Juni, upz.. hehe... “ Osi memperkenalkan dirinya, dan berjabat tangan dengan Zihny dan Funy. 

“ Hehe Osi bisa aja nih, salam kenal juga yah.. “ balas Zihny ngga kalah ramah. 

“ Iya, beneran Zihny, Juni juga kemarin-kemarin ngaku kangen berat katanya tuh, iya kan Mas?? Eaaaa “

“ Asyiiiiiiik, uhuk-uhuk eaaaaa... “ Funy ikut memanas manasi. 

“ Upz, jangan bongkar kartu disini dong Osiiiiiii... “ Juni keki “ Udah ngobrolnya dilanjutin dirumah aja yuk, sambil kita makan-makan... “ ajak Juni.

Zihny hanya tertunduk, takut wajahnya yang semakin memerah diketahui sahabat-sahabatnya itu, ada sedikit rasa geer dihatinya, tapi apa mungkin Pangeran berkudanya itu bener-bener kangen juga sama dirinya??, bukan kah selama ini Juni itu cuek?? “ Ayoo Zihny jangan mikir macem-macem.. “ Zihny sedikit melamun.

******

Selepas Magrib, ketiga sahabat itu berkumpul dibawah sinar rembulan, yang malam ini seperti tampak lebih awal. Bersenda gurau, melepas kerinduan, sambil menikmati secangkir teh, dan beberapa kaleng cemilan yang disediakan Osi, seperti yang sudah – sudah, Zihny lebih banyak diam, baginya, setidaknya hari ini, perasaan sakit menahan rindu itu sedikit terobati melihat senda gurau Juni dan Funy yang saling ledek-ledekan. Dan mungkin esok hari saja, suasana hari ini kembali sirna terhalang jarak, dan kesibukan masing-masing.

Berbeda dengan Funy, masih ada sela yang kurang dari riang canda ini, iya, mungkin semua akan lebih indah, jika disini juga ada Basith, entah kapan rindu Funy akan tertebus, seperti halnya yang sedang dirasakan Zihny saat ini. 

“ Cieee, kayanya ada yang lagi kangen sama pasangan kurcacinya nih, uhuk – uhuk!! “ ledek Juni ketika melihat Funy mulai agak murung dan diam. 

“ Eh, apa sih loe, udah sana ajak ngobrol Putri loe gih, besok udah pisah lagi juga!! “ lalu berdiri melangkah kedalam rumah Juni. 

“ Eh, loe mau kemana Fun??, becanda kali jangan ngambek gitu ah.. aduuuuh “ Juni heran, sahabatnya satu itu, tumben ngga bisa diajak becanda kali ini. 

“ Gw mau ngambil leppi gw bentar.. “ Funy melewati Zihny dan Osi lagi asyik ngobrol, sepertinya mereka sudah mulai akrab.
******
“ Funy sedang apa yah, udah tidur belum yah, online ah, udah lama ngga denger kabar dia!! “ Sehabis pulang dari kampus, Basith langsung ON, sambil meneruskan membuat kata sapaan untuk Novel pertamanya. Pucuk di cinta Funy pun tiba, keduanya mulai chat, jarak yang jauh pun, menjadi terasa dekat di dinding maya.

Hai Fun Pa kabar?? belum istirahat kamu??

Tumben inget gw loe??

Jiahaha, kok gitu Fun?? ya inget lah.. masa lupa sih..

Gw lagi kumpul sama anak-anak, lagi di jogja nih, dirumah Juni.. cuma loe aja yang ngga ada..

Nah lhoo kamu kangen ya sama Basith?? hehehe... Pa kabar yang lain Fun??

Ini orang udah nyebelin, pede lagi ya ckckck, semua bae, yang jelas ngga sombong kaya loe XD

Jleeeb!! maaf deh maaf, oia ada kabar baik nih, tulisan aku yang pertama tentang persahabatan kita, bentar lagi dicetak loh.. udah diterima sama salah satu penerbit hehe meskipun baru penerbit minor.

Serius?? waaaah, selamat ya, pasti yang lain seneng dapet kabar ini, jangan lupa dikirim ke Indonesia..

Iyalah pasti, nanti aku kirim, kalian yang harus jadi pembaca pertama, salam sama yang lain yah Fun, bilang terima kasih sama Zihny, gambarnya ilustrasinya aku jadiin cover. udah dulu Fun.. miss u.. OFFLINE

“ Hmph, miss u too, selalu aja gitu datang dan pergi sesukamu lah Basith “ Funy pun langsung memberitahukan Sahabat yang lain, tentang berita gembira yang baru ia dengar.

******
“ Wah jadi juga anak itu jadi penulis hehe... gw bangga sama loe Basith, “ Tanggapan Juni setelah mendengar cerita dari Funy. 

“ Tuh kan apa aku bilang, Fun, Basith juga jago ngga kalah sama Daka hahaha... “ Zihny ngga mau kalah kasih komentar. 

“ Akhirnya bentar lagi, cerita Sang Putri, Pangeran Berkuda dan Dua Kurcaci Sarung bakalan mendunia hahaha... “ kata Juni lagi.

 “ Iyeee, iyeeee, udah yu ah, kita istirahat, besok harus berangkat pagi-pagi kata Pak De.. “ Funy melirik jam sudah hampir tengah malam. Tiba-tiba binder yang sedari tadi dibawa-bawa jatuh, dan di pungut oleh Osi, sekilas Osi melihat salah satu kalimat dari kertas yang terurai, berserakan dilantai. 

“ Waah tulisan-tulisan kamu keren Fun, tapi seolah-olah aku pernah ngebacanya deh, rada-rada mirip kata-katanya hehe.. tapi baca dimana yah.. “ Osi selesai merapihkan binder itu, lalu menyerahkan kembali ke Funy. 

“ Oh itu, bukan tulisan gw Osi, itu tulisan Daka, dia emang jago banget nulis .. “ Funy menjelaskan. 

“ Haha paling si Osi, lagi keingetan Rizky, mantannya hehe.. “  Juni tetep aja jail. 

“ Uuh, udah deh Mas, jangan ngeledekin dia, Rizky kan cuma masa lalu.. “ Osi cemberut. 

“ Masa lalu yang selalu ada dihati, uhuk-uhuk... “ ledek Juni lagi belum puas. 

“ Eciiiiiiiiiiieeeee cieeeeeeee.... “ Funy dan Zihny berbarengan. 

“ Hahaha.... “ semuanya tertawa riang, menutup pertemuan hari itu. Dan Osi seolah merasakan dejavu, berpikir keras tulisan itu pernah dibacanya dimana. 

******

Gimana kelanjutan Persahabatan mereka yang lagi-lagi terpisah jarak ?? ditunggu yah hehe...


64 komentar:

  1. aduhhh ..
    kepincut sama tulisannya nii :D
    ayoo .. lanjutannya kapan bang ??
    muhehe ..
    kata2 nya ada yang hampir sama kaya keadaanku sekarang ..
    awawaw
    #terkesima

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah loh, dimana kah yang sama itu Osi?? *mendadak kepo.. hehe..

      Hapus
  2. Dududu~
    Gak ada salah kata kok bang, btw mau sampe part berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmph ngga tau gw juga belum tau pasti berapa part lagi, sepertinya bakalan panjang..

      Hapus
  3. Ceritanya mengalir bang, aku suka :) Disini gak kelihatan konflik yg "negatif" tapi semacam nostalgia yang hangat gitu... Wohooow! Satu lagi, aku gak di-bully hahahaha XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. bangga bener lu ga dibully. pada kenyataannya, aku seneng udah ketemu zihny, ahhhh, jadi sesuatu gimana gitu, soalnya inget cerita-cerita ini. dan pada kenyataannya pula aku merindukan basith #kode

      Hapus
    2. Asyiiiik lagi liat dua kurcaci pacaran #eh..

      Hapus
  4. nah loh.. ngegantung bang bacanya -__- ayoo bang lanjutin lgi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe kapan-kapan yah, kalau udah mood lagi *penonton kecewa XD

      Hapus
    2. jiaahahahaha..kelamaan bang :D
      *nanti aku sambungin ceritanya deh wkwkwkwkwk

      Hapus
    3. Waaaah beneran lho?? ditunggu ye... hehe..

      Hapus
    4. hahaha.. boongan kok bang.. aku ngk jago buat cerpen seperti yg bang uzay bkin gini sma temen2.

      Hapus
    5. Huuuuuuu kecewa T.T kapan-kapan kita bikin cerpen kompilasi juga yuuk XD

      Hapus
    6. ayoo.. boleh juga tuh :) dluan gy bang nentuin ceritanya nnti aku buat balasannya :)

      Hapus
    7. kamu dulu aja, hehe...

      Hapus
    8. hahaha..aku blm pnya judul sma jln crtanya.. monggo dluan gy bang.. ^^

      Hapus
    9. Nah looo jadi senjata makan tuan gini -_________-

      Hapus
    10. hahaha.. ya aku kan ngk trllu mahir buat cerpen yg latarnya gaol gtu..jdi monggo gy nnti aku blsnya.. :)

      Hapus
    11. Kan ngga mesti yang gaol juga nizza =)..

      okelah nanti coba dipikirin lagi cari ilham dulu, hehe..

      Hapus
  5. wah..sukaaa..segera ya lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe... kalau udah mood ya... XD

      Hapus
  6. lanjutin bang!
    Lagi enak nih bacanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu baca yang lain dulu #eh..

      Hapus
  7. Kunjungan malam sobattt
    lanjuuuttt sobattt

    BalasHapus
  8. asik bang bacanya, bener kata Basith, mengalir gitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sik asik dari dunia alien ikut bilang asik, #apa ini

      Hapus
  9. kaya baca kenangan bareng temen,ngaliiir bener kaya aer kali sebelah tuh cuma kalo kali sebelah mah mampet banyak sampahnya << komentar minta digampar,nyambungnya kemana tau.

    BalasHapus
  10. Baca kisahnya yang ini jadi tahu persahabatan kalian sob. Ini jangan-jangan kisah saat membuat novel kisah pengeran berkuda dan kurcacinya sendiri. Sedang bukunya baru tahap mencetak. Bisa lebih seru ceritanya kali yaaa. Secara yang berhasil di cetak penerbit adalah cerita yang bermutu.

    Di tunggu lanjutannya kang uzay :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini fiktip kok, cuma memang pemerannya nyata, persahabatannya juga nyata, tapi cuma di dunia maya, belum pernah bener-bener ketemu, gw cuma coba gabungin cerita cerita mereka yang gw denger dan liat di dunia maya hehe..

      So, buku yang udah ke penerbit juga ngga nyata..

      Hapus
  11. Aku setuju sama komentar bang basith. Ceritanya ngalir:)
    Daka, Rizki sama Pramadya itu orang yang sama tapi beda posisi kan?.-. Haha.
    Seru bang, ayo lanjutin:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah ketauan ya kalau udah tau dan kenal mereka mah hehe..

      Hapus
  12. Weww...liat yang komen pertama, ada nama mereka dicerita, jadii ini kisah nyata ye bang :D *saluuuttt*

    ditunggu lanjutannye ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyata tapi fiktip, fiktip tapi pemeran nyata haha..
      jadi apa yah??

      Hapus
    2. jadi cerita kau dan akuuu.......eaaa :p

      Hapus
    3. Sik asyiiik ditunggu yah cerita kau dan akunya #eaaaaaa...

      Hapus
  13. ๑ˆ⌣ˆ๑ wah.. aku gak bisa koemnt macam2
    ...

    ๑ˆ⌣ˆ๑

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga usah macam-macam, cukup semacam saja hehe..

      Hapus
  14. huaa aku uda baca semuanya.
    baguus, ayo diperpanjang lagi :D

    BalasHapus
  15. *yahhh ketinggalan part*
    *lagi di kampus*

    dibookmark dulu ahh... nanti baca2 lagi...


    hehehe

    *laporan*

    BalasHapus
  16. Aku ketinggalan pesawatt!!!
    Gak tau dimana awal tengah dan akhir cerita ini!!
    Wait waitt ntar aku tuntaskan baca semuanya..
    Sediain kopi ya pak!!
    hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah looh ini kan bukan dipesawat tapi lagi berada di getek #plaaak

      Hapus
  17. Okeee... cita-cita Si Basith hampir kesampaian dan Juni-Zihny udah ketemu, tapi gimana perasaan keduanya?
    Oh iya, Daka dong di bahas, sok misterius ah hahaha...
    Sampai part berapa, Zay? Aku tunggu, ya. Okeee... semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe sengaja dibikin misterius, tapi dicerita ini udah mulai kebuka kok sosok Daka itu siapa XD..

      sepertinya bakalan panjang hehe..

      Hapus
    2. Yey, suka banget deh bikin orang penasaran. Kutuk jadi ayam nih... haghag...

      Okee... semangat menulis, Zay :)

      Hapus
    3. Hahahaha semangat juga yoo, ditunggu karya-karya selanjutnya..

      Hapus
  18. bener2 enak dibaca klo sambil nyemil :D
    ini jdin nopel aj dah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya ajarin gw nulis Ka Ran XD

      Hapus
  19. banyak ketinggalan nih ceritanya aku.. jadi agak bingung heu..
    Basithnya udah jadi penulis.. ditunggu kelanjutan kisahnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo murid yang baik baca ulang semuanya #eaaa...

      Hapus
  20. wah mantap dan asik untuk di baca sobat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau gitu bang =)

      Hapus
  21. wah asik juga di baca tentang kurcaci nya.. Sob

    BalasHapus
  22. salam kenal mas.. kunjungan pertama (followers 57)

    BalasHapus
  23. panggilan buat basith kece amat "Shit" hahahahaha LOL

    Puni disini terlihat lebih 'kewanitaan' halah hahaha

    makin lama makin kece tulisannya :D eh eh saran boleh? :D jangan terlalu banyak koma, pisahin ma titik aja :3

    lanjut gan XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang Funy cowok yak #eh...

      yah bukan orangnya yang kece #apa deh..

      Makanya ajarin kaka...
      oke sarannya di tampung muhehe...

      Hapus
  24. maaf bang baru baca XD gue lagi sibuk di dunia nyata heheh
    btw, lu kok kayak tau sifat gue sih :p apa cuma kebetulan ya hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya kebetulan, emang siapa kamu #eaaaa..

      Hapus
  25. kunjungan perdana dan salam kenal dulu nih sob...
    cerita bersambung yang menarik nih nampaknya... akan balik lagi deh untuk mulai baca dari part 1 dan seterusnya....
    trims dan ijin follow yaaa....

    BalasHapus
  26. hahaha hebat alur ceritanya ngalir, satu satu nanti pada bisa gapai cita-citanya :D
    bagus itu kalo bukunya terbit beneran, langsung masuk list buku yang mesti gue beli muhahaha.
    lanjutan part selanjutnya pasti ada kan bang???

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)