Maret 30, 2012

Pilihanku 3

Cerita sebelumnya :
Jantungku kadang masih saja berdegup kencang, apalagi kalau sedang teringat masa dua minggu yang lalu, yah masa itu rasanya sedetikpun tidak bisa aku lupa, seolah-olah tiap jengkalnya sudah terekam dimemori kenanganku dan selalu ingin aku putar. Saat-saat bersejarah dalam hidupku, yang menjadi jembatan penghubung selanjutnya, hingga waktu akad nikah pun telah ditentukan, masa itu adalah saat meminangmu Kanwa.

Haha kamu tau ngga Kanwa, aku sekarang sedang apa?? Ya apalagi yang bisa aku lakukan selain memandang album buku tahunan semasa SMA kita dulu, aku harap sih dengan melihat dan membaca BUTA itu, rasa rindu yang sedang begitu menyakitkan ini sedikit sirna, memang konyol yah kedengarannya padahal baru genap dua minggu kita tidak diperbolehkan ketemu. Rasanya sudah kangen saja, mungkin aku memang sudah terbiasa dibayangi kegiatan kamu Kanwa, dari mulai setiap seminggu sekali jemput kamu dari kantor atau sekedar hunting makanan yang sering kita lakukan. Bisa dibilang meski itu semua kadang menyita waktu istirahatku, karena aku juga bekerja di tempat yang lumayan jauh, tapi entah kenapa yang ada hubungannya denganmu semua kelelahan itu lenyap seketika. Ya aku senang sekali kalau bisa berada di dekatmu Kanwa yang menjagamu dan berusaha selalu bisa jadi yang kamu andalkan.

Aku buka lembar demi lembar album kenangan dimasa sekolah itu, sekolah yang pertama kali memperkenalkan kita menjadi seorang sahabat, siapa sangka kini persahabatan itu berbuah cinta yang sebentar lagi kita petik manisnya. Haha rasanya aku sudah tidak sabar menantikan hari itu sayang =D. Tau kah kamu teman-teman kita yang mendengar kabar baik ini saja pada kaget, tidak menyangka kita bisa ke jenjang yang lebih serius. Mungkin mereka tau yah sedikit sejarah persahabatan kita yang sering banget gondok-gondokan dulu karena kita sama-sama kepala batu. Tapi nyatanya hal itu juga yang selama ini berhasil membuat kita semakin dekat hehe..

Sampai lembaran yang berisi foto dan coretanmu, aku kembali tersenyum, ya lembaran itu kamu pernah sisipkan lembaran syarat pertama yang kamu pernah ajukan, ketika aku akhirnya meminta kamu bukan sekedar menjadi sahabat, tapi sebagai kekasih. Kamu melarangku untuk tidak pernah berboncengan dengan seorang wanita, siapa pun itu. haha memang aku akui sifat cemburumu itu kadang terlalu berlebihan. tapi karena itu syarat yang kamu pinta, sekalipun aku tidak berani langgar untuk menjaga perasaanmu yang sangat berharga itu.

Sampai dua tahun berjalan kita menjadi sepasang kekasih, sebagai seorang cowok yang dari awal memang selalu serius dengan apa yang udah aku pilih, kamu memang bukan yang pertama yang mengisi hatiku tapi aku ingin kamu adalah yang kedua dan terakhir mengingat aku hanya punya mantan satu. kamu tau aku pilih kamu bukan untuk sekedar main-main Kanwa, tapi untuk masa depanku kelak.

Lalu kamu masih ingat Kanwa, sebuah toples bekas nata decoco yang aku isi, 999 origami berbentuk empat benda warna warni lambang tanggal dan bulan hari jadi kita. serta merupakan bulan dan tanggal yang ditetapkan untuk hari bahagia kita nanti. ada bentuk burung, katak, love, dan baju. ke empat bentuk origami itu aku isi oretan tinta berbagai macam bentuk perasaanku, entah itu suka, duka, rindu, sakit hati, cemburu atau sekedar ingin menulis kata romantis. Ya semua unek-unek tentangmu lah yang aku curahkan didalam origami-origami itu. yang kamu sering bilang itu adalah gombalan, padahal semua kata tentangmu itu mengalir begitu saja, hehe bisa dibilang kamu itu inspirasiku Kanwa dalam berkarya, ya seperti toples berisi origami ini.

Semua tertara rapi dalam toples itu, semakin cantik ketika luarnya dihiasi gambar kupu-kupu kesukaanmu, dan diantara gambar kupu-kupu itu tersimpan sebuah pertanyaan untukmu, yang sungguh aku sangat bergetar saat menulisnya, hmph..

Jika memang kita berjodoh, kamu mau jadi pendampingku Kanwa??

Begitu singkat waktu untukmu membuka dan baca lembaran-lembaran origami itu sampai habis, padahal aku butuh berhari-hari memikirkan konsep dan tulisannya, karena aku ingin membuat yang spesial dan berkesan dihatimu, ah kamu curang kamu justru memberikan syaratmu yang kedua sayang :

“ Ah Kenji, kamu berhasil ngerjain Kanwa, grrrr.. Origami yang sebanyak itu bener-bener Kanwa buka satu-satu karena penasaran sama isinya, eh abis bacanya jadi banjir deh, banjir airmata -_____-,  makasih yah kenji “

“ Lagian rajin banget dibukain satu-satu hehe, terus jawaban pertanyaan yang terakhir apa dong ?? “ aku penasaran

“ Jawabannya?? kalau berani minta aja sama bapakku weee... tapi bikinin rumah dulu =P “

“ Haaaaaah?? Hehehe.. “ aku garuk-garuk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

“ Yee, seriuz amat om, becanda kali, jawabannya biar cukup hati Kanwa dan Allah yang tau =P “ sambil mentoyor-toyorkan pipiku yang emang udah jadi kebiasaanmu.

Saat itulah aku bersungguh –sungguh untuk nabung dikit demi sedikit, memang sih kamu hanya bercanda untuk rumah itu sayang, tapi karena itu juga aku semakin termotivasi untuk mewujudkannya. Hingga kini tiga tahun kemudian aku bener-bener bisa membawamu ke rumah impian itu, rumah yang sebentar lagi akan kita tempati dan bangun kehidupan kecil didalamnya.

Aku siapkan semua keperluan untuk pesta pernikahan kita, dari mulai undangan yang sudah mulai di cetak, tentu saja bermotif kupu-kupu sesuai permintaanmu, sampai aku pikirkan design dekorasi taman  yang akan menjadi singgah sana kita nantinya. Aku ingin semua terlihat spesial tapi tetap sedehana untuk acara dirumah impian kita nanti.


******
 040412

Semalam rasanya panjang sekali Kanwa, aku tidak bisa sekejab pun tertidur. Haha konyol seharian kemarin aku latihan mengucap ijab kabul dirumah, aku ingin saat mengucapkannya didepan wali dan para saksi nanti lancar tidak gugup. Karena aku ingin ini Ijab kabulku yang pertama dan terakhir dalam perjalanan cintaku. Hadooooh sekarang saja rasanya udah grogi banget sayang.

Disebuah Masjid dekat rumah impian kita, semua sudah berkumpul, suasananya begitu sangat damai Kanwa. semua keluarga besar kita berdua kumpul dalam satu harapan, akad pernikahan anak dan cucu mereka berjalan lancar. Hatiku rasanya semakin dag dig dug tak menentu ketika melihat kehadiranmu juga disana, sesaat aku melihat wajahmu begitu cantik sayang dengan kebaya putih dan serasi dengan hijabnya. aku tertawa kecil, ngga nyangka kamu yang aku kenal lebih sering patakilan itu kini menjelma menjadi seorang gadis yang teramat ayu, memang rasanya aku tak salah pilih pendamping hidup. Kamu bisa menyejukan hatiku.

Kamu tertunduk dan rasanya aku semakin tegang saat tangan ayahmu mulai mengajak aku salaman. rasanya semua mata tertuju kepadaku, semua mendadak hening penuh khidmat, Sempat aku melirik kamu kembali Kanwa sebelum aku ucapkan janji ikrarku didepan para hadirin. Aku lihat wajahmu tidak jauh berbeda tegangnya, seketika kamu tersenyum dan senyuman itu lagi-lagi yang berhasil membuat aku lebih percaya diri, hingga ikrar kabul itu terselesaikan dengan baik.

Alhamdulillah, sambutan itu yang aku dengar dari mereka yang hadir. Tentu saja lebih dulu hati kecilku yang berkata. Suasana semakin haru dalam tangis kebahagiaan. Haha mereka tidak tau saja bagaimana perasaan kita berdua saat ini, terlebih aku bersyukur sekali akhirnya bisa memenuhi janjiku untuk selalu menjaga kamu. Ya sekali lagi aku janji, kamulah pilihan hatiku.

Malam itu ku menatap langit
Diatas sana ku lihat langit bertabur bintang
Indah menghiasi kegelapan

Duhai sang pencipta bintang...
Seperti gambaran cintaku
Kini bersinar dengan cahaya -MU
Ku memohon ridho -MU...
Tuk ucap janji setia dengannya

Pagi datang dengan embun kebahagiaan
Ia tersenyum bagaikan bidadari surga
Yang Kau hadiahkan untukku
Duduk bedampingan...
Tubuh pun bergetar seolah mimpi yang tak ingin bangun
Ijab kabul menjadikan ia syah dunia akhiratku

Tiada kalimat yang dapat melukiskan
Betapa sayangku kepada dia
Terimakasih sang pencipta bintang...
Yang memberikan bintang-MU untukku
Semoga ia  adalah cintaku hanya karena-MU

NB : Ini merupakan cerita kolaborasi dengan Aiinizza Anggriani, dan Insya Allah ceritanya akan berlanjut sampai Kenji & Kanwa jadi kakek nenek, semoga hehe.. so, tungguin kelanjutan di blognya yah,, bagaimana kisah Kanwa setelah nikah?? mengurus rumah tangga sambil bekerja?? dsb..  

 

55 komentar:

  1. hehehe... seru nih critanya, meskipun saya nilai sedikit alay mas... hehehehe..... di tunggu selanjutnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajarin gw atuh biar bisa nulis ngga alay bang Eaaa...

      Hapus
    2. maksudnya, penulisan kaya: aku suka kamu :) --> dalam fiksi jangan sampai terbawa dalam penulisan status facebook yang pakai emoticon2. deskripsikan saja sebaik mungkin uzay, ga usah pakai emot :)

      Hapus
    3. owh gitu yah ka, mamggut manggut.. thanks ya kritiknya sangat membangun :-)

      Hapus
    4. kripik dan penyek yg membangun :D

      Hapus
    5. Upz ada yang buka lapak XD

      Hapus
  2. Kali ini mengenang masa lalu. Sip, Zay :)
    So touchy....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip sip juga kalau gitu #apaaa coba XD

      Hapus
  3. baiklah sgra disambung... sampai kakek nenek yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai kita ngga bisa lagi nerusin ceritanya haha..

      Hapus
    2. silakan dilihat kelanjutannya :)

      Hapus
  4. we mantap tu satu cerita tp dua penulis#jempol

    bagus ceritanya,kali ini nostalgia masa sekolah ya?..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaah mbae.. hehe.. makasih..

      Hapus
  5. weww,,kolab ternyata..
    keren zay..gue paling takut diajakin kolab buat cerita..(jangan tanya kenapa)
    #halahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang kenapa ?? *kepo..
      ayo kita coba kolab juga widie??

      Hapus
    2. gx tau..takut aja kalau diajakin kolab..takut menghancurkan karya orang..masih belum Pede sih lebih tepatnya :)
      (Lho...kok saiia cerita juga ke kamu)
      ckckckckck

      hahahhaa
      nanti deh zay..kalau PeDe ku udah naik sepersekian persen :P

      Hapus
    3. asyiiiik dapet bocoraan #eh..

      owh gitu, berarti ceritanya di mulai dari kmu dulu widie :-P

      Hapus
  6. wah gue jadi teringat nostalgia semasa sekolah setelah menyimak postingan kamu sobat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuuh kan cuma sedikit diceritainnya bang XD

      Hapus
  7. Zay, mana terusan ceritamu yang pangeran, putri dan kurcaci. Penasaran :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum masih di otak haha.. mau nerusin kisah Dion & Edel dulu nih, kasian udah terlalu lama, antri yaaak Xd

      Hapus
  8. woho, btw, ni berdua tokohnya namanya Jepang banget ya,
    hai penulis-penulis yang budiman (anizza dan Uzay)
    hhe
    banyakin lagi konpliknya bang, biar seru .. hha
    mantep

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya bang sengaja, cause dari nama kenji n kanwa itu sendiri udah punya chemistry, sesuai judulnya pilihanku, sebuah kisah ketetapan hati :-P

      oke sarannya di tampung mkasih abaaang :-)

      Hapus
  9. Detik detik yang mendebarkan saat akan melangsungkan pernikahan ya???
    Baru dua minggu tak diperbolehkan bertemu, hati sudah kangen berat. Apalagi setahun. Bisa rindu berat itu. Tapi akhirnya hari bahagia itu terlaksana juga kan kawan. Ijab Qabul yang mendebarkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya sangat mendebarkan bang, gw juga belum pernah ngerasaain hehe.. disitulah sebuah perjuangan yg akan dimulai saat menjadi seorang pemimpin :-)

      Hapus
  10. wah ternyata kolaborasinya disini...^^
    kereenn,,,
    semoga sampai pada cerita nenek dan kakeknya..
    semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin. makasih motivasinya bang hehe...

      Hapus
  11. wah telat saya nie, saya baca yang sebelumnya dulu dah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan bang, thanks before...

      Hapus
  12. kunjungan siang sob,,,
    kunjungan baliknya dituggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bang :-)

      insya allah :-P

      Hapus
  13. wah mantaf sob ceritanya , thanks for share :D




    ADMIN "Variasi Blogger"

    BalasHapus
  14. keren cerita , sekalian aja jadi penulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita semua kan emang udah jadi penulis reni, penulis blog :-P

      Hapus
  15. waa waa kolaborasi sama Aii ya, cocok ni ceritanya, sambungan yang kenji n kanwa akhirnya ada juga.. baguss :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih youko lagi coba dilanjutin mpe mereka jadi kakek nenek insya allah ^.^

      Hapus
  16. sepertinya cerita so sweet so romantis, tapi aku ngga suka baca cerita yang panjang2 di blog hehe..

    duh jadi mau kolaborasi juga, cama capa yaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tau kakak, makanya ajarin gw bikin cerita yang simpel tapi berisi yah-yah =)

      Hapus
  17. mampir baca2,,,pintar bikin cerita si uzay

    BalasHapus
  18. woohooo...

    romantis banget yang origami2 itu.

    P.S.
    nama tokohnya seru bang! kanwa...

    BalasHapus
  19. 'kanwa' ih namanya lucuuu :)

    BalasHapus
  20. Love it so much :)

    sosok Kenji, berasa melihat sosok seseorang disitu :3

    Makin bagus gaya penulisanmu nak :D ditunggu lanjutannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapakah Sosok seseorang itu?? #kepo...

      masih belajar kaka makasih =)

      Hapus
  21. alhamdulillah,puisinya kepake jg... xixixi. alhamdulillah pny sohib yg hbat mnulis, jd klo suatu wkt nanti anak q mnt d bkinin cerpen m om Uzy aj y nak... hihihi.. tp yg nulis na blum ngerasin ap yg d tulis d episod ini,jd blum seru ah... :D

    BalasHapus
  22. Weww... ternyata ini cerita dibuat oleh dua orang penulis hebat :D kereeenn...
    apakah kenji dan kanwa adalah bang uzay dan Aiiniza? :D

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)