Mei 26, 2012

Shakiramushi - Pohon Apel

Back to : Cerpen

Hai para penikmat kata berkumpul lah, 
jadikan semua yang tersirat lebih bermakna..

Kata itu tak bersuara,
 ia akan bermakna setelah di baca, 
mari dibaca, kamu akan segera tahu apa isinya...
*****

Shakiramushi - Pohon Apel

Hari ini genap 1000 hari kamu jauh, dan seperti biasa, setiap sore aku menikmati keceriaanmu dulu disini. Bukan jauh, tepatnya aku dan kamu hanya terpisah, karena nyatanya kamu memang tak pernah kemana-mana Shakira, selalu ada di hati dan kenangan. Dan lagi-lagi saat ini aku sangat merindukanmu. Ya di bawah pohon besar ini kita selalu habiskan waktu bersama. Bergurau mesra atau sekedar mengisi waktu di sore hari, sebelum senja benar-benar tenggelam di telan malam, dengan di temani hangatnya secangkir teh buatanmu itu. Yah rasanya masa-masa indah itu memang begitu cepat berlalu, napasku juga rasanya sudah tak selapang dulu. Lihat pohon di depan ini juga tak kalah renta sayang, keropos sebagian dahannya sudah dimakan rayap, sudah berumur layaknya diriku ini yang sudah dimakan usia. Daunnya kini semakin rindang dan ia tak lagi produktif seperti dulu.

Tahukah kamu, kini aku sedang mengingat masa-masa ketika kamu mengandung anak kita yang pertama, dan dengan manjanya kamu meminta aku untuk mengambilkan buah di pohon besar itu, tentu dulu pohonnya belum sebesar ini. Sedangkan kamu tahu aku sama sekali tidak bisa memanjat pohon. Kalau di ingat tentang itu, kini, semua rasanya lucu deh, betapa aku berjuang keras mendapatkan buah itu untukmu. Dan setelah itu kamu menyeka peluhku dengan lembut, lalu memakan buah itu dengan raut wajah gembira sambil bersandar di pundakku. Hmmm kini anak yang kau kandung itu sudah memberikan kita cucu yang begitu manis Shakira, sayang kamu tidak sempat melihat wajah lugu dan tingkah lucunya.

Shakiraaaaa, Shakira mengingatmu hanya membuat aku bertambah rindu, dan itulah alasan yang sungguh sempurna untuk aku mencintaimu selama ini. Dan membuat aku selalu tersenyum, saat teringat semua tentangmu, meski hatiku sadar, aku telah kehilanganmu.

“Kakeeeeeek!! sedang apaaa kek?? Dicari dari tadi ternyata disini..”

“Owh, kamu sudah pulang sekolahnya nak??, iya kakek dari tadi disini kok..” Coba kau dengar sayang, betapa riangnya cucumu yang satu ini, mirip kamu dulu yang suka bawel kalau aku tidak ada di sampingmu “Sini Naumi duduk samping kakek nak, mamahmu kemana??” rasanya kamu berhasil mendidik anakmu Shakira, menjadikan mereka ceria, santun dan lembut penuh kehangatan. “Aduuuh!!”.

“Hehe kakek kejatuhan buah apel, hehe… mamaaaaaaah kakek kejatuhan buah apel maaaaah..”  hoho seandainya kamu disini, mungkin kamu juga akan menertawakan ku Shakira, seperti Naumi yang langsung berlari dari pangkuanku menghampiri mamahnya, untuk bilang kalau kakeknya baru saja kejatuhan buah. Sayangnya hanya semilir angin dan daun yang gugur yang mewakili itu semua. Ternyata pohon setua ini, masih menyimpan buah segarnya sayang meski hanya satu buah, atau mungkin banyak berhubung mataku sudah kabur tidak bisa melihat terlalu tinggi. Aku bangga kepadamu Shakira, karena kamu berhasil membuat kehangatan di bawah pohon ini selalu ada, meskipun kamu sudah tiada.

*****
40 Tahun sebelumnya

Shakiraa!!” setelah lama kamu  tak sadarkan diri, karena pingsan beberapa kali dan itu membuat aku sangat cemas. Aku lihat kamu mulai meneteskan airmata, aku tahu kamu sudah sangat lelah dengan semua ini. Dan aku tak berdaya menangguhkannya.

“Mushi, alangkah baiknya kamu sudah mulai mencari penggantiku. Sudah cukup yah waktumu untuk menungguku..” ku lihat ada senyum simpul tulus di wajah pucatmu.

“Hush, kamu ini ngomong apa siiih. Jangan ngomong gitu lagi yah aku ngga suka!” Protesku.

“Hehe kamu liat sendiri, aku tuh sakit Mus, aku ikhlas menjalani ini semua, ya ini memang takdirku, tapi aku ngga bisa melihat orang-orang yang aku sayang kerepotan karena aku. Salah aku memintamu seperti itu??” matamu semakin sembab menahan airmata.

“Ckckck emangnya kamu ngga mau sembuh apa yah??. Dan adil gitu kalau cuma karena kamu sakit aku terus pergi meninggalkanmu??” Satu jitakan kecil aku layangkan ke kepalamu dan diakhiri dengan usapan lembut. Sambil berharap setelah ini kamu akan baik-baik saja.

“Ya maulaaaaaah, siapa sih yang ngga mau sembuh. Dan aku tahu kamu ngga akan meninggalkanku, tapii…”

“Shuuuuut!! sudah cukup yaaah, Perpisahan itu pasti Shakiraaa. Tidak perlu kita permasalahkan kapan ia akan datang, karena sebelum semua itu terjadi, selama itu pula aku akan selalu membutuhkamu.  Sekarang biarkan semua itu mengalir apa adanya. Aku ingin mengakhiri semua itu dengan lebih indah bersamamu. Itu saja!” meskipun tak bisa di pungkiri, hatiku sedang ciut karena sangat takut kehilanganmu.

*****

“Apaaaa?? Kamu sudah yakin tuh??” Tanya Shakira sambil terus berjalan.

“Yeee seriuuuuus kaliii, orang tuaku besok sore beneran mau kerumahmu.. gimana kamu sendiri sudah siap belum?? Nanti aku di tolak lagi..” Sambil mengatur napas aku berusaha menjajarkan langkahnya.

“Itu sih resiko kamu, weee… lihat saja besok yeee….. udah ayo cepetan nanti tokonya keburu tutup nih..” Shakira cuek.

“Aduuuuuh kamu maaah bikin deg-degan deh, sueerrrr… ayo doong jawab jangan gituuuuuu, memang kita mau kemana sih??” yang di Tanya hanya tertawa kecil.

“Kesini, kita sudah sampai kok, bawel!!” Saat tiba di sebuah toko tanaman di pinggir jalan raya “Pak pohon apel pesanan saya sudah ada pak??, Oh itu yah, oke deh makasih pak langsung saya bawa..” Simpulnya ketika membaca nama Shakira tertera di salah satu pohon, pertanda itu adalah pesanan dia.

“Pohon Apel?? Buat apa??” Tanyaku bingung.

“Buat di tanamlah. Nih bawain berat!!” lagi-lagi langsung meninggalkan langkahku dengan penuh pertanyaan.

“Heeeeei tungguuuuuuuuuu….., ini di tanam dimana??”

“Besok tolong tanam di halaman kosong dekat rumahku, kelak aku mau membangun rumah di tanah itu, untuk keluarga kecilku dan pohon itu harus tepat di depannya, biar kehangatan itu selalu ada di bawahnya..”

Baiklah, terus besok lamaranku gimana??”

Itu sih urusan kamu, syalalalala…..”

*****

81 komentar:

  1. Wow...hihii.. jadi senyum2 sendiri selesai baca, *ngayal punye puun apel* #halah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hikz.. hikz.. padahal gw bikinnya sambil sedih loh mpok haha..

      Hapus
  2. ngena bgt :(
    ini ane lg ngebayangin konyolnya Shakira hahahhha :))
    tp emg Shakira skt ap? *penasaran*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakit sesuatu hehe... *gw lupa nanyain ka Ran =P

      Hapus
  3. mau ngoreksi dikit. Yang paragraf ketujuh, itu ada kata menitiskan air mata. Itu yag bener 'meneteskan' atau 'menitikkan' air mata?
    wuah, bang uzay galau kata-kata nih, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe oke makasih koreksinya cha, udah gw benerin tuh =D

      Hapus
  4. kisah seorang pasangan yang sedang merindu?

    eh, btw, mushi itu nama orang mana sih?
    kupikir mirip kue jepun gitu.

    #plak, itu mah mochi! dasar dodol! >>> dimarahin uzay.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha LOL kau ini jadi kebelet pengen makan mochi gw #eh..

      Hapus
  5. “Biklah'' kurang huruf nih, Zi. :D
    gatau deh, ini guenya yg kurang fokus aja atau gimana, gw ga nangkep pesan moralnya! :(
    *efeklaper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip nanti gw tambahin yee,,, jeli sekali matamu nak =D

      Emang ngga dapet gw, bingung mau ngeletakin pesannya apa..

      Hapus
    2. Koreksian lagi, Boy. xixixi "Dan setelah itu kamu menyeka peluh keringatku dengan lembut" kalau mau pake peluh ya peluh aja, keringatnya ge usah, juga sebaliknya. Karena peluh dan keringat itu artinya kan sama.
      Itu aja sih, :)

      Hapus
    3. Hehe pemborosan kata ya brother?? oke-oke untuk perbaikan besok-besok thanks yo..

      Hapus
  6. kira - kira di terima kagak tu lamarannya ???
    Aku ingin mengakhiri dengan indah !

    BalasHapus
  7. saya tahu ini hanya fiksi tapi di beberapa bagian saya merasakan smua begitu nyata. Mengenang almarhumah istri adalah hal yang bisa membuatku tersenyum sekaligus menitikan air mata. Semoga Allah menjadikannya ahli syurga dan kelak dialah yang akan menjadi bidadari untukku. Maaf, malah jadi curhat.

    Cerita yang bagus. Ini fiksi duo itu kan? Lanjutan dari tulisan ...siapa ya, saya lupa ( faktor usia. hahaha )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya allah menyentuh sekali bang, semoga beliau kelak jadi bidadarimu yah di syurga bang =)

      Ngga ini ngga duet cuma cerita fiksi gw pribadi aja..

      Hapus
  8. hmmm...bagus...apalagi part awalnya^^
    suka juga ama alurnya yang feed back, yang kurang cuma satu...PENGGUNAAN TANDA BACA! Banyak banget tanda tanyanya, tanda serunya, dll...(Hehe..cuma masukan ya zay ^^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ampun pak Guru, gw emang masih dodol aje di bagian ntu.. hadoooh..

      Hapus
  9. wah... cerita ini menarik sangat..

    pohon apel, mengimbau kenangan..

    (apel tu epal ye (Apple)??)

    BalasHapus
  10. aku menikmati cerpen ini,karena aku adalah penggemar cerpen. . .nice uzay . . .

    BalasHapus
  11. Ceritanya keren kang uzay. Shakira sepertinya tokoh yang memiliki jiwa yang lembut, penuh kasih sayang dan penyabar ya. Impian menumbuhkan sebuah pohon didepan rumahnya berhasil di wujudkan. Dan kini pohon apel itu masih ada sampai anak shakira mempunyai anak. Yang tak lain adalah cucunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah kau berhasil membuat sinopsisnya secara sempurna bang =D

      Hapus
  12. ceritanya nice couple yah, bagus mengalir...

    BalasHapus
  13. ceritanya keren bgt bang . kapan2 buat lagi yaaaa

    BalasHapus
  14. bagus neh bang uzay

    BalasHapus
  15. cinta sejatikah? hmm nice... tau ga? *ga tau pasti* aku pernah ada di posisi shakira yang menyuruh seseorang tuk pergi dari sisiku :P... kenapa ga tanem durian aja neng Shaa hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Grrrrr!! bisa banget yak nyinggungnya -___-

      Bisa benyut tuh pala kalau duren yang di tanem..

      Hapus
    2. ooo tersinggung toh, si hijab itu maksudnya?? *dipertegas*

      haha

      Hapus
    3. Iya dong harus berhijab =)

      Hapus
  16. niceeeeeeeeeeeeee sukaaaaaaaaaaaaaaaaaakk !!

    BalasHapus
  17. hihi...saya suka yang 40 tahun sebelumnya tuh. ini fantastis. jarang ada di cerita yang lain, hehe. mantapp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi makasih bang alhamdulillah kalau suka =)

      Hapus
  18. syalalala~ gimana lamarannya... iya deh nanti bakal nanam apelnya masyaAllah :) gufufufuf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diterima dong ka, kan udah punya cucu yang lucu =)

      Hapus
  19. shakiraa itu yg nyanyiin this is time to africa kan??#apaseh??#yuraGaje

    BalasHapus
  20. weit,, bang uzay maju terus!! terus menulis,,, apa kabar??? lama tak berjumpa hehehe

    BalasHapus
  21. Maaf sob.. cuma ninggalin jejak, lagi repot nih! ntar balik lagi

    BalasHapus
  22. kunjungan siang bang. met beraktifitas

    BalasHapus
  23. bikinnya kayaknya dengan penuh perasaan nich,sampai sedih aku bacanya...

    BalasHapus
  24. keren critanya, apalagi pas sebelum paragraf yg "40 tahun sebelumnya",mengharukan

    BalasHapus
  25. aaaaaaa.....skenarionya manis bangeeeeeeeeeeet!
    besok kalo udah gede mau ajak pacar nanem pohon duren ah...kayaknya bakal lebih romantis... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muhehehe benjol iyeee.. jangan lupa ternak tomcatnya juga yak...

      Hapus
  26. kyaaa.. so sweet banget, sampe tua kenangannya masih tetep tumbuh :'(

    pokoknya kalo punya pacar pengen nanem pohon apel #ehhh

    BalasHapus
  27. duuuh, padahal endingny pengen tw mereka pisahny gmana?sakitny ap?
    #banyaknanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pisahnya karena Shakira sakit, sakitnya belum sempat nanya hehe.. kapan-kapan di lanjutin deh..

      Hapus
  28. ceritanya bagus, ada penasarannya. flasback lagi.. ehm, apa ya. ga tau mau ngomong apa, penasaran aja kesannya.. ko bisa gitu ya, tapi bahagia si liat ulah cucunya.

    BalasHapus
  29. semacam cinta sejati yah :')

    BalasHapus
  30. totemo SUGOI , tonikaku!! xD

    BalasHapus
  31. ceritanya indah bang..
    bikin sedih di awal, tp di akhir jd senyum2 sendiri.. >.<

    BalasHapus
  32. Uhhh kece kaka ceprennya :D
    sedih, senang semuanya ada :)

    BalasHapus
  33. Ini FF kah? Jadi si nenek namanya shakira dan kakek bernama Mushi?

    Terus naumi cucu yg mirip dengan nenek shakira...

    Bikin endingnya cantik banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan cause lebih dari 300 karakter..
      Siiip itu sinopsisnya pas hehe..

      Hapus
  34. haduh kenapa pada bisa sih nyusun cerita kayak gini? haha gue sering bikin cerita, tapi kalo di tengah jalan mentok, udahan deh haha ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lagi mentok, istirahat dulu aja sambil baca - baca ulang dari atas, dan inget-inget mau di bawa kemana ceritanya.. kalau perlu bikin kisi-kisi dulu biar ngga lupa dari awal konflik sampai ending..

      Hapus
  35. cinta cinta cinta.
    tak lekang oleh waktu

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)