Juni 12, 2012

Bukan Dejavu Hanya Terkenang

Kisah sebelumnya : 

L
agi-lagi senjaku hari ini tak begitu bersahabat. Tidak hujan sih, mungkin karena aku tidak begitu menikmatinya. Entahlah! Mungkin ini masih pengaruh perasaanku yang belum benar-benar lepas dari masa lalu. Bersama kenangan itu. Zie sih pernah bilang, 

“Kenangan memang selamanya tidak akan pernah terhapus, entah itu yang manis maupun yang pahit. Seiring berjalannya waktu kenangan itu hanya tersisi, tersudut oleh calon kenangan baru, yang kini sedang kita bentuk.  Sesekali kenangan itu hanya berputar, dan itulah yang membuat kita tiba-tiba teringat”.

 Saat dulu Zie berkata itu, aku hanya mentoel hidungnya lalu beranjak sambil berkata “Sok Tahu!”. “Mungkin nanti saat-saat inilah yang akan aku rindukan!” lanjutku di hati.
***
Tak terasa yah kini kenangan itu yang benar-benar sedang aku rindukan. Saat-saat dulu ketika mengukir inisial persahabatan kita Zie, di sebuah batu yang sedang tertutup bongkahan salju. Kamu menulis sebuah kata “Bumi”, yang artinya bulan-mentari. Kamu tahu aku sangat suka menatap rembulan di taman itu dan kadang kamu memanggilku mentarimu. Atau saat kita menikmati senja bersama semilir angin yang menerbangkan bunga-bunga sakura.  Sambil duduk-duduk lesehan dan makan minum di bawah pohon sakura. Sejuk dan hangat jika masa itu aku kenang. Atau saat bersama menyusuri aliran sungai di pagi hari sebelum berangkat sekolah, dengan iseng menghanyutkan batang ranting yang entah itu bertujuan apa. Hmph! Kamu tahu Zie, rasanya itulah moment yang saat ini ingin sekali aku ulang. Apa kamu sendiri masih ingat?.  

***
Aku rebahkan tubuhku diatas gabus lembut di kamar. Rasanya capai sekali hari ini. Menyenangkan sih, tapi terasa hampa. Ya setelah mengobrol panjang bersama Amuri semalam lewat skype. Akhirnya aku coba membuka hatiku untuk Anggara. Rasanya memang tidak adil untuk dia kalau aku tidak pernah memberikannya kesempatan. Hari ini aku memintanya untuk menemaniku keliling-keliling kota Tokyo, menikmati suasana Ohanami di Ueno Park Tokyo, lalu ketempat-tempat yang sudah lama aku tidak kunjungi.

Untung dia mau, meski pastinya dia tidak tahu kalau ternyata tempat itu adalah tempat yang menyimpan kenangan untukku. Semoga saja dia memang tidak tahu, aku hanya ingin menguji samakah rasanya berada disana dan menikmatinya dengan orang yang berbeda?.  Kamu mau tahu Zie hasil survey-ku hari ini? Ya rasanya hampa, sesuai prediksiku sebelumnya. Padahal Anggara baik, humoris, perhatian, berusaha menjagaku dengan selalu berada di sebelah kanan saat hendak menyebrang jalan. Tidak terlihat mengeluh meski aku ajak berjalan jauh. Meskipun aku tidak begitu banyak bicara dengannya. Hanya seperlunya saja jika di tanya. Sepertinya akan sangat beruntung gadis yang menjadi kekasihnya. Itu pikirku, tapi hatiku belum juga menunjukan getaran itu. Maafkan aku Anggara dan terima kasih untuk hari ini.
Zie, Zie dipikir-pikir perkataanmu tentang kenangan itu rasanya benar. Kini lagi-lagi ia berputar seolah-olah kenangan yang baru saja terukir dengan Anggara mulai tersisih. Tapi apa mungkin suatu hari nanti kenangan hari ini bersamanya akan aku rindukan juga. Seperti halnya kenangan dengan Zie dulu yang sedang aku rasakan kini. Hmph apa semudah itukah kenangan itu mempermainkan perasaanku?.
Aku teringat perkataan Amuri semalam ketika aku bercanda ria dengannya. Katanya kadang yang namanya kenangan, membuka memori lama yang sempat terlupa. Dan tiba-tiba saja aku teringat sebuah figura yang bagian belakangnya aku simpan patahan hati berbentuk “Zi”. Kalau seandainya pasangannya masih ada sih akan membentuk kata “AI-ZI”, sebuah ukiran kayu (gantungan kunci ) yang aku pesan saat dulu melihat festival J-vest bersama Zie. Karena kecerobohannya juga akhirnya ukiran itu terbelah dua. Dan sebagian patahan itu Zie yang simpan. Apa masih tersimpan ya sampai sekarang?. Ah ternyata patahan punyaku masih ada hehe.. meskipun bentuknya sudah tak seutuh dulu. Seperti waktumu Zie yang tak lagi utuh untukku. Seperti perasaanku yang kini tak lagi selapang dulu melihat candaanmu.
Aku bertekad akan menyelesaikan masalah perasaanku sendiri. Karena sejatinya hanya aku yang bisa. Aku yang harus memilih. Terus bergelut dengan harapan semu. Atau melangkah menyambut harapan baru.
“Terima kasih untuk hari ini Anggara!” mungkin terdengar telat, tapi kalimat itu akhirnya terkirim juga.  Tak lama balasan pesan, aku terima. “Sama-sama! Maaf ya Airin kalau sempat membuatmu bete tadi. Selamat istirahat =).” dengan menghela napas panjang aku mulai mencoba menutup mata.
 

60 komentar:

  1. eaa ..
    co cweet
    haha
    jadi ceritanya gak bisa move on nih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan ngga bisa tapi masih terikat masa lalu =D

      Hapus
  2. senang sama sakura yah sobs?? heheheh

    dtnggu follbacknya yah masbro... :)

    happpy blogging ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha ngga juga sih belum pernah liat langsung, sebagai pemanis aja =D

      Hapus
  3. semakin larut dalam alur ceritanya. Semoga segera dirilis sambungannya.
    Saya salut dengan gaya menulis kalian, ya kalian, bisa membaut satu cerita yang bagus, baik isi maupun alur ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah itu bang sambungannya di blog aii, silahkan di baca =)

      Hapus
  4. move one, maju terus pantang mundur :)

    BalasHapus
  5. Ini terusannya. Pasti Anggara bisa membahagiakanmu, Airin.

    BalasHapus
  6. ahihii...
    tulisannya keren..laiikk diiss...
    btw aku ketipu sm kutu sblh tulisanku ini..tkkirain nemploknya dim layar lepi-ku.. haha.. :D

    BalasHapus
  7. wah ceritanya menarik, tapi aku paling suka sama yang membahas tentang kenangan, di alenia kedua.. ehm, bner juga, kenangan akan di gantikan kenangan lagi... mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang seperti itukan bang putaran kenangan =D

      Hapus
  8. speechless.. nunggu lanjutannya di blog lain :)

    BalasHapus
  9. saya belajar dixi di posting ini. "tersudut oleh calon kenangan baru", menarik nih.
    juga bayangan tentang lokasi: Ueno Park. cukup untuk membawa pembaca kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bang, permainan diksinya mantep, kenapa gak nyoba kirim cerita ke media cetak, men?

      Hapus
    2. Alhamdulillah kalau suasananya dapet bang, padahal rada ribet harus menerka-nerka suasana itu gimana..

      Makasih Di..

      Hapus
  10. hey bang laptopku da jadi :D
    skg mau ngetik lanjutannya :)

    BalasHapus
  11. Gue belum bisa bikin kayak gini, bahasa narasinya indah. Lo keren, beud.

    BalasHapus
  12. jadi pingin request nih syalalalalala *ngeloyor pergi

    BalasHapus
  13. Mungkin maksudnya "rasanya cape sekali" kaku amat gan wkwkwkwk

    BalasHapus
  14. Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
    tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

    BalasHapus
  15. terus melangkah menyambut harapan baru ya Airin... :)
    kamu pasti bisaa *jiaahh... kebawa suasane gueh*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyeee doain ya mpok biar si airin juga dapet lobang idung yang ga kalah gede =D

      Hapus
  16. Ayolah Airin, melangkah maju, menyambut hari baru.
    Hari-hari begitu indah, jangan suka berkubang di dalam kesedihan dan penyesalan. Move on.
    ^_^

    #komen macam apa ini...
    :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa lucu denger berkubang dalam kesedihan =D

      Hapus
    2. eh, lucu?
      perasaan enggak ada yg ngelawak deh...
      Dasar Airin, wew...
      :P

      Hapus
  17. Sori sob, absen aja. Belum sempet baca :)

    BalasHapus
  18. kok mirip ama ceritanya Sarnisa ya






    APA KALIAN ORANG YANG SAMA?? :kaget

    BalasHapus
  19. mules! eh, spechless! mau nanya arti kata spechless ama elu zay... elo di jepang? ngapaen? balik, gih... dah malem!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha beda-beda tipis dah sama mules, sama-sama ngga bisa ngapa-ngapain kalau udah kebelet gda WC. diam aja pasrah..

      Hapus
  20. Wah kang Uzay emang jago dalam merangkai kata.
    Kenangan manis pasti akan selalu terkenang. Tapi cobalah untuk menerima hal yang baru, termasuk Anggara. Kasihan juga kan, masa Anggara di sampingmu, tapi pikiran melayang pada Zie. Rasanya kok nggak adil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang memang rasanya ngga adil yak. kasian anggara hoho..

      Hapus
  21. Mengenang masa lalu nih. :D

    BalasHapus
  22. Waah Jadi penasaran sama sosoknya si Anggara ini.. Bagus deh kata-kata yang dibilang amuri sama Airin itu, "Kadang yang namanya kenangan, membuka memori lama yang sempat terlupa" :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe kenalan dong Youko kalau penasaran =)

      Hapus
  23. kan aku yang pertama kali menciptakan karakternya bang Uzay, hoho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oia yah.. yasudah berarti kenalkan padaku #eh..

      Hapus
  24. sulit sekali ya kalau selalu terkenang masa lalu~
    ehmm... serasa ada tali yang membelit untuk meraih masa depan..

    btw, uzay, ini sempit banget kolomnya..

    BalasHapus
  25. *masih setia nunggu lanjutan

    kolaborasi yg TOP BGT dah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah ada di blognya ade murni liat deh hehe..

      Hapus
  26. ya ampunnn,
    *puk puk airin*. :D

    BalasHapus
  27. yang ini gagal move on ya ceritanya :D

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)