Juni 15, 2012

Pilihan & Cita

M
impnya mendapatkan beasiswa seketika musnah. Ia tidak lagi punya asa untuk menggapainya. Harapan itu hilang ketika ia harus kembali ke Desa dan merawat sang kakak, satu-satunya keluarga yang masih dimilikinya.


Sang kakak memang satu-satunya harapan yang tersisa. Sosok kakak yang tegar dan selalu memiliki mimpi  yang besar untuk adik-adiknya. Terlebih setelah kedua orang tuanya tiada. Tapi takdir berkata lain, Peristiwa kecelakaan itu membuat sang Kakak harus menyandang kata cacat. Kecelakaan dua hari yang lalu, harus dibayar dengan sebuah korsi roda. Untuk itu Arika tidak mau melihat impian kakak yang sangat ia banggakan lalu tenggelam begitu aja. Ia ingin membuktikan masih ada Impian yang bisa diraih. Arika tidak mengambil kesempatan itu, yang mungkin satu-satunya dalam seumur hidup mendapatkan beasiswa. Buatnya kini, tetap men-support sang kakak adalah hal yang terbaik yang bisa ia lakukan.

Tetapi kakak yang sangat mencintai adiknya itu pun tahu bahwa beasiswa adalah keinginan terbesar adiknya.  Adiknya pernah berkata dengan beasiswa, harapan memiliki kehidupan yang layak akan jauh lebih mudah di dapat. Dan Sena tahu persis perjuangan Arika untuk mendapatkan beasiswa itu.

"Sudah kamu kejar mimpimu, bukankah itu beasiswa yang kamu idamkan? Kakak memang cacat tapi bukan berarti kakak sudah tidak bisa melakukan apa-apa, sekarang kamu satu-satunya harapan kakak. Demi adik-adikmu!. Jangan khawatir kakak akan baik-baik saja disini meski kamu harus menetap di tempatmu yang baru. Jangan takut bermimpi Arika, karena kamu akan bangkit setelahnya." Nasihat Sena, meskipun ia sendiri rapuh sudah tidak percaya diri dengan keadaannya sekarang. Ia sangat merasa bersalah atas hal yang sudah ia alami.

“Tenang ka, aku bisa meraih cita-citaku meski tanpa beasiswa itu. Seperti yang kakak bilang kita nggak boleh takut bermimpi.” Tegas Arika berusaha menghapus keresahan rasa bersalah kakaknya. Sena hanya tersenyum haru, ia yakin adiknya memang bisa di andalkan mengingat kecerdasan Arika selama ini.

 ***
Yang ini hasil ngerangkai tiga kata HARAPAN, MIMPI, MUSNAH bareng ka Nufa. nanggung banget ya ceritanya. biarin deh hoho* ^.^

37 komentar:

  1. Arikaaaa...

    Iyyyaaaa...

    Ntar kalo rejeki dapet beasiswa yang laen Insya Allah ^^

    *korban iklan ;p

    BalasHapus
  2. kakak beradik yang tetap seperti ini yang diidealkan. semuanya ambisi bukan apa-apa dibandingkan kesetiaan hakiki.
    menyentuh dan bisa membayangkan.

    BalasHapus
  3. tumben ceritanya pendek, bang? Wkwkwk

    BalasHapus
  4. Wah kang uzay nanggung banget sih ceritanya. Padahal pengen banget tahu kelanjutan ceritanya. Bagaimana si arika meraih mimpi tanpa beasiswa itu yang bikin penasaran kang uzay :)

    BalasHapus
  5. mending kaya gini dari pada nonton sinetron.. :D

    BalasHapus
  6. benar ,kita tak boleh takut bermimpi, jikalau tak dapat beasiswapun mungkin bukan jalannya, mungkin ada jalan sendiri yang lebih mulus dan nyaman..

    BalasHapus
  7. Yang pernah kak nufa bilang, dream,believe and make it happen :)

    BalasHapus
  8. Demikianlah kentalnya ikatan darah...tak jarang rela mengabaikan kepentingan diri sendiri saat ada sodara yang membutuhkan kehadiran dan bantuan kita..

    BalasHapus
  9. Singkat ya?! Hehe.. Klimaksnya gaje, Zay. Hehe... Tetap berkarya, Zay! ^_^

    BalasHapus
  10. Ujaaay...nangguang kali itu cerpen kamu punya

    BalasHapus
  11. bener tuh, jangan pernah takut bermimpi, karena kata nidji 'mimpi itu kunci untuk menakhlukan dunia.' :D

    BalasHapus
  12. Impian itu selalu punya banyak jalan untuk mencapainya... jika jalan ini putus, banyak jalan lain yang siap untuk dilalui... Jadi tidak ada alasan untuk menyerah :)

    BalasHapus
  13. ayoo lanjutannya manaa beibicittel .. !!!

    BalasHapus
  14. hooh nanggung zay, tumben banget nih kurang dalem fiksinya.. itu kata2an kita yang di komen udah lama itu ya.. pantesan kaya pernah inget settingannya.. jangan takut jatuh ya Arika karena seperti sebuah pomeo yang bilang Harder u fall, harder u bounce :)

    BalasHapus
  15. kenapa nih postingnnya keburu buru kah. enggak seperti biasanya

    BalasHapus
  16. Jadi keingetan masa lalu sob, dulu saya juga terdaftar sbg siswa ranking 1 penerima beasiswa, tapi nasib dan takdir berkata lain.
    salam semangat.

    BalasHapus
  17. Masa sih! Ahahah. Kepo tea aku nih. Aku sama sodara sekandungku saja tidak akrab *buka kedok kaka-adik* kapan aku bisa merasakan cerita tersebut. Aku dan adikku tidak ada yang mau mengalah dan juga sama-sama keras *kaka lagi yang harus berkorban mengalah, huft*

    BalasHapus
  18. Makin solid nih kolaborasinya! Pengen juga bikin kolaborasi ama elo semua..

    Smangat, Zay! ;-)

    BalasHapus
  19. kalo udah rizkinya gak bakalan kemana kok :D
    yang penting tetap semangat ^^

    BalasHapus
  20. ternyata mengetahui dari sejak dini apa yang kita ingin atau kita mau tuh penting mas ya.. sesuatu yang gak kita dapat dari sistem kurikulum kita saat ini :(

    BalasHapus
  21. mimpi adalah bunga tidur.....
    kalo mimpi musnah berarti tidur saat dipan kebakar....
    :P

    BalasHapus
  22. bermimpilah setinggi langit, tapi ingat jangan cuma bermimpi ya...tapi gapailah mimpi itu dengan segala kekurangan dan kelebihan kita. Jika memang mimpi itu tak bisa kita raih, g ada salahnya mencoba mimpi yg lain, dan buatlah mimpi iytu sebagai penyemangat.

    BalasHapus
  23. bermimpilah selagi kita masih bisa..yakin saja suatu saat akan berhasil.

    BalasHapus
  24. Waduh, gue baru serius baca udah ending. Cpt bgt.

    BalasHapus
  25. Sekian lama gak blogwalking karena lagi ujian kok ada yang beda dari blog ini? Gambar vespa nya dikemanain?

    Ini ceritanya sederhana yah, tapi ngasih pesan buat kakak-kakak yang gak bisa kuliah taun ini. Jangan takut mimpi, kalo mimpi aja gak berani gimana mau ngerangkai harapan? :)

    BalasHapus
  26. ini nih yang namanya galau berkualitas. hehehe..
    ketika hidup dihadapkan pada pilihan-pilihan, terkadang harus ada yang dikorbankan meski kita sangat menginginkan keduanya bisa berjalan bersama, tapi mau bagaimana lagi :)
    bagus ide ceritanya, nanggung karena belum kerasa klimaknya. keep writing :)

    BalasHapus
  27. hmmm... tidak bisakah cita itu menjadi pilihan =P hohoho
    tapi endingnya kurang greget zay!

    BalasHapus
  28. iyanih, berasa ngambang. hehe.
    oia, ada typo tuh, paragraf 1 kata pertama: Mimpnya >> maksudnya, mimpinya?

    BalasHapus
  29. cerita nya bagus sob...^_^
    ijin follow blog nya #250. di tunggu follback nya ya..^_^

    BalasHapus
  30. jalan selalu semakin lebar, selama niat hati selalu baik....motivated

    BalasHapus
  31. keren gan, simpel dan menarik. maknanya dapet, kita jangan berhenti bermimpi walaupun hal yang tidak enak terjadi di hadapn kita.

    BalasHapus
  32. lah,ini gimana tamatnya bang???tumben pendek...
    tomcat gorengnya masi banyak ini... :)

    BalasHapus
  33. Kalau sama adik saya lebih dekat daripada sama sang kakakku..ndak tahu kenapa munglin karena ada persamaan hobi...

    Impian memang harus dikejar, bukan hanya digantung sebagai impian semata

    BalasHapus
  34. benarrr
    tanpa beasiswa kita masih bisa kuliah kok
    saya buktinya
    kuliah di STAN. Gak bayar kuliah dong
    *eh ini masih nyambung ama postingannya kan?*

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)